Tampilkan postingan dengan label Know-How. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Know-How. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2010

Chrome Experiment

Java script menjadi bahasa scripting yang paling populer saat ini, khususnya aplikasinya di halaman web. Sedikit website didunia ini yang tidak menggunakan javascript.  Fungsinya sangat luas, dari yang sekedar untuk sesuatu yang tidak penting sampai untuk urusan hacking. Apabila berpikir javascript hanya di peruntukan untuk manipulasi halaman web saja, itu salah.
Di website Chrome Experiment , ada lebih dari 70 aplikasi web yang mengaggumkan yang di buat dengan salah satu komponennya adalah java script, mulai dari  game, animasi,   sampai editor gambar. Aplikasi web merupakan karya desainer dan programmer  dari seluruh dunia dengan  menggunakan java script yang dipadukan dengan element html5 yang disebut canvas, SVG dan beberapa tool javascript seperti  JQuery.
Beberapa aplikasi yang ada di situ di buat dengan sangat mengaggumkan, tidak hanya halaman web yang dapat dimanupulasi oleh javascript, tapi juga jendela  browser dan komponen-komponennya, seperti pada aplikasi Pong.  Mirip seperti game Pong yang dikenal pada jaman dahulu, namun pong disini menggunakan jendela browser sebagai bola dan pemukulnya.  Aplikasi mengaggumkan lainnya  masih banyak, seperti Google Gravity, Depth Of fieldCanvas 3D engine, Canopy dll.

 
Pong dengan jendela browser

 

Google Gravity

Depth Of field dan Canvas 3D Engine  merupakan beberapa contoh bagaimana javascript dan canvas merender bentuk 3 Dimensi di jendela  browser. Jadi bukan hanya aplikasi desktop saja yang dapat menampilkan bentuk 3 dimensi.  Ini menunjukan bahwa bukan tidak mungkin nantinya akan ada website yang kontennya di tampilkan dalam bentuk 3 dimensi. 


Depth Of Field






 Canvas 3d Engine, render bentuk 3 dimensi

Jika dilihat dari nama websitenya, tentunya chrome experiments ada hubungannya dengan Google Chrome. Tapi bukan berarti Aplikasi disana hanya bisa di gunakan di Google Chrome. Firefox, Safari, dan Opera versi baru yang sudah mendukung standar HTML yang baru juga bisa menjalankannya. Kecuali IE yang tidak disarankan untuk dipakai. Hanya saja, Google Chrome merupakan browser  yang  menjalankan javascript paling cepat. Jadi untuk tampilan terbaik, gunakan Google Chrome. Selain itu, Chrome Experiment dibuat agar web lebih cepat, menyenangkan dan  terbuka. Itu juga merupakan tujuan dibuatnya Google Chrome.
Dan siapa tahu, salah satu aplikasi di Chrome Experiment  merupakan embrio dari tampilan website di masa mendatang. (AHP 21 Januari 2009 11:34)

Senin, 28 Desember 2009

Web 2.0

Apabila berbicara tentang sejarah perkembangan web, kita tidak bisa lepas dengan istilah ini. Istilah Web 2.0 pertama kali di perkenalkan pada tahun 2004, saat dilaksanakannya konferensi O’Reilly Media Web 2.0. Web 2.0 merupakan versi selanjutnya dari web sebelumnya. Perkembangan Web 2.0 tidak merujuk pada hal-hal yang sifatnya teknikal. Tidak seperti perkembangan software, versi baru software akan dilengkapi perbaikan-perbaikan dan penambahan fitur software. Perkembangan web menjadi Web 2.0 lebih ke arah konsep, meliputi bagaimana cara pembuatan web dan hubungannya dengan pengguna web. Lantas apa bedanya dengan versi Web 1.0?

Senin, 20 Juli 2009

Komputer Lawas Apple

Apple, perusahaan komputer yang didirikan oleh 2 Steve (Wozniak dan Jobs) kini di kenal sebagai pembuat produk-produk yang inovatif, dan terkadang fenonemal. Sebut saja ada iPhone, MacBook Air, keluarga iPod dll. Tapi seperti perusahaan lain, awal-awal berdirinya, Apple diawali dengan produk-produk sederhana bila di bandingkan masa kini, meski mungkin tetap fenonemal di masanya. Nah, di post ini saya mengumpulkan beberapa komputer-komputer buatan Apple, yang mungkin sekarang sudah di museumkan…..

Apple I
Ini adalah produk pertama Apple, di rancang oleh Steve Wozniak. Dirilis pada bulan July 1976, hanya dalam bentuk board saja tanpa casing, monitor atau keyboard dengan harga 6 jutaan. Prosesornya adalah MOS 6502 dengan frekuensi 1 MHz. Besarnya RAM 4 KB dan hingga maksimal 64 KB. Spesifikasi itu sebaiknya jangan di bandingkan dengan komputer ukuran sekarang, karena tentu saja berbeda sangat jauh.


Apple ][
Sukses dengan Apple 1, apple kemudian merilis Apple II( atau Apple ][ ) pada tahun 1977. Ini adalah salah satu komputer sukses di masa itu. Sebenarnya, spesifikasinya hampir mirip dengan Apple 1, keduanya sama-sama menggunakan prosesor MOS 6502 1 MHz dan RAM yang paling kecil 4 KB . Hanya saja, Apple 2 sudah dilengkapi casing lengkap dan Layar dengan 6 Warna. Harga Apple ][ sekitar US $1298 untuk RAM 4 KB dan US $2638 untuk RAM 48 KB. Selain yang lengkap dengan casing, Apple ][ juga ada versi Boardnya, tanpa casing. Dengan harga lebih murah tentunya…..

Apple ][ di ikuti oleh varian-varian lainnya seperti Apple II Plus dan Apple IIe. Keduanya hampir mirip dengan Apple ][, namun dengan tambahan fitur-fitur baru. Apple IIe terakhir di produksi di tahun 1993.




Apple III
Setelah menghasilkan kekayaan melalui Apple ][, Apple kemudian merancang komputer lain yang lebih baik. Yaitu Apple III. Apple III diperkenalkan pada bulan Mei 1980 dan di luncurkan di tahun 1981 dengan harga yang fantastis: US$ 3495 tanpa monitor dan US$ 3815 dengan monitor. Prosesor yang digunakan adalah Synertek 6502A dengan clock 2 MHz. Untuk Ram 128 KB dan maksimal hingga 512 KB.


Apple Lisa
Lisa adalah kepanjangan dari “Local Integrated Software Architecture”. Lisa juga merupakan nama anak perempuan Steve Jobs. Lisa merupakan komputer komersial pertama yang menggunakan GUI(graphical user interface) atau bahasa kerennya, sistem operasi berbasis grafis. Meski mungkin Lisa bukanlah komputer pertama yang ber-GUI. Di tahun 1973, XEROX membuat komputer berbasis grafis (Alto), namun tidak pernah diluncurkan. Dan pada tahun 1981, XEROX meluncurkan Star, komputer berbasis grafis dengan harga US$17000. Dengan harga semahal ini, penjualan Star sangat kecil.
Lisa sendiri diluncurkan di tahun 1983, di bekali dengan prosesor Motorola 68000 dengan clock 5 Mhz dan RAM sebesar 1 MB. Namun dengan harga semahal itu, kinerja Lisa jeblok. Sistem Operasi kompleks di Lisa terlalu berat untuk dijalankan di prosesor 5 MHz.


Apple Macintosh
Dilincurkan tahun 1984—setahun setelah pelincuran Lisa, Macintosh menawarkan kinerja yang lebih baik dari Lisa. Dibekali Prosesor Motorola 68000 7,83 MHz. Dengan RAM sebesar 128 KB, yang 8 bulan kemudian, memory di tambah menjadi 512 KB. Seperti namanya, Sistem operasi yang digunakan disini adalah Macintosh, yang kini menjadi sistem operasi andalan Apple. Oh…ya harga komputer ini adalah US$2495. Jauh lebih murah daripada Apple Lisa.



Macintosh Portable
Ini adalah Macintosh portable pertama apple. Diluncurkan di tahun 1989 dengan harga US$7300. Kinerjanya terbilang cepat, dengan prosesor 16 Mhz dan RAM 1 MB dan bisa di upgrade hingga 9 MB. Mac ini juga sudah dilengkapi dengan Harddisk sebesar 40 MB



Macintosh PowerBook
Ini adalah pengembangan selanjutnya dari Macintosh Portable, kinerjanya lebih bagus, lebih kecil dan tentunya lebih murah. Ada tiga model produk ini ini, yaitu Macintosh PowerBook 100, 140 dan 170. Masing-masing mempunyai beberapa spesifikasi yang berbeda. Namun ketiganya mempunyai ukuran RAM yang sama, 2 MB, maksimal 8 MB. Dan ukuran harddisk antara 20, 40 dan 80 MB Macintosh PowerBook 100 merupakan model yang terpelan dengan prosesor Motorola 68HC000 16 MHz. tanpa floppy drive internal. Model 140 prosesornya adalah Motorola 68030 @ 16MHz dan sudah dilengkapi dengan floppy drive internal. Model tercepat, 170 dilengkapi dengan prosesor 25 MHz dengan tipe yang sama dengan 140.



Nah…itulah sedikit produk Apple pada awal-awal berkembangnya dunia komputer. Memang kalau di bandingkan komputer masa kini, bedanya sangat jauh. Karena teknologi berkembang sangat pesat. Mungkin 10 tahun lagi, komputer yang kini kita gunakan, terlihat sangat kuno. Seperti saat melihat komputer apple diatas. (AHP 20 Juli 2009 21:11)

Sumber Gambar :http://oldcomputers.net

Senin, 22 Juni 2009

Wikipedia, Ketika Pembaca adalah Penulis


Pembahasan tentang Wikipedia ini bukan saya yang menulis. Saya kutip dari buku Wikinomics. Ditulis oleh Don Tapscott dan Anthony D. William, alih bahasa Indonesia oleh Yersy Wulan. Buku ini berisi tren saat ini tentang perusahaan ataupun perorangan yang berkolaborasi untuk menciptakan produk atau jasa. Sebenarnya tidak sesederhana itu isinya, tapi cukup untuk mencerminkan semuanya. Di halaman belakang, ada tulisan “Tanpa Buku ini, Anda akan terlibas”, mungkin memang ada benarnya. Bila konsep wikinomics sudah di terapkan pada sistem ekonomi dunia, paradigma tentang produksi barang dan jasa akan banyak berubah. Tentu saja, mereka yang belum siap menerapkan akan tertinggal jauh. Tapi bukan berarti setiap orang harus membeli buku ini ini, salah satu alasannya adalah harganya yang lumayan mahal. Dompet saya benar-benar terkuras waktu membeli buku ini. Saat ini memang saya masih belum selesai membacanya, baru sepertiga dari 434 halaman yang ada.
Pembahasan tentang wikipedia adalah sebagian kecil dari buku ini. Wikipedia digunakan sebagai contoh penerapan teori-teori yang ada di buku ini. Dimana Wikipedia hanyalah permulaan menuju dunia Wikinomics Tapi apa yang dibahas disitu lumayan bagus, dan belum tentu saya bisa menulis tentang wikipedia dengan kualitas yang setara. Baiklah, kita mulai saja :
-------------------------------------------------------------------------------------
Pada tanggal 7 Juli 2005, pukul 8:50, London bergeming ketika empat bom yang saling terkait meledak di alat transportasi. Delapan belas menit kemudian, saat sejumlah media berusaha meliput kisah ini, entri pertama sudah terlihat di Wikipedia, ensiklopedia online pertama yang dapat diedit oleh semua orang. Morwen, pencipta Wiki dari Leicester, Inggris menulis “ Pada tanggal 7 Juli 2005, ledakan atau insiden lainnya dilaporkan terjadi di beberapa stasiun kereta bawah tanah di pusat kota London, terutama distasiun Aldgate, Edgware Road, King Cross St. Pacras, Old street, dan Russel Square. Insiden ini terkait dengan lonjakan daya.”
Dalam beberapa menit, para anggota komunitas lainnya menuliskan informasi tambahan dan mengoreksi kesalahan eja yang dibuat Morwen. Ketika penduduk Amerika Utara bangun tidur, ratusan pengguna telah berpartisipasi dalam keriuhan ini. Pada akhir hari, lebih dari 2500 pengguna telah menciptakan sebuah laporan peristiwa sepanjang 14 halaman yang jauh lebih terinci dibanding informasi yang diungkapkan oleh sebuah media tunggal. Saat melakukan ini, mereka menyediakan sebuah contoh potensial tentang kekuatan Wikipedia, serta menunjukan bahwa ribuan relawan dapat membuat proyek inovatif yang cepat menyebar, yang mengalahkan kinerja perusahaan besar dan kaya
........................
Ensiklopedia yang Dapat di Edit Setiap Orang
Pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, berada pada hal besar. Atau perlukah kita mengatakan sangat besar? Wikipedia kini merupakan ensiklopedia terbesar didunia, yang ditawarkan gratis dan disusun sepenuhnya oleh para relawan dalam sebuah platform terbuka yang memungkinkan setiap orang menjadi editor. Mangagumkan bahwa Wikipedia dapat eksis, berisi lebih dari 4 juta artikel dalam 200 bahasa. Wikipedia telah menjadi salah satu situs paling sering dikunjungi di Web. Situs ini mewakili penerbitan masa depan, dan setiap perusahaan yang memproduksi informasi —dari penerbt hingga penyedia data—sebaiknya merasa khawatir.
Ini bukan sekadar masalah ukuran atau popularitas, tetapi juga cara Wikipedia berkembang dan membuatnya unik. Ribuan pengguna Web merelakan waktu dan pengetahuan mereka untuk membantu mencapai tujuan komunitas dalam menyediakan ensiklopedi berkualitas tinggi bagi setiap orang didunia dalam bahasa asli mereka. “Bayangkan sebuah dunia dimana setiap orang di Bumi mendapatkan akses gratis ke berbagai pengetahuan manusia. Inilah yang kami lakukan,“ ungkap Wales.
Dibangun dengan piranti lunak “Wiki” (berarti “cepat” dalam bahasa hawaii), wikipedia memungkinkan pengguna menciptakan dan mengedit halaman Web yang sam. Ini dibangun berdasarkan premis bahwa kolaborasi diantara pengguna akan memperbaiki konten seiring berjalannya waktu, seperti komunitas open source terus memperbaharui vesri Linux pertama dari Linus Torvalds.
Pengalaman pertama Wales di dunia konten ensiklopedia adalah pada 1998, ketika ia mendirikan Nupedia dengan mantan karyawannya, Larry Sanger. Seperti Wikipedia, Nupedia juga memungkinkan setiap orang memasukan artikel dan konten. Berbeda dengan Wikipedia, Nupedia bersifat sentralisasi., dengan hirarki dari atas ke bawah. Para akademisi dan pakar mengikuti sebuah proses-7 tahap yang sulit, untuk mengkaji dan mengesahkan konten. Setelah satu tahun dan menghabiskan dan $120.000, Nupedia hanya mempublikasikan 24 artikel sehingga Wales memutuskan untuk menutupnya.
Salah satu karyawannya memperkenalkan Wales dengan wiki, yaitu sebuah konsep yang ditemukan oleh Ward Cunningham, pada Maret 1993. Wales kemudian memulai kembali dengan cara pengaturan situs yang jauh lebih terbuka, yang memungkinkan setiap orang untuk terlibat. Dalam bulan pertama, Wikipedia mempubilkasikan, dan pada tahun pertama jumlahnya mencapai 18.000 artikel.
Saat ini Wikipedia ditulis, diedit, dan nyaris terus dipantau oleh relawan online yang jumlahnya terus meningkat. Dari 1 juta pengguna terdaftar, 100.000 orang telah memberikan kontribusi sebanyak 10 atau lebih informasi. Maka terbentuklah kelompok inti dengan anggota 5000 Wikipedian yang dengan senang hati menerima tanggung jawab untuk menjaga wikipedia.
Bagi sejumlah orang, alasan orang-orang menjadi relawan dalam memproduksi Wikipedia masih misterius. Wales hanya mengangkat bahu. “Mengapa ada orang yang bermain sofbol? Karena menyenangkan, dan merupakan aktifitas sosial.” Wikipedia juga menarik minat banyak pakar. Mereka merasakan kedekatan dengan topik yang mereka kuasai, dan mereka ingin dunia tahu. Maka terjadilah sebuah misi sosial. “kami berkumpul untuk membangun sumberdaya yang akan tersedia gratis bagi semua orang didunia“ tutur Wales. “inilah tujuan yang juga akan dicapai publik.”

Pembagian Kerja Para Wikipedian
Mendengar Jimmy Wales berbicara tentang para Wikipedian, memunculkan apresiasi tertinggi terhadap pembagian kerja terspesialisasi yang ikut menmotori pertumbuhan. Sementara banyak orang mengunjungi Wikipedia untuk membaca konten, ada segudang pekerjaan administratif dibalik layar. Hal ini mencakup tugas-tugas seperti: Mengatur halaman, mengembangkan piranti lunak, mencari foto bebas hak cipta, mengatasi konflik, dan berpatroli melawan vandalisme. Dengan hanya lima staf tetap, para relawanlah yang melakukan sebagian besar tugas ini. Wales menyarankan agar kami mengkaji sejarah sebuah entri di Wikipedia sebagai contoh. Jadi Don mengusulkan anjing hutan Bernese (keluarganya baru saja memperoleh anjing jenis ini—kunjungi flickr jika anda ingin melihat Arnold sewaktu masih kecil). “Saya melihat Trysha mengecilkan ukuran gambar, jadi ia datang dan pada dasarnya menyesuaikan format dan memastikan artikel itu konsisten dengan lainnya,” Jelas Wales. Itu Elf, Ia menambahkan pranala antar bahasa dari artikel ini ke Wikipedia versi bahasa belanda. Ini adalah salah satu tugas yang banyak ia kerjakan.”
Elf, pecandu Wiki, juga merupakan penggemar anjing. Ketika tidak sibuk dengan pekerjaan tetapnya sebagai pelatih anjing kompetisi, ia berkutat di Wikipedia, dimana ia mengaku meluangkan “terlalu banyak waktu”. Ia dengan hati-hati memeriksa ribuan artikel yang disumbangkan oleh Wikipedian tentang beragam jenis anjing. Seperti ribuan Wikipedian lainnya, Elf dengan sukarela memantau ratusan artikel dan foto, yang berada dibawah pengawasannya, setiap kali terjadi perubahan. Ia membantu memastikan akurasi perubahan editorial dan dapat dengan cepat memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh vandalisme.
Tidak seperti perusahaan tradisional yang menerapkan hierarki, dimana orang-orang bekerja untuk para manager dan uang, para relawan seperti Elf adalah alasan mengapa aturan dapat mengatasi kekacauan dalam proses editorial. Wales menyebutnya sebagai proses evolusi darwin, diman konten membaik setelah melalui perubahan dan edit yang berulang. Setiap artikel Wikipedia rata-rata telah diedit sebanyak 20 kali, dan untuk entri baru, jumlahnya dapat lebih banyak. Walau ada banyak pengguna, Wales memperkirakan lebih dari 50% pengeditan hanya dilakukan oleh kurang dari 1% pengguna, sebuah tanda jelas bahwa ditengah kekacauan terdapat kelompok kecil pengguna reguler yang berkomitmen.­5. ­­Suatu ketika dapat pecah “perang edit”, saat pengguna terus merevisi perubahan yang dilakukan pengguna lain. Pada kasus yang jarang terjadi ini, seorang staf Wikipedia akan membuat penilaian akhir.
Keterbukaan
Tidak mengejutkan bahwa Wikipedia tidaklah sempurna. Atas semua upayanya menata kualitas, produksi kolaboratif mengundang sejumlah resiko. Salah satunya adalah kasus yang terjadi pada Mei 2005, saat seorang pengguna Wikipedia tak dikenal membuat artikel fiktif tentang mantan direktur editorial USA Toda, John Seigenhaler, Sr.. Tertulis bahwa “John Seigenhaler, Sr. adalah asisten Jaksa Agung Robert Kennedy pada awal tahun 1960-an. Untuk waktu singkat ia pernah dianggap terlibat langsung dalam pembunuhan Kennedy, baik john maupun adiknya Bobby. Tidak ada bukti.”
Dalam empat bulan selanjutnya, pengguna Wikipedia (termasuk 52 situs yang menampilkan konten Wikipedia) mencari tahu apakah Seigenhaler telah membaca biografi keliru ini. Kemudian Seiganhaler menyebutnya sebagai pembunuhan karakter melalui internet.
Kejadian ini mengungkapkan kelemahan paling nyata dari model Wikipedia, yaitu setiap orang dapat menyatakan diri sebagai pakar sesuatu. Dan walau situs ini dirancang untuk memberi wewenang pada pengguna untuk melakukan pengawasan mandiri, publisitas tentang insiden ini telah merusak kredibilitas Wikipedia. Sejak itu Wales memperkenalkan kebijakan untuk mencegah pengguna tak terdaftar untuk membuat artikel baru di Wikipedia. Namun, para jagoan Net dapat dan akan menjegal kebijakan ini dengan mendaftar menggunakan nama palsu dan alamat e-mail gratis. Seiganhaler bertanya pada wales, apakah dia dapat mencari tahu siapa yang menulis entri di Wikipedia. Wales menjawab “Tidak, kami tidak bisa.” Namun Wikipedia baru-baru ini membekukan sejumlah entri, termasuk George W. Bush, yang menjadi magnet vandalisme dan perusakan.
Seiganhaler bukan satu-satunya ganjalan. Kritik dari kalangan akademisi mengungkapkan bahwa vandalisme dan kualitas yang tidak merata memangkas otoritas Wikipedia sebagai sumberdaya pendidikan. Para pakar mengagumi Wikipedia, tetapi kredibiltasnya jelas tidak mendukung. Seorang dokter astrofisika bisa saja berargumentasi soal sifat alam semesta dengan seorang siswa SMA(atau lebih buruk lagi, seorang astrolog) seperti dengan orang sebaya yang memiliki tingkat pelatihan setara.
Kerenggangan ini mendorong sejumlah profesor untuk tidak menganjurkan siswa mereka menggunakan ensiklopedia gratis sebagai bahan referensi. Beberapa dari mereka kawatir para siswa akan merekayasa sebuah entri dan kemudian merujuknya sebagai sumber! Akademisi lainnya tampak lebih optimis, dan ada beberapa orang yang menjadi kontributor reguler. Seperti Matt Borton, profesor bahasa inggris dari St. Cloud State University di Minnesota, yang belum lama ini diundang ke Wikipedia untuk menjadi sumber daya yang “hidup dan bernafas” tentang retorika bahasa inggirs, sejarah, pengguna dan artinya.
“Saya dapat duduk menghabiskan waktu berhari-hari, berminggu-minggu dan bahkan berbulan-bulan untuk menemukan sebuah bentuk, “kata Barton, “ tetapi dengan Wikipedia, saya dapat memulai pembuatan daftar ini dengan 3 atau 4 definisi, kemudian melembarkannya kembali ke komunitas.” Barton menilai, semakin banyak orang yang melihat hasil pekerjannya maka hasilnya akan semakin baik. Untuk ini ia membuat blog tentang hasil kerjanya dan mengundang para siswa dan peer untuk terlibat didalamnya. “saya mungkin membuat kesalahan yang tidak saya sadari, jadi akan lebih baik dengan pengamatan orang lain.” Kini semakin banyak para akademisi seperti Barton yang melihat nilai pengetahuan dinamis yang terus tumbuh, kendati mereka tetap mondorong siswa untuk mecari buku referensi tambahan. Wales sendir mendorong muridnya untuk mencari sumber-sumber lain saat melakukan riset akademik. Namun, ia bekerja tak kenal lelah menanamkan nilai informasi netral berkualitas tinggi dalam modus operandi situs ini, dan menyakinkan bahwa upaya mendukung komunitas kontributor dan editor kreatif yang lebih luas akan mengarah pada peningkatan kualitas. Entri-entri kontroversial yang tidaks sesuai dengan standar Wikpedia dapat diedit, dibekukan, atau dicalonkan untuk dihapus oleh pengguna.
Sementara dalam hal akurasi, para narasumber ahli sepertinya tidak memiliki wewenang sebesar yang diduga. Bahkan perbandingan buruk antara Wikipedia dan Encyclopedia Britannica mungkin tidak didasarkan atas banya fakta. Analisis komparatif di majalah Nature tentang 42 lema ilmu pengetahuan di keduanya menunjukan perbedaan yang kecil: Wikipedia mengandung empat ketidakakuratan di setiap entri, sedangkan Britannica ada 3­.
Britannica mempermasalahkan temuan ini, mengatakan bahwa kekeliruan Wikipedia lebih serius dibanding Britannica, dan dokumen sumber analisis ini mencakup pula versi yunior serta buku tahunan Britannica.
Malangnya bagi Britannica, keluhannya tidak kena sasaran—kekeliruan Wikipedia sudah lama dikoreksi, sedangkan kekeliruan Britannica masih ada. Seperti para programmer open source bersama-sama mengidentifikasi dan menangani bug, para Wikipedian dapat dengan mudah menemukan kesalahan dan kemudian membetulkannya. Menurut sebuah riset MIT, kata-kata tidak patut yang menyusup Wikipedia dapat dihilangkan dalam waktu rata-rata 1,7 menit.
Wikipedia akan selalu dikritik. Robert McHenry, mantan editor pelaksana di Britannica, mengeluhkan bahwa walau ada proses edit yang berulang, kualitas entri Wikipedia masih “setara dengan hasil kerja murid SMA.”
Benar bahwa keterbukaan Wikipedia membuatnya rentan terhadap ketidakakuratan, perang edit, dan vandalisme. Namun, keterbukaan ini juga menjadi alasan mengapa Wikipedia dapat terus tumbuh, menambah entri baru, menutup lubang-lubang baru serta mengkaji dan memperbaharui fakta, Wikipedia merengkuh hampir seluruh kekayaan bakat, energi, dan wawasan yang jauh melampaui kemampuan ensiklopedi tertutup seperti Britannica. Seiring waktu, Wikipedia akan terus bergerak menuju model dimana komunitas—dan bahkan mungkin dewan editorial yang menjadi wakil konstituen Wikipedia—dapat membantu mengakreditasi artikel dan memverifikasi sumber dengan lebih efektif, menciptakan konten yang semakin dapat diandalkan dan dipercaya.
Bertindak Hati-hati
Untuk saat ini, Wales lebih memilih bertindak hati-hati saat menerapkan kontrol dari atas kebawah, dan kawatir bahwa menerapkan terlalu banyak kontrol dalam waktu singkat akan membunuh semangat komunitas. “Kami dapat bertindak sangat tegas dalam mengawasi situs,” ujarnya, “tetapi hal ini seperti menjebloskan semua orang ke penjara karena kesalahan kecil. Kami ingin keluar dari sana dan membersihkan taman agar publik tidak merasa tinggal dilingkungan kumuh dan dapat memecah jendela jika mau. Kami lebih memilih membangun lingkungan sehat dan positif agar publik terdorong untuk berkontribusi secara konstruktif.”
Sejauh ini, cara ini berhasil. Proses memperbaiki situs dan prosesnya, yang bersifat bottom-up ini, berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan Wikipedia yang sangat pesat. Rata-rata 2000 artikel baru berbahasa Inggris dikontribusikan setiap harinya, dengan subyek yang sangat beragam. Kondisi ini menjadikan pertambahan hingga 730000 artikel per tahun. Jika anda mempertimbangkan rata-rata pertumbuhan ini, maka Wikipedia akan memiliki lebih dari 5 juta artikel pada tahun 2010, dan ini masih estimasi konservatif. Pada sata yang sama, Wales akan mengunci Wikipedia 1.0 dimana serangkaian entri berkualitas tinggi akan dibekukan. Walau demikian, selama dunia berubah, masih ada banyak ruang bagi konten baru.
Kami meramalkan masa depan konten ensiklopedia, Wales pernah berpendapat bahwa “Encyclopedia Britannica akan tergusur eksistensinya dalam 5 tahun”. Ia tidak lagi meyakini ramalan ini, tetapi sistem produksi biaya rendah Wikipedia yang dinamis menyulitkan Britannica untuk bersaing “Bagaimana mereka dapat bersaing? Skema biaya kami lebih baik dari mereka,” kata Wales.
Sulit bersilang pendapat dengannya. Wikipedia adalah model produksi murah yang cepat, menyebar dan komparatif. Langkah pengalihan biaya kerap menjegal produk atau pesaing baru, tetapi tidak bagi Wikipedia. Wales menawarkan alternatif bebas biaya yang memberikan akses bagi berbagai informasi hanya dengan 1 klik. Kunjungi Britannica, maka anda akan melihat proses pendaftaran yang berbelit dan biaya $11,95 perbulan sebelum anda dapat memperoleh konten terbaik.
Saat anda berbicara dengan wales, anda akan menyadari bahwa Wikipedia hanyalah permulaan . Wikipedia hanyalah adegan pembuka yang menjanjikan sebuah perjalanan panjang yang sangat menarik. Wales sudah mencoba beberapa gebrakan baru. Kamus, diktat, berita, perpustakaan gratis—bagi Wales, langit adalah batasnya. Ia bahkan mempertimbangkan penerbitan buku sempalan seperti The Wikipedia Guide to Rock and Roll atau Wikipedia’s History of World War II, yang sudah pasti ditulis oleh pengguna, dan laba yang dihasilkan dapat dialirkan kembali ke komunitas untuk membuatnya semakin baik.
Kemana lagi peer-production akan membawa kita? Sepertinya akan membawa kita ke tempat yang angat jauh. Seperti kami paparkan pada bab-bab selanjutnya, publik menerapkan organisasi mandiri untuk memproduksi musik, berita, TV, video game, dan berbagai bentuk informasi dan hiburan lainnya. Bahkan, semakin banyak pengusaha yang menilai wiki dapat dimanfaatkan untuk mencetak laba. Pada January 2005, Jack Herrick memulai Wikihow, buku pedoman yang didukung iklan, dibangun dengan cara yang sama dengan Wikipedia. Para pengunjung dapat menemukan artikel gratis tentang semua hal., dari “Bagaimana memperoleh kredit kepemilikan rumah” hingga “Bagaimana mendapatkan nilai yang bagus disekolah”—dipasok oleh para relawan yang memiliki pengetahuan memadai tentang hal ini. Pada beberapa kasus, para relawan ini berharap akan segera memperoleh bagian dari pendapatan yang berhasil digalang Wikihow. Situs-situs seperti ShopWiki dan WikiTravel mengikuti langkah Herrick. Wiki telah melepaskan sebuah kekuatan besar: Lingkaran setan kreasi bersama yang saling melengkapi, yang tidak dapat distop atau di tiru oleh model hirarki.
------------------------------------------------------------------------------------
Bagaimana? Bagus?
Karena pembahasan tentang Wikipedia ini adalah bagian dari buku, mungkin ada yang merasa menggantung atau merasa ada sesuatu yang hilang. Ini wajar saja, karena saya mengutip secara mentah dari sana. Jadi format isinya mungkin belum sesuai dngan model artikel tunggal. Kalau ingin lengkapnya, silahkan beli bukunya saja.
Tapi tidak masalah, yang penting kita bisa mengerti tentang apa yang ada di Wikipedia, dan mungkin kalau bisa kita tidak hanya menjadi pengguna atau penonton saja. Karena Wikipedia memberikan artikelnya secara cuma-cuma, tak ada salahnya bila kita ikut berkontribusi memperkaya konten di sana. Hitung-hitung sebagai balas budi. (AHP 23 Juni 2009 9:19)

Jumat, 05 Juni 2009

Cloud Computing


Istilah Cloud Computing akhir-akhir ini semakin sering terdengar. Namun sebenarnya implementasi konsepnya sendiri sudah ada sejak puluhan tahun lalu, sebelum internet berkembang seperti sekarang. Saat ini memang cloud computing identik dengan internet. Namun bila dilihat dari konsepnya, cloud juga ada pada jaringan yang lebih kecil, seperti LAN atau MAN.
Oke…baiklah, sekarang kita langsung saja ke pengertiannya. Cloud Computing adalah konsep dimana pengguna mengambil resource dari jaringan besar yang dalam hal ini disebut awan, untuk kemudian digunakan untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu tanpa harus terlalu banyak mengambil resource dari komputer lokal. Bingung? Saya juga…….
Sederhananya, misalkan saja seorang pengguna menggunakan sebuah komputer, dia menjalankan sebuah aplikasi, dimana file-file pendukung aplikasi tersebut tidak terdapat di komputer yang dipakainya itu, namun berada di komputer lain yang dihubungkan oleh jaringan. Jadi pengguna tersebut menjalankan aplikasi yang lokasinya terletak di komputer yang lain, bukan di komputernya sendiri. Meski mungkin penjabarannya tidak sesederhana itu, itulah konsep dasarnya.
Pada konsep Cloud computing terdapat istilah back end dan front end. Keduanya terhubung oleh sebuah jaringan, dapat berupa internet atau yang lebih kecil lagi Front end adalah komputer pengguna (client) yang mengambil data dan menjalankan aplikasi. Sementara Back end merupakan apa yang disebut sebagai awannya, awan inilah yang diambil resourcenya oleh front end. Dimana ia menyediakan apa yang dibutuhkan oleh Front End.
Pada dasarnya perbedaan cloud computing dengan kegiatan komputasi biasa hanyalah pada keberadaan komputer lain. Dimana pada komputasi biasa, file dari software yang dijalankan terletak di harddisk atau media penyimpanan yang lain. Jadi komputer mengambil data yang diperlukan dari situ. Namun pada cloud computing, bila dilihat dari sisi pengguna, file dari software yang dijalankan berada di “awan” atau sederhananya di komputer lain. Jadi komputer front end bukannya mengambil data dari harddisknya sendiri, tapi dari media penyimpanan di komputer lain, melalui jaringan.
Cloud Computing membutuhkan interface yang berfungsi sebagai penghubung antara komputer back end dan front end agar bisa saling berkomunikasi. Fungsi interface ini ada banyak, seperti melakukan request terhadap komputer back end untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk menjalankan software yang diinginkan pengguna. Interface itu juga digunakan untuk mengeksekusi script-script client side.
Interface yang digunakan pada setiap implementasi dari Cloud Computing bisa bervariasi. Pada aplikasi web 2.0, interface yang digunakan biasanya adalah browser seperti Opera, Chrome, Safari atau Firefox. Ada juga sistem cloud computing yang menggunakan interfacenya sendiri, yang harus diinstal di komputer front end.


Implementasi
Ada 3 point utama yang diperlukan dalam implementasi Cloud Computing. Yang pertama tentu saja komputer Front end, komputer back end dan yang terakhir penghubung antara keduanya. Komputer Front end biasanya merupakan komputer desktop biasa, dimana orang awam menggunakannya. Sedangkan komputer back end dalam skala besar bisa berupa server komputer yang dilengkapi dengan data center dalam rak-rak besar. Hmm, tidak harus seperti itu sih, tapi pada umumnya komputer back end harus mempunyai kinerja yang tinggi. Karena dia harus melayani, mungkin hingga ribuan permintaan data. Penghubung keduanya bisa berupa jaringan LAN atau internet.
Semua pengguna komputer yang pernah mengakses internet, secara sadar atau tidak sadar pasti pernah melakukan cloud computing. Siapa coba yang tidak pernah mengakses google? Pasti hampir semua pengguna internet pernah mengaksesnya. Ketika pengguna mengakses google, sebenarnya dia sedang melakukan cloud computing! Mesin pencari Google, juga mesin pencari lainnya merupakan aplikasi web. Dimana data-data pendukung mereka berada di server masing-masing. Selain itu implementasinya masih banyak lagi. Karena website yang ada sekarang rata-rata sudah berupa aplikasi web. Bukan hanya seperti papan pengumuman yang hanya berfungsi untuk memajang informasi. Layanan internet seperti Gmail, Yahoo!Mail dan Google Docs merupakan contoh aplikasi web. Bukankah dengan itu aplikasi web seperti Outlook dan MS Word bisa digantikan?
Software yang bisa dijalankan dalam sistem Cloud computing meliputi semua software yang ada saat ini. Word Processing, Image editor, Spreadsheet, Media player, dan jenis software lain yang sudah ada padanannya di aplikasi desktop. Bahkan sistem operasi bisa di implementasikan dalam sistem cloud computing. Saat ini sistem operasi berbasis web yang sudah dikembangkan adalah EyeOS . EyeOS merupakan sistem operasi berbasis web yang dibuat dengan bahasa PHP dan berjalan diatas browser biasa. Jadi bisa dibayangkan menjalankan sistem operasi dengan browser yang dijalankan oleh sistem operasi juga. Kedengarannya aneh bukan?
Ada juga layanan Icloud. Dimana mereka menyediakan sistem operasi lengkap dengan aplikasi-aplikasinya. Untuk menggunakannya, pengguna harus mempunyai akun dulu disitu. Selain sistem operasi dan aplikasi untuk produktifitas, mereka juga menyediakan ruang untuk menyimpan data. Atau yang biasa disebut Online storage. Icloud dan Eye Os merupakan contoh implementasi sistem operasi berbasis cloud.

Masa Depan Cloud Computing
Saat ini kendala yang dihadapi dalam implementasi total cloud computing adalah masalah kecepatan transfer data dari back end ke front end. Karena diantara keduanya terjadi pertukaran data. Saat ini infrastruktur internet kebanyakan belum ada yang bisa menyamai harddisk dalam hal kecepatan transfer data. Transfer data harddisk berkisar 50 MB/s, sedangkan internet rata-rata mungkin hanya 50 KB/s. Jauh sekali bukan? Oleh karena itu, aplikasi-aplikasi cloud computing saat ini masih terbatas dalam hal ukuran aplikasinya. Apabila ukurannya terlalu besar, tentu saja waktu loading aplikasinya akan sangat lama. Meski bisa diakali dengan caching dan AJAX, tetap saja sebelumnya harus mendownload file-file yang dibutuhkan lebih dahulu.
Karena itulah saat ini interaktifitas aplikasi web masih kalah dengan aplikasi desktop. Dan itu salah satu sebab mengapa aplikasi web selalu kalah dalam hal fiturnya, misalnya aplikasi Google Docs tentu saja fiturnya tidak selengkap MS Word. Sistem operasi berbasis web juga isinya tidak selengkap Distro Linux yang paling hemat. Apabila fitur yang ditanamkan terlalu berat, yang ada hanya waktu loading yang sangat lambat.
Namun apabila masalah koneksi tidak menjadi masalah lagi, dalam artian kecepatannya sudah sesuai untuk lalu lintas data yang besar seperti yang saat ini dimiliki oleh harddisk. Bukan tidak mungkin pengguna komputer tidak lagi perlu menginstal banyak sekali software di komputernya, tapi cukup mengandalkan koneksi internet. (AHP 06 Juni 2009, 11:58)

Sabtu, 20 September 2008

Virtualisasi dengan Virtual Machine

Pernahkah terbayangkan menjalankan beberapa OS dalam satu komputer secara bersamaan? Atau pernahkah ketika gairah menghancurkan registry windows tiba-tiba timbul, tapi tidak ingin komputer sendiri yang jadi korban? Atau ketika ingin menguji virus yang dibuat semalam suntuk di komputer sendiri tanpa harus virus itu mengobrak-abrik isi komputer. Sekilas hal itu tampak sulit dilakukan, bagaimana mungkin menjalankan 2 OS dalam satu komputer secara bersamaan. Memang dual boot bisa di lakukan, tapi itu tidak mungkin bersamaan. Begitu pun penghancuran registry dan uji coba virus, semuanya akan sulit dilakukan dengan sempurna tanpa melakukan apa yang disebut Virtualisasi. Waduh apaan lagi tuh? Oke Pingin tahu? Baca terus.
Virtualisasi?
Virtualisasi sebenarnya hanya sebuah konsep atau mungkin ada yang menyebut sebagai metode, intinya adalah menjalankan sebuah mesin virtual dalam sebuah mesin fisik. Bingung? Sederhananya, mesin yang dimaksud itu adalah satu set komputer. Nah...komputer fisik ini membuat dan menjalankan sebuah komputer virtual. Komputer virtual ini berfungsi persis seperti komputer fisik biasa jadi komputer virtual ini bisa menjalankan OS, dan OS menganggap Komputer virtual ini sebagai komputer betulan, jadi OS bisa berjalan seperti biasa dalam komputer virtual. Tambah bingung? Oke... baca penjabarannya
Pada konsep Virtualisasi, ada sebuah software emulator yang berfungsi untuk menciptakan mesin virtual. Software ini menciptakan mesin komputer virtual persis seperti komputer sebenarnya, ada BIOS virtual, Harddisk Virtual pokoknya semua komponen hardware divirtualkan. Tapi meski virtual semuanya berperan sama seperti komputer fisik. Software virtualisasi juga berfungsi untuk menjalankan mesin yang dibuatnya dengan cara mengambil sumber daya komputer fisik untuk menjalankan mesin virtualnya. Dengan kata lain komputer fisik menjalankan OS, OS menjalankan software virtualisasi, software virtualisasi menjalankan mesin virtual, mesin virtual menjalankan OS lagi, dan OS itu menjalankan programnya(bagaimana jika program itu software virtualisasi?).
Dengan virtualisasi seperti itu kita bisa menjalankan OS lain tanpa harus berpengaruh ke OS yang sudah lebih dulu di instal. Mungkin suatu saat kita penasaran dengan distro linux baru yang unik, ingin mencoba menginstalnya, tapi malas untuk menggabungkannya dengan windows. Karena pastinya jika ingin aman, harus dibuat partisi baru dan itu cukup merepotkan, apalagi jika terjadi masalah. Atau ketika ingin menjalankan software lama, dan dia kesulitan berjalan di Versi OS yang baru tapi berjalan lancar di OS versi lama. Sulit kan kalau harus downgrade ke OS versi lama. Dengan virtualisasi kita bisa melakukan itu semua tanpa harus mengorbankan OS yang sebelumnya di instal (Ini disebut OS Host). Tinggal jalankan software virtualisasi, buat sebuah mesin virtual, kemudian instal OS yang diinginkan ke mesin virtual tersebut, dan nikmati OS baru(kalau yang ini OS Guest) itu tanpa mengubah OS sebelumnya. Selain fungsi itu, virtulisasi juga berguna untuk eksperimen, misanya uji coba virus baru. Bayangkan bila virus tersebut di instal di OS yang sebenarnya, pasti repot nanti kalau terjadi apa-apa. Dengan uji coba di komputer virtual, tidak masalah bila OS guest itu mengalami kehancuran. Bila itu terjadi, tinggal hapus mesin virtualnya dan buat mesin virtual baru. Dan OS host tidak akan mengalami kehancuran apapun, Asyik bukan?
Kebutuhan Hardware
Ini yang kadang jadi masalah, karena ketika menjalankan OS guest, software virtualisasi mengambil sumber daya dari komputer fisik. Meski namanya OS guest ada di komputer virtual, toh yang menjalankan OS guest tersebut tetap komputer fisik, hanya saja seolah-olah OS guest dijalankan di komputer yang berbeda. Jadi komputer fisik sama saja menjalankan dua buah OS dalam satu waktu, ini jelas tugas yang berat. Kadang satu OS saja sudah tersengal-sengal, apalagi 2 OS. Jadi hardware diatas standar mutlak dibutuhkan.
Untuk memperkirakan kebutuhan hardware secara umum nampaknya agak sulit. Semua itu tergantung dari jenis OS guest, software virtualisasi, dan OS host.
Yang paling penting adalah besarnya RAM, karena dua OS itu pasti membutuhkan RAM yang tidak sedikit. Ini pun jumlahnya tergantung dari jenis OS guest dan host. Misalnya jika OS hostnya adalah Windows Vista Ultimate, sedangkan OS guestnya Windows XP Home Edition. Windows Vista Ultimate membutuhkan RAM paling sedikit 512 MB, sedangkan XP membutuhkan 128 MB Maka RAM yang dibutuhkan adalah 512+128= 640 MB. Itupun paling sedikit, yang pasti dengan RAM yang hanya segitu, OS akan berjalan tersengal-sengal. Ya...makin banyak RAM makin baik. Untuk jenis OS host dan Guest yang lain perhitungannya berbeda. Tinggal hitung saja kebutuhan OS guest ditambah kebutuhan OS Host
Untuk Processor, bila processor itu mampu menjalankan Windows Vista dengan lancar, menggunakan OS Windows XP sebagai guest tampaknya tidak masalah. Sisa kapasitas harddisk juga diperhitungkan. Instalasi Windows XP paling tidak membutuhkan ruang kosong sebesar 2 GB, itu pun baru file instalasinya, belum program-programnya, data dan sebagainya. Jadi sedikitnya ada ruang kosong sebesar 5 GB. Untuk jenis OS lain, perhitungannya juga berbeda.
Pilih-Pilih Software Virtualisasi
Sudah banyak software virtualisasi yang di buat, ada yang gratis, open source dan ada yang mahal. Untuk pengguna rumahan, sebaiknya software yang mahal itu di coret dari daftar. Karena biasanya mereka digunakan untuk server-server berskala besar, meski banyak juga server yang menggunakan yang gratis.

Pilihan yang gratis juga banyak, dan tentunya sudah sangat memadai. Ada Virtual PC dari microsoft, VMware, VirtualBox. 3 software itu adalah yang gratis dan paling dikenal. VMware menurut saya kurang cocok untuk pengguna rumahan, karena cenderung dikhususkan untuk penggunaan virtualisasi server-server di jaringan. Dibandingkan lainnya, VMware paling ribet di pakai. Tapi memang VMware yang paling komplit featurenya. Kalau boleh nyaranin, pakai saja VirtualBox. Menurut review yang saya baca, software ini lebih cocok untuk pengguna rumahan. Dan selama ini saya juga pakainya itu, untuk penggunaannya juga mudah.
Virtual Box
Oh..ya untuk tutorial membuat Virtual Machine dengan VirtualBox mungkin akan saya bahas kapan-kapan, niatnya sih sekalian di postingan ini. Tapi udah pagi, harus siap-siap sekolah dulu. Oke tunggu saja tanggal terbitnya, semoga berguna bye...(AHP 20 September 2008 6:16)

Selasa, 09 September 2008

Singkatan Rekursif Ala MIT

Postingan kali ini cuman untuk ganjelan saja, cuman berbagi info yang ringan-ringan. Memang selama beberapa minggu ini Komputok belum di update. Apakah saya sedang kehabisan ide? Oh...bukan, kalau ide senantiasa melayang-layang di atas kepala (coba bayangkan salah satu tokoh Tom and Jerry yang habis terbentur kepalanya, nah...seperti itu). Saking banyaknya kadang sampai lupa mau nulis tentang apa. Yang paling sulit adalah memunculkan mood, sepertinya ini masalah yang sudah pasaran di kalangan penulis artikel. Yang sudah profesional saja kadang masih mengalaminya, apalagi saya. Mungkin bila mood sudah muncul, nulis artikel bisa lancar, satu jam sedikitnya dapat 1 halaman. Tapi bila gak mood, 6 jam nangkring di depan komputer sampai mata berbusa, 1 paragraf pun tidak ada.
Krisis mood inilah yang lagi saya alami akhir-akhir ini, seminggu ini memang kegiatan longgar. Pulang sekolah resminya hanya sampai pukul 12:15 (Kalau tidak resminya bisa sampai jam 3, biasanya ngenet dulu) Waktu luang banyak, ide sudah ada, tapi moodnya lenyap, sama saja bohong.
Oke langsung ke topik Utama
Oke saya mengambil judul itu, karena selama berantusias si dunia software komputer saya banyak menemui banyak singkatan rekursif, dan cenderung jarang di pakai di bidang lain.
Singkatan rekursif menurut di Wikipedia adalah singkatan yang kepanjangannya mengacu pada dirinya sendiri. Bingung? Contohnya yang paling gampang adalah singkatan GNU (GNU’s Not Unix). Asal tahu saja, GNU adalah proyek pengembangan OS yang mirip UNIX, didirikan oleh Richard M Stallman dan hasilnya adalah OS GNU/Linux.
Coba perhatikan kepanjangan GNU, kata “GNU” di jadikan salah satu kepanjangannya. Dalam dunia programming, rekursif(Inggris: Recursive) adalah function atau procedure yang memanggil dirinya sendiri. Prinsipnya sama persis dengan kepanjangan GNU itu.
Sejarah
Masih menurut di Wikipedia, kalangan hacker MIT ingin singkatan produk-produknya memiliki unsur humor yaitu dengan singkatan yang kepanjangannya mengacu ke dirinya sendiri. Singkatan pertama yang menjadi korban adalah TINT(Tint Is Not TECO) di antara tahun 1977 sampai 1978. Karena kebanyakan mereka komunitas Open Source, tak heran banyak produk-produk yang open source menggunakan singkatan ini.
Singkatan seperti ini memang unik, aneh sekaligus lucu. Ya..itulah karya hacker-hacker MIT, kadang orang-orang komputer itu aneh. Meski begitu peran mereka di dunia komputer tidak sepele. Terlepas dari itu, entah saya harus sedih atau bangga ketika mendengar kata “orang komputer itu aneh”. Tapi memang kenyataannya begitu. Merujuk pada orang cerdas itu tingkahnya beda dengan orang pada umumnya. Dan singkatan rekursif tidak hanya dimonopoli oleh orang-orang komputer, banyak bidang lain yang memakainya(meski tidak sebanyak bidang komputer).
Oh ya ini contoh-contoh singkatan rekursif yang sudah saya kumpulkan (Copy Paste dari wikipedia)

Allegro — Allegro Low LEvel Game ROutines
CAVE — Cave Automatic Virtual Environment
Cygnus — Cygnus, Your GNU Support
FIAIF - FIAIF Is An Intelligent Firewall
GEECS — GEECS for Electronics Engineering Computers and Science
GNE — GNE's Not an Encyclopedia
GNU — GNU's Not Unix
LAME — LAME Ain't an MP3 Encoder
LINE — LINE is Not an Emulator
MICO — MICO Is COrba
MINC — MINC Is Not C
MINCE — MINCE is Not Complete Emacs
MINDY — MINDY Is Not Dylan Yet (MINDY interpreter of the Dylan language)
MiNT — MiNT is Not TOS (kemudian diganti dengan "MiNT is Now TOS")
MINT — MINT Is Not TRAC
PINE — PINE Is Nolonger Elm
PHP — PHP: Hypertext Preprocessor (awalnya "Personal Home Page")
PIPS — PIPS Is POSIX on Symbian
PLD — PLD Linux Distribution (awalnya "Polished Linux Distribution")
RPM — RPM Package Manager (awalnya "Red Hat Package Manager")
SCInterface — SCInterface Control Interface
Scaled — Scaled Composites: Advanced Link to Efficient Development
SPARQL — SPARQL Protocol And RDF Query Language
TIARA — TIARA Is A Recursive Acronym
TiLP — TiLP is a Linking Program
TINA — Tina Is No Acronym
TTP — The TTP Project
TINN — Tinn Is Not Notepad
TinNS — TinNS is not a Neocron Server
TRM — TRM Recognizes Music
UIRA — UIRA Isn't a Recursive Acronym
Wine — Wine Is Not an Emulator
Xinha — Xinha is not htmlarea
XINU — Xinu Is Not Unix
YAML — YAML Ain't Markup Language (awalnya "Yet Another Markup Language")
YLEM - YLEM Lisp Environment for Music
ZINC — ZINC is not commercial
Zinf — Zinf Is Not Free
Zombie — Zombie-Oriented Machine-Being Interface Engine
(AHP, 7 September 2008, 10:22

Minggu, 31 Agustus 2008

Recovery Data, Bagaimana Kerjanya?

Teriakan Sardono di tengah malam mengejutkan seisi rumah yang sedang tertidur lelap. Sardono yang sedang begadang menyelesaikan laporan praktikum Kimia di komputernya tidak sedang mengalami kesurupan. Namun laporan praktikum kimia berjumlah 20 halaman yang baru saja diselesaikannya terhapus dengan tidak sengaja. Laporan itu terhapus total, tidak ada di recycle bin. Yang lebih parah lagi, dia tidak punya duplikatnya. Malam, sudah menunjukan pukul 12:30 dini hari, tak mungkin mengetik ulang laporan itu, apalagi Guru kimianya yang terkenal tegas(killer?) menharuskan laporan di kumpulkan esoknya. Bila terlambat, artinya nilai dan nama baik melayang. Yang pertama ada di benaknya adalah berteriak sekeras mungkin, tapi teriak adalah ide yang buruk. Karena teriakannya, asma adiknya kambuh. Omelan Orang Tua pun diterimanya dengan keringat dingin bercucuran.
Banyak orang yang mengalami kejadian seperti Sardono diatas. Kehilangan data tampaknya menjadi persoalan klasik pengguna komputer, baik itu terhapus oleh pengguna atau malah media penyimpanannya yang memang rusak. Bila data yang hilang tersebut adalah data penting bagaimana? Berteriak mungkin bisa menghilangkan stress, tapi percayalah data tidak akan kembali dengan cara itu.
Kabar baiknya, asalkan belum ditimpa data lain, data yang terhapus bisa dikembalikan lagi dengan mudah. Cukup gunakan salah satu software recovery yang tersebar didunia ini, maka laporan praktikum Kimiapun akan kembali lagi tanpa harus ada yang sakit asma.
Lho...data sudah terhapus kok bisa kembali lagi? Ada apa di balik recovery data? Kenapa bisa begitu? Ingin tahu?Oke.......... Baca terus!.....

Penghapusan Data
Karena kebanyakan orang Indonesia menggunakan OS Windows (dan saya tahunya hanya itu), pembahasan disini menggunakan acuan OS Windows. Mungkin kalau OS lain seperti Linux atau Macintosh prinsipnya sedikit beda.
Pada saat pengguna menekan tombol ‘delete’, pada kondisi default data akan dipindah di recycle bin. Jadi data hanya dipindah tempat, bukan di hapus. Data yang ada di recycle bin masih utuh, hanya saja tidak bisa diakses seperti biasanya. Untuk mengembalikan data yang berada di recycle bin relatif mudah, yang harus dilakukan hanyalah klik kanan file dan lakukan restore. Data pun kembali ke tempat asal. Data dalam recycle bin juga lebih mudah untuk dihapus. Cukup dengan menggunakan utility Disk Clean Up, data lama di recycle bin pun akan terhapus secara permanen.
Prinsip recycle bin mirip sama tong sampah di rumah. Sampah yang tidak berguna bisa dibuang kedalam tong sampah. Dan barang yang sudah di buang tentunya bisa diambil kembali dengan mudah. Mungkin ide microsoft membuat recycle bin terinspirasi oleh petugas pembersih sampah..siapa tahu? Yang jelas keberadaan recycle bin akan sangat membantu pengguna bila terjadi salah menghapus file.
Bila masih berada di recycle bin, data akan bisa di restore dengan mudah. Bagaimana bila data sudah terhapus secara permanen. Mengakses recycle bin tidak akan bisa berguna untuk merestore data. Disinilah peranan software recovery, data yang telah di hapus mempunyai harapan untuk di restore kembali, Lha...How It works?

Cara Kerja
Sebelum ke cara kerja software recovery, ada baiknya kalau di bahas dulu mengenai penghapusan data.
Ketika pengguna komputer menghapus data lamanya dengan menekan Shift+del, maka data tidak dipindah ke recycle bin, namun langsung di hapus begitu saja. Data akan di pindah ke recycle bin apabila pengguna menhapus data dengan menekan tombol ‘del’ saja.
Selama ini kebanyakan pengguna komputer hanya mengetahui ketika di hapus, tentu saja datanya lenyap, tak tampak. Karena memang bila dilihat melalui interface Windows, data itu tidak ada. Lha...Tapi mengapa software recovery bisa menemukan data yang lenyap itu?
Oke...Berarti apa makna di hapus yang sebenarnya? apa yang dilakukan oleh Windows? Benarkah data itu lenyap? Apakah benar Kimia itu sulit?(Lho??)
Sebenarnya Windows tidak benar-benar menghapus data seperti ketika kita menhapus isi papan tulis. Yang dilakukann windows hanyalah menghapus index file tersebut dari harddisk. Index itulah yang berisi informasi letak suatu file di harddisk.
Index berfungsi untuk memetakan letak file dalam harddisk. Coba bayangkan tanpa sebuah index, OS akan sangat kesulitan bekerja. Misalnya OS membutuhkan sebuah file, tanpa sebuah index OS tidak akan tahu lokasi sektor dari file tersebut, mengingat ada jutaan sektor dan ribuan data di sebuah harddisk, dan semua data itu hanya berbentuk 0 dan 1. Dengan index, OS bisa mengenali file-file yang ada di harddisk sekaligus mengaksesnya dengan cepat.
Oke...kembali ke penghapusan data. Bila index file sudah di hapus, maka OS akan menganggap file tersebut tidak ada, itulah yang pengguna komputer anggap sebagai dihapus Meski pada kenyataannya isi file tersebut masih utuh di harddisk. Itulah sebabnya proses menghapus data bisa lebih cepat daripada menulis data, meski dengan ukuran file yang sama.
Data yang indexnya sudah di hapus tentu saja bisa di timpa oleh data lain. Karena OS menganggap data itu tidak ada. Misalnya ada sebuah data yang terletak di sektor 2345 sampai dengan 56789. Kemudian pengguna menghapus data tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, OS hanya menghapus index data, data asli yang terletak di sektor 2345 sampai dengan 56789 tidak diapa-apakan. Dengan di hapusnya index, maka sektor 2345 s.d 56789 dianggap kosong oleh OS. Karena itu jika ada file baru yang akan di tempatkan di harddisk, OS bisa saja menaruh file tersebut di sektor antara 2345 s.d 56789 kendati sektor tersebut sebenarnya ada datanya. Bila sudah di timpa maka data yang tadi dihapus tersebut tidak akan bisa di baca lagi untuk selamanya, dengan cara apapun.
Masing-masing software recovery mempunyai metode yang berbeda untuk membaca dan mengembalikan file yang terhapus. Namun prinsip kerjanya semuanya sama, yaitu dengan mengandalkan proses penghapusan data OS yang hanya menghapus index data. Dengan menscan isi harddisk, software recovery bisa mengenali file yang indexnya sudah tidak ada. File itulah yang mereka anggap sebagai data yang telah terhapus. File itu bisa di periksa apakah ada bagian filenya yang sudah ditimpa data lain, bila ada maka ucapkan selamat tinggal pada file tersebut, bila tidak file bisa di recover.
Memang semua sofware recovery mensyaratkan supaya file bisa kembali dengan selamat, file tersebut harus belum di timpa oleh data lain. Tidak ada software recovery yang sedemikian sakti, yang bisa mengembalikan data harddisk meski suda di timpa puluhan kali. Jadi bila suatu saat terjadi kehilangan data, jangan lakukan aktifitas yang memungkinkan adanya penulisan data. Kalau perlu jangan menyalakan komputer dulu sebelum siap mental untuk merecovery. Dengan begitu tingkat kemungkinan data bisa kembali utuh semakin besar. Untuk lokasi tujuan file yang di recovery sebaiknya letaknya di drive yang berbeda dengan data yang dihapus. Supaya memperkecil kemungkinan data yang sedang di recovery tertimpa oleh data hasil recovery, kalau itu terjadi ya sama saja bohong, data rusak oleh datanya sendiri.
Bicara soal software recovery mana yang paling baik, terus terang saya belum bisa menjawabnya. Karena saya jarang melakukan recovery data, jadi praktis saya jarang membandingkan kinerja antar software recovery. Selain itu jumlah software itu sangat banyak di pasaran, ada yang gratis, ada yang sangat mahal, ada yang interface dan featurenya sederhana, ada pula yang featurenya lengkap. Untuk memilihnya mungkin Sholat Istikharoh, Do’a, dan sedikit bantuan dari paman Google akan sangat membantu. Namun bila data yang hilang skalanya besar, seperti mencakup hampir seluruh harddisk. Maka solusi terbaik adalah memanfaatkan jasa recovery data, mereka akan dapat memperbesar kemungkinan data bisa selamat. Karena tentunya software recovery yang mereka gunakan sebanding dengan harga jasanya. Juga biasanya orang-orang mereka lebih terlatih daripada pengguna komputer rumahan.
File Shredder
Ternyata untuk merecovery data bisa dilakukan oleh siapa saja dengan mudah. Cukup dengan software recovery andalan keluarga dan sedikit keberuntungan, data yang dihapus bisa dikembalikan seperti semula. Tapi bagaimana bila data yang akan dihapus itu data penting yang tidak bisa sembarangan dilihat orang. Bagaimana bila ada orang yang coba-coba merecovery-nya untuk mendapat keuntungan dari data itu? Solusi terbaik adalah menghapus file tersebut dengan software pengoyak file atau bahasa planetnya file shredder software. Dengan penghapusan menggunakan ini dijamin data tidak akan bisa di recover oleh software recovery sesakti apapun. Dalam bekerja software tidak hanya menghapus index data, tapi juga file aslinya. Ada yang bekerja dengan menimpa data asli dengan file lain. Ada juga yang benar-benar menghapus total file dengan me-nol-kan isi datanya.
Nah....dengan software recovery sebenarnya Sardono tidak perlu membuat asma adiknya kambuh. Asalkan laporan Kimia belum ditimpa oleh data lain, dia tidak perlu begadang dengan kondisi “berdarah-darah” sampai Adzan Shubuh berkumandang untuk mengetik ulang laporan kimia.(AHP 30 Agustus 2008 19:26)

Jumat, 15 Agustus 2008

Google Earth

Sejak kehadiran alat transportasi modern beberapa abad yang lalu orang makin menyadari kalau bumi tidak seluas yang dibayangkan, jarak yang jauh bisa bisa di tempuh dengan lebih singkat daripada dengan tanpa kendaraan, perjalanan keliling dunia bukan hal yang sulit. Tapi diabad 21 ini kita tidak butuh kendaraan mutakhir, waktu dan tebal dompet hanya untuk perjalanan keliling dunia. Kita hanya butuh komputer, koneksi internet, sedikit waktu luang, dan mungkin secangkir kopi hangat buatan sendiri. Ya....yang saya maksud tentu bukan terbang keliling dunia seperti Superman dengan menenteng komputer dan kopi hangat. Yang saya maksud adalah keliling dunia dengan Google Earth. Memang bukan keliling dunia dalam arti sebenarnya, namun cukup untuk menyaksikan hampir ke seluruh tempat didunia dengan biaya minim(dengan kata lain=Gratis!). Sehebat itukah makhluk yang bernama Google Earth ini? Ingin tahu? Oke lanjut.....
Sekilas Google Earth

Google Earth merupakan software yang bisa menampilkan peta fotografi yang mencakup seluruh dunia dalam bentuk 3D secara online. Sebenarnya tidak hanya foto saja yang bisa di tampilkan oleh Google Earth, Selain foto ada informasi geografis, kondisi politik, kepadatan dan informasi-informasi lainnya yang menjadi satu paket dengan foto-foto permukaan bumi. Semua itu tersimpan dalam server-server milik google dengan satuan terabyte. untuk yang belum tahu, 1 terabyte itu kira-kira senilai dengan 1000GB.


GUI Aplikasi Google Earth
Awalnya aplikasi Google Earth bernama Earth Viewer yang di kembangkan oleh Keyhole Inc. sejak tahun 2001. Kemudian pada tahun 2004 Keyhole inc di akuisisi oleh google. Dan pada tahun 2005 Google mengganti nama Earth Viewer menjadi Google Earth. Hingga sekarang Google Earth terus dikembangkan oleh pihak Google.
Ketika kita menjalankan aplikasi Google Earth di komputer yang terkoneksi ke Internet, maka secara otomatis Google Earth terhubung ke server-server milik google. Aplikasi Google Earth berfungsi untuk menampilkan data yang berasal dari server milik google kepada pengguna. Karena data yang dikirimkan itu berupa foto dengan resolusi lumayan tinggi, maka koneksi internet cepat mutlak di perlukan.
Jangan harap bisa melihat daerah Silicon Valley dengan koneksi yang hanya 56 Kbps. Bila kecepatannya hanya 56Kbps maka segera lupakan Google Earth, tapi kalau memang sudah berniat untuk melatih kesabaran tingkat tinggi, 56Kbps sudah sangat memadai. Jadi bila ingin menggunakan Google Earth secara normal (bukan untuk melatih kesabaran) kecepatan koneksinya paling tidak sebesar 128Kbps, semakin besar semakin baik.
Versi
Google tidak hanya mengeluarkan versi gratis untuk google earth, ada juga versi berbayarnya. Yaitu Google earth Plus dengan biaya langganan $20 pertahun, Google Earth Pro yang ditujukan untuk kalangan profesional dan komersial dan yang terakhir adalah Google Earth Enterprise, versi ini sangat tidak disarankan untuk pengguna rumahan.
Tentunya versi-versi itu memang ditujukan untuk kalangan tertentu yang memang membutuhkan yang lebih dari sekedar versi gratisnya. Versi berbayarnya memang dilengkapi dengan fitur-fitur yang lebih lengkap yang sudah diseuaikan dengan segmen pembelinya. Tapi tidak semua fitur itu diperlukan oleh pengguna rumahan, jadi kalau hanya ingin melihat-lihat atap rumah, kita atau tempat-tempat terkenal didunia, Google Earth versi gratis sudah lebih dari cukup.
Sumber Data
Sekarang bagaimana cara Google mendapatkan data peta fotografi yang begitu banyaknya? Pihak google menggunakan 2 sumber primer, yaitu dari satelit dan foto dari pesawat terbang. Tentunya banyak pihak yang menyediakan peta fotografi, karena pihak itu memang mengkhususkan diri untuk membuat peta fofografi. Nah Google menggunakan jasa mereka untuk mendapatkan peta fotografi. Karena data-data itu diambil dari banyak sumber, terdapat perbedaan resolusi antara daerah satu dengan daerah lainnya. Mungkin ada daerah yang resolusinya rendah sampai-sampai jalan tidak bisa terlihat dengan jelas. Tapi ada juga daerah yang ditampilkan dengan resolusi tinggi, hingga nampak jelas orang sedang berjalan di jalanan. Perbedaan tersebut biasanya terkait dengan lokasi wilayah tersebut. Resolusi daerah washington tentunya lebih baik daripada resolusi di daerah Purwokerto.
Selain peta fotografi, google earth juga mendapatkan data dari yang disebut sebagai Digital elevation Model(DEM). Data ini diambil oleh Shuttle Radar Topography Mission milik NASA. DEM merupakan data yang mempresentasikan bentuk permukaan bumi. Bila data DEM tersebut disatukan dengan peta fotografi, maka akan tercipta permukaan bumi dalam bentuk 3 Dimensi. Sebenarnya intinya adalah Peta fotografi di jadikan sebagai tekstur data DEM yang dalam bentuk 3 dimensi.

Inilah salah satu kehebatan Google Earth, dengan sedikit mengatur kemiringan pandangan, pengguna bisa melihat gunung-gunung secara tiga dimensi dengan tekstur yang sangat nyata (karena teksturnya merupakan peta fotografi) , bukan hanya berupa foto lagi. Pengguna bisa menelusuri gunung, bukit, pegunungan dan gedung layaknya Superman yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi.


Rumahku hoi.....Rumahku!!!!
Menuai Kritik
Dengan Google earth, siapapun bisa mengakses seluruh tempat didunia dengan hanya duduk didepan komputer. hal inilah yang dikhawatirkan banyak kalangan, terutama dinas pertahanan(pihak militer) di USA. Mereka khawatir Google Earth di salahgunakan oleh teroris untuk mengintai lokasi-lokasi penting di USA dan kemudian melakukan penyerangan. Tapi itulah teknologi yang bersifat netral. Solusi terbaik adalah bukan dengan cara menghentikan pemakaian teknologi tersebut tapi dengan cara memberi batasan-batasan yang tentunya masih dianggap wajar.
Terlepas dari itu, banyak orang yang sangat terbantu dengan adanya Google Earth. Google Earth diperlukan oleh banyak bidang ilmu, bahkan cukup berguna untuk kehidupan sehari-hari dan mereka yang hobi melancong. Dengan Google earth kita bisa melihat lokasi-lokasi yang memang sulit dijangkau oleh masyarakat umum, seperti pulau-pulau terpencil atau lokasi-lokasi berbahaya.
Google Earth merupakan terobosan teknologi yang cukup revolusioner, suatu saat mungkin tidak ada orang yang melakukan perjalanan jauh dengan membawa peta atau atlas. Tapi cukup sebuah komputer, koneksi Wi-fi, sebuah aplikasi gratis bernama Google Earth dan mungkin secangkir kopi panas. Ohya untuk informasi lebih lanjut soal Google Earth bisa langsung browsing ke sini.(AHP, 15 Agustus 2008 21:22)

Kamis, 07 Agustus 2008

Membajak Software (Bagian 3, Habis)

Wah...jadi trilogi nih. Karena emang pembahasan soal pembajak software belum selesai. Keygen udah di bahas panjang lebar, crack juga sudah hmm... apa lagi nih?Ow.. ternyata masih ada satu lagi yang tertinggal yaitu Appz. Apaan itu...? Baca Terus

Appz
Sekarang beralih ke alat pembajak yang ketiga, sebenarnya ngga tepat kalo disebut alat. Karena Appz merupakan hasil bajakannya, tidak seperti crack atau keygen yang merupakan alat untuk membajak software. Tapi ga masalah, karena Appz juga di buat dengan cara mencrack si software. Kalo sama-sama mencrack trus bedanya sama crack itu apa?Nah...terus saja baca
Perbedaan pokok antara crack dengan appz adalah pada bentuknya, bila crack merupakan file tertentu dari program yang sudah dimodifikasi sedangkan Appz adalah aplikasi utuh yang sudah di modifikasi atau di crack.
Masih bingung?
Intinya Appz itu merupakan software berbayar yang sudah di modifikasi sehingga dapat digunakan seutuhnya tanpa harus membayar. Ketika suatu software sudah selesai di modifikasi oleh cracker, software itu akan di pack kembali dalam bentuk installer seperti ketika sebelum di modifikasi. Hal ini dimaksudkan supaya orang lain bisa menginstal software Appz tersebut seperti biasa. Ibaratnya seseorang yang membuka segel tabung gas elpiji kemudian memodifikasi gas yang ada didalamnya, setelah selesai di modifikasi, tabung gas elpiji di segel kembali.
Sebenarnya prinsipnya sama seperti crack, hanya saja crack berupa file yang terpisah yang di gunakan setelah instalasi. Sedangkan pada Appz, crack tersebut sudah “terintegerasi” dengan tubuh software. Sehingga setelah instalasi pengguna tidak perlu lagi repot-repot mencopy crack ke dalam direktori software. Oh..ya sengaja kata ‘terintegerasi’ saya beri tanda petik, karena pada kenyataannya crack tidak benar-benar di integerasikan dalam tubuh software, membuat Appz sebenarnya hanya memodifikasi software bukan menggabungkan crack dalam software.
Melihat begitu banyaknya fasilitas-fasilitas yang disediakan para cracker untuk pengguna yang berniat membajak software, bisa di bayangkan betapa sulitnya untuk memberantas pembajakan. Meskipun sistem proteksi yang di terapkan oleh produsen software senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan, kualitas skill para cracker juga semakin terlatih untuk membobol sistem proteksi software. Selain itu, begitu banyaknya permintaan akan crack, appz dan keygen membuat cracker semakin termotivasi untuk membobol software.
Apakah mungkin membasmi software bajakan secara menyeluruh di indonesia tercinta, mengingat budaya membajak yang secara tak langsung telah diajarkan di sekolah sudah mengakar kuat di benak masyarakat indonesia. Jawaban saya : mungkin!
Oke memang saya jawab mungkin, namun alasannya agak sedikit ekstrim. Akar permasalahan pembajakan software di lingkup global adalah adanya permintaan. coba bayangkan kalo tidak ada permintaan software bajakan. Apa yang terjadi? Cracker spesialis pembajak akan pensiun dini, toh untuk apa susah-susah membuat keygen kalau tidak ada yang akan menggunakannya. Bukankah dengan begitu tidak ada lagi software bajakan.
Yang jadi pertanyaan, bagaimana cara menghilangkan permintaan software bajakan? Lha..ini yang paling ekstrim: Buatlah semua software berlisensi freeware. Di jamin tidak ada orang yang akan membajak. Tapi hal ini hampir mustahil dilakukan, karena biaya pembuatan software tidak gratis. jelas ini sangat ekstrim.
Uraian diatas bukan berarti saya menginginkan semua software berlisensi freeware, hanya untuk menggambarkan untuk mengatasi pembajakan sama sulitnya dengan membuat semua software menjadi freeware.
Yang bisa dilakukan adalah menciptakan keseimbangan antara pembeli software asli dengan pembajak. Bila pembajak software jumlahnya lebih banyak dari pada pembeli software asli tetapi pembeli software asli tersebut mampu mencukupi kebutuhan hidupnya tampaknya itu bukan masalah, selama produsen software tidak rakus. Disitulah terciptanya keseimbangan dimana tidak ada pihak yang merasa terlalu di rugikan. Dan perlu diingat kembali, perkembangan dunia TI indonesia tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa adanya software bajakan.
Tanpa adanya keseimbangan akan terjadi kesenjangan antara produsen software dan pembeli. Bila terlalu banyak pembajak maka produsen software akan terus merugi karena tidak ada yang membeli softwarenya dan pihak pembajak akan terus di untungkan, sementara bila terlalu banyak pembeli software asli tanpa ada pembajak maka produsen akan semakin kaya dan kaya, sementara mereka yang tidak mampu membeli softwarenya hanya akan gigit jari.(AHP 7 Agustus 2008 20:32)

Rabu, 30 Juli 2008

Cara Kerja Download Accelerator


Siapa pengguna internet yang ga pernah download? Saya yakin hampir 95% pengguna internet pasti pernah download file, entah itu file kecil atau besar. Masalahnya adalah ketika mau download file berukuran besar, sementara koneksi internetnya koneksi keong, alias lambat. Solusi terbaik adalah membatalkan niat dari lubuk hati yang paling dalam untuk mendownload file tersebut atau download di tempat lain yang koneksinya lebih cepat. Bagaimana bila file tersebut adalah file penting yang harus didownload secepatnya. Bila di paksakan download, mungkin butuh waktu seharian. Bila keadaannya seperti ini solusi terpintar adalah memanfaatkan jasa software download accelerator (bisa juga disebut sebagai download manager), di jamin kecepatan download naik hingga 500%. Download Accelerator? Hmmm...se-sakti itukah? Bagaimana kerjanya? Kalo pingin tahu, baca terus!


Software Download accelerator banyak bertebaran di internet, mulai dari yang berlisensi freeware seperti Download accelerator, Free download manager atau flash get sampai yang shareware seperti Internet Download Manager. Namun semuanya memiliki cara kerja yang hampir sama, meski dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.


Cara Kerja
Download Accelerator atau download manager bekerja dengan cara memanfaatkan salah satu fitur di protokol HTTP. Fitur itu adalah pelayanan permintaan terhadap bagian tertentu dari suatu file. Inilah kunci dari cara kerja semua software Download Accelerator.
Dengan fitur ini software Download Accelerator bisa mem-pause dan kemudian melanjutkan kembali download file. Jadi gini, ketika kegiatan download di pause untuk dilanjutkan kembali besaoknya, Download Accelerator akan mencatat sampai bagian mana file telah didownload. Kemudian bila download dilanjutkan kembali, Download Accelerator melakukan permintaan kepada HTTP server untuk hanya memberikan bagian file yang belum didownload saja, sedangkan bagian file yang sudah didownload tidak. Dengan begitu proses download tidak harus di mulai dari awal. Ini cara kerja begaimana Download Accelerator bisa mem-pause dan meneruskan download. Sekarang bagaimana Download Accelerator bisa mempercepat download?
Untuk mempercepat download, sebagian besar Download Accelerator masih menggunakan layanan permintaan bagian tertentu dari file. Ketika mendownload file Download Accelerator membagi file tersebut menjadi beberapa bagian dan kemudian mendownload file yang sudah terbagi itu dalam satu waktu. Untuk melakukan ini Download Accelerator membuka beberapa koneksi ke HTTP server. Jadi anggapan HTTP server Download Accelerator sedang melakukan download lebih dari satu file. setelah tiap bagian file selesai di download Download Accelerator kemudian menggabungkan file kembali.
Dampaknya proses download jadi jauh lebih cepat. Coba bandingkan bila kita mendownload puluhan file dengan ukuran kecil dengan satu file berukuran besar. Bukankah lebih cepat mendownload file berukuran kecil meskipun dalam jumlah banyak daripada satu file berukuran besar. Bila tidak percaya buktikan saja.
Namun ada beberapa HTTP server yang membatasi jumlah koneksi oleh satu alamat IP, bila itu terjadi bukankah Download Accelerator tidak bisa leluasa untuk membagi file, karena tiap bagian file membutuhkan satu jalur koneksi ke HTTP server. Apa yang dilakukan Download Accelerator bila itu terjadi?
Kabar baiknya ada kemungkinan ada server lain menyediakan mirror website yang berisi file yang sama. Dengan begitu Download Accelerator bisa melakukan koneksi kepada server tersebut dan melakukan download file. Jadi Download Accelerator bisa menggunakan beberapa server yang berbeda untuk mendownload file yang sama.
Pada beberapa Download Accelerator, ada kemampuan untuk memilih server tercepat untuk mendownload file tertentu. Jadi ketika mendownload file, Download Accelerator akan mencari server yang menyediakan file yang sama dan tentunya merupakan yang tercepat. Yang saya tahu salah satu Download Accelerator dengan kemampuan tersebut itu adalah Internet Download Manager atau biasa disingkat jadi IDM. Dengan kemampuan ini IDM bisa mendownload puluhan kali lebih cepat daripada download manager standar browser. Perbedaan kecepatan dibanding dengan Download Accelerator lain juga sangat signifikan.
Pernah suatu saat saya mendownload file berukuran 22 MB, awalnya saya menggunakan download manager standarnya Opera. Kecepatannya berkisar antara 6-10 KB/s, ketika saya coba menggunakan IDM kecepatanya sangat mengejutkan yaitu mencapai 90 KB/s. luar biasa, mengingat kecepatan koneksi internetnya “hanya” 384 Kbps. File 22 MB tersebut berhasil didownload dalam waktu kurang dari 5 menit. Namun salah satu kekurangan besar IDM yang lisensinya merupakan shareware. IDM di distribusikan dalam bentuk trialware, dengan jangka waktu 30 hari. Namun untuk pengguna internet yang akses internetnya bukan di rumah ini ga jadi masalah kan?(tahu kan maksudnya? ) jadi kalau mau milih software Download Accelerator pakai saja IDM.


Download Accelerator menyita Bandwith?
Saya jawab, YA! Dampaknya sama persis dengan ketika kita mendownload banyak file dalam satu waktu. Meski downloadnya cepat, loading website akan sangat melambat. Apalagi pada jaringan, bila ada salah satu pengguna komputer dalam satu jaringan menggunakan Download Accelerator, apalagi file yang didownload banyak, maka siap-siap saja di protes oleh pengguna lainnya. Jadi Download Accelerator akan lebih efisien ketika koneksi internet tidak sedang digunakan oleh orang banyak. Sedang download terus di tinggal. Apalagi dengan adanya fitur penjadwalan download, Download Accelerator akan sangat membantu.
Jadi mulai sekarang tidak usah terheren-heran kalo ada teman yang mengaku mendownload file berukuran 1 GB dalam hitungan jam alih-alih hitungan minggu(ekstrim amat?) kemungkinan besar dia menggunakan Download Accelerator(AHP 30 Juli 2008 20:17)

Senin, 28 Juli 2008

Membajak Software (bagian 2)

Arikel ini masih satu tema dan judul dengan artikel yang ini, sebenernya antara artikel ini dengan artikel yang itu merupakan satu artikel, namun karena terlalu panjang saya bagi dua aja. Jadi pingin kalo lebih afdol ilmunya, baca artikel sebelumnya dulu Nah puas bicara soal keygen di artikel itu, sekarang kita bahas soal crack. Apaan tuh... Baca terus!!

Crack
Lah...ini beda lagi dengan keygen, crack tidak menghasilkan serial number seperti keygen. oke langsung aja masuk ke definisinya:

Merupakan file tertentu dari suatu program yang sudah di modifikasi, sehingga dengan file yang telah di modifikasi tersebut akan didapatkan software yang full version.

Masih bingung.....? Baca Penjabaranya
Disetiap hasil instalasi software biasanya terdiri dari beberapa file .exe dan file .dll (dinamic link library). Dua jenis file itulah yang berisi kode-kode yang menentukan bagaimana software itu bekerja. Didalamnya juga termasuk kode dari sistem proteksi yang di terapkan oleh si software.
Seorang cracker berpengalaman akan bisa menemukan mana kode-kode yang mengatur tentang proteksi software. Ketika sudah di temukan cracker akan memodifikasi kode software itu sedemikian rupa sehingga sistem proteksi tidak bekerja. Selanjutnya file tersebut di compile ulang.
Dengan begitu dihasilkan sebuah file, yang harusnya fungsinya melindungi software tersebut dari pembajakan menjadi sebuah file ‘mandul’ yang tidak bisa menjalankan fungsinya. Jadi software akan menjadi full version tanpa harus memasukan serial number, nah itulah prinsip dasar dari crack. Jadi intinya crack merupakan hasil modifikasi dari kode software, yang membuat sistem proteksi software itu lumpuh.
Tapi itu baru prinsip dasar dari crack, pada kenyataanya jenis-jenis crack tidak hanya itu. Banyak variasi lainnya disesuaikan dengan sistem proteksi software yang akan di bajak, jadi saya kelompokan aja sesuai dengan apa yang saya tahu.
Bentuk 1
Seperti yang udah saya sebutin sebelumnya, pada komputer windows, file inti program pada umumnya terdiri dari dua macam ektensi file, yaitu *.dll dan *.exe. file *.exe merupakan file inti yang bisa dijalankan atau di eksekusi oleh OS, sedangkan file *.dll merupakan modul yang di jalankan oleh file*.exe tersebut sesuai kebutuhan. Pada kedua file itulah kode-kode penyusun software tersimpan.
Crack bisa berada pada kedua bentuk tersebut (.*dll atau *.exe), tergantung pada lokasi kode proteksi di letakan. Bila kode proteksi berada pada file bertipe *.dll maka crack tersebut berupa file *.dll. begitupun jika kode berada pada file *.exe, maka file crack tersebut merupakan file *exe. Bingung..? sebenernya konsepnya sederhana, cuman koq saya nulisnya jadi kayak ruwet banget yah, hehehehe. Bila masih bingung saya pake contoh aja yah....
Misalkan ada sebuah software berbayar yang menggunakan proteksi yang mewajibkan pengguna mengaktivasi serial number. File yang di tugaskan untuk mengatur aktivasi software tersebut bernama ‘proteksi.dll’, bisa dilihat file tersebut merupakan file *.dll. Kemudian....pengguna software itu melakukan aktivasi, lalu aktivasi berhasil....maka file ‘proteksi.dll’ akan membuat software itu menjadi full version, yaitu dengan cara menonaktifkan kode yang membatasi penggunaan software tersebut. Dengan nonaktifnya kode tersebut, maka software bisa digunakan sepuasnya, dengan kata lain menjadi full version.

Sampai disini jelas?Oke lanjut...........
Seorang cracker handal mengamati kegiatan software ketika melakukan aktivasi. oww ternyata ketemu file yang mengatur sistim proteksi merupakan file yang bernama ‘proteksi.dll’. Cracker pertama-tama mengamati bagaimana cara kerja file tersebut kemudian memodifikasi file ‘proteksi.dll’ sehingga kode didalamnya mampu menonaktifkan kode yang membatasi penggunaan software. Sehingga software seolah-olah telah di aktivasi. Maka file ‘proteksi.dll’ yang sudah di modifikasi itu bisa disebut sebagai crack.
Sama juga bila kode proteksi berada pada file *.exe, file *.exe yang memuat kode proteksi juga akan dimodifikasi untuk menonaktifkan sistem proteksi software.
Bentuk 2
Untuk bentuk 2 ini crack merupakan software yang berdiri sendiri, dan bukan merupakan modifikasi dari file program. Namun crack ini difungsikan untuk membajak software. Prinsip kerjanya yaitu memanipulasi atau memodifikasi beberapa komponen program sehingga sistem proteksinya lumpuh.
Sekilas mirip dengan crack bentuk 1 ya? Tidak, keduanya berbeda. Pada crack bentuk 1, wujud dari cracknya merupakan file hasil modifikasi dari file software, sedangkan pada bentuk 2 ini, wujud dari crack adalah sebuah software yang fungsinya adalah memodifikasi isi file software yang akan di bajak. Nah itu perbedaan utamanya.
Untuk jenis bagaimana modifikasinya sendiri bermacam-macam, tergantung dari software yang akan dibajak. Ada crack yang fungsinya adalah membekukan batas waktu aktivasi. Kadang ada software yang membatasi waktu aktivasi hingga 30 hari, bila setelah 30 hari tidak diaktivasi itu maka beberapa software akan tidak lagi seperti sebelumnya. Fungsi crack pembeku masa aktivasi ini adalah supaya waktu 30 hari itu tidak berkurang. Jadi meski software sudah 20 hari tidak di aktivasi, batas waktunya akan tetap 30 hari. Selama apapun software di gunakan, batas aktivasinya tetap 30 hari. Begitupun pada software yang trial, waktu masa trial ini juga bisa di bekukan.
Itu salah satu dari tipe modifikasi software crack. Sebenarnya masih banyak tipe-tipe lainnya, tapi agaknya ga perlu dijelasin satu-sayu yah? Satu saja sudah cukup (cape sih..ngetiknya..hehe)
Membajak software menggunakan crack lebih mudah daripada melalui keygen, karena pengguna tidak perlu repot-repot memasukan kode khusus, serial number atau semacamnya. Hanya tinggal klik ganda file crack, maka software pun menjadi full version tanpa biaya. IRIT
Namun crack juga menyimpan bahaya, karena file program yang digunakan merupakan hasil modifikasi. Kita tidak tahu apa saja yang di rubah atau di tambah oleh si cracker pada file software tersebut. Coba saja..siapa tahu cracker menyusupkan kode-kode yang sifatnya merugikan, kan jadinya bukan untung mbajak tapi buntung karena mbajak. Jadi bila dapet crack, pastikan itu berasal dari sumber yang terpercaya (emang ada gitu yang terpercaya). Jadi dalam hal ini crack lebih rawan daripada keygen, tapi bukan berarti keygen itu aman juga. Bila ingin yang aman dan terpercaya, jangan gunakan dua pembajak itu. Trus gimana? Ya...mau ga mau semua program berbayar yang kita miliki harus difull versionkan dengan membeli lisensi dari produsen software, sedikit(?) lebih mahal memang, tapi kan legal.(AHP 28 Juli 2008 20:17)

Sabtu, 26 Juli 2008

Membajak Software

Kalau Mas Joko Nurjadi membahas tentang Alat untuk memproteksi software di artikelnya yang ada di majalah PCMedia April 2008, maka saya kebalikannya yaitu alat untuk membajak software. Jadi disini kita kupas tentang cara yang biasa dilakukan orang untuk membajak software. Meski disini bicara soal gimana caranya membajak software, namun cukup sebagai pengetahuan saja, ngga usah berniat untuk mempraktekan, tapi bukankah lebih baik banyak tahu daripada tidak tahu kan? Oke kalo begitu lanjutttt.................
Mungkin buat yang biasa mbajak software sudah ga asing lagi dengan alat pembajak software, termasuk cara pakenya. Karena emang tiap alatnya cara pakenya beda-beda, ada yang rumit ada yang sederhana ada pula yang harus belajar bertahun-tahun dulu untuk memakainya (eits...iya bener). Hayo.... siapa yang udah pengalaman? Udah ah...intronya ga usah panjang-panjang...masuk ke topik utama....so baca terus!!

Keygen
Keygen atau Key Generator itu semacam program yang bisa menghasilkan nomor serial yang cocok dari suatu software. Oke..sebelum membahas lebih jauh mengenai keygen ada baiknya kalo saya bahas dulu soal Nomor Serial.
Serial Number atau Nomor serial (Ah..sama aja koq) merupakan kumpulan karakter unik, yang memang sudah disiapkan oleh pengembang software, nomor serial ini berfungsi sebagai kunci untuk mendapatkan software yang full version. Ketika seseorang menginstal software berbayar biasanya pada saat instalasi, installer akan meminta nomor serial yang valid, bila tidak di berikan maka instalasi tidak bisa dilanjutkan. Teknologi proteksi jenis ini merupakan jenis proteksi yang paling lemah, karena satu serial number bisa di gunakan untuk instalasi beberapa software di komputer lain, namun proteksi jenis ini hingga saat ini masih banyak digunakan.
Untuk mengatasi kelemahan proteksi dengan serial number, beberapa produsen software mengharuskan pengguna untuk melakukan aktivasi terhadap software itu. Aktivasi dimaksudkan untuk memastikan sebuah serial number hanya di gunakan oleh satu komputer. Jadi maksudnya gini, misalkan kita memiliki serial number untuk software yang bernama HHH dengan nomor 012124, nomor ini kita dapatkan dari si pengembang software HHH. Kita gunakan nomor ini untuk instalasi software HHH. Setelah di instalasi, software itu kita aktivasi lewat internet, dan berhasil.
Suatu saat teman kita yang mau menginstal software HHH di komputernya dan meminta serial number milik kita. Dan kemudian si teman itu melakukan instalasi hingga berhasil, namun ketika di aktivasi, tidak berhasil!! Mengapa? Hal itu karena serial number 012124 sudah kita aktivasi sebelummya, sehingga teman kita itu harus meminta serial number baru untuk bisa menggunakan software HHH itu, tentunya dengan harga yang tidak gratis.
Sampai saat ini sistem aktivasi itu masih dianggap cukup efektif (cukup efektif bukan berarti efektif) untuk mempersulit ulah para pembajak. Salah satu produsen yang banyak menerapkan sistem ini adalah microsoft, coba tengok mulai dari Vista, Office 2007, XP hingga office XP menerapkan sistem aktivasi ini. Vista memiliki batas waktu 30 hari setelah instalasi untuk aktivasi, bila vista tidak di aktivasi setelah lewat 30 hari, maka sebagian fitur-fitur vista akan di blok.
Namun bukan cracker kalo cepat menyerah, hingga kini tidak ada sistem proteksi yang tidak mampu ditembus oleh mereka, semakin kuat sistem proteksi yang diterapkan makin kuat usaha cracker untuk menjebolnya.
Oke cukup jauh nglanturnya, kembali ke Keygen
Keygen di rancang untuk menghasilkan serial number yang valid untuk software tertentu dengan menggunakan persamaan matematika yang (menurut saya) cukup rumit. Pernah suatu saat saya mengamati source code dari sebuah keygen, mungkin karena masalah skill programming yang ga begitu bagus, saya hampir(hampir lho) tidak bisa mengikuti alur programnya, meski baris programnya ga begitu banyak. Cukup untuk menggambarkan kalo rutin dalam keygen ga bisa di sebut sederhana.
Selain itu saya ga habis pikir gimana para cracker bisa membuat sebuah kode yang bisa menghasilkan nomor yang cocok, padahal serial number sendiri merupakan hal yang sensitif yang berusaha ditutup-tutupi oleh produsen software. Bayangkan bagaimana bisa menentukan kalo ini di ginikan trus jadinya serial number yang valid, tau darimana??? Bisa di ambil kesimpulan untuk membuat keygen itu ga mudah, di butuhkan kemampuan programming dengan bahasa tingkat rendah untuk membuatnya, yang jelas-jelas perlu waktu bagi manusia(normal) untuk menguasainya. Salut....( tapi jujur saya lebih salut kepada pembuat software yang di bajak oleh cracker)
Berdasarkan pengalaman saya sebagai pembajak software pengamat pembajakan (duileh sok banget, ini cuman pengamatan anak SMA ingusan lho), jenis keygen saya kelompokan jadi dua aja biar gampang, yaitu...

Keygen Yang tidak membutuhkan Input Khusus
Jenis ini hanya menggenerate serial number tanpa ada input apapun. Keygen jenis ini hanya membutuhkan satu buah tombol untuk menggenerate serial number yang valid. Serial numbernya sendiri merupakan hasil perhitungan random (acak), sesuai dengan rutin yang ada di tubuhnya. Tapi jangan bayangkan acak sebagai asal hitung, meski serial number yang dihasilkan itu acak, namun kevalidannya sangat bisa di percaya. Keygen jenis ini di peruntukan untuk software yang hanya membutuhkan input serial number, tanpa ada permintaan macam-macam lainnya.

Keygen yang membutuhkan Input Khusus
Usaha produsen software untuk melindungi software buatannya sangat variatif, salah satunya adalah menyertakan kode khusus yang berbeda-beda untuk tiap instalasinya. Kode ini diperlukan oleh user untuk melakukan aktivasi softwarenya itu. Yaitu dengan cara mensubmit kode tersebut kepada pihak produsen, maka setelah masalah pembayaran sudah beres user akan di berikan serial software yang valid.
Ketika serial number tersebut di masukan ke software, maka software akan mencocokan serial number tersebut dengan kode khusus, bila menurut perhitungan si software sesuai, maka software tersebut siap digunakan secara full version.
Contoh software yang menerapkan proteksi itu adalah 3ds Max. Software modelling dan animasi 3D buatan Autodesk ini harganya lebih dari 3 kali lipat harga motor Jupiter Z, atau hampir setara dengan 3 tahun gaji PNS golongan 2D yang sudah di tambah Tunjangan 2 anak dan istri. 3Ds Max menggunakan kode khusus yang mereka sebut request code. Untuk menghasilkan serial number, kode aktivasi ini harus di perlihatkan ke pihak Autodesk, dan kemudian pihak Autodesk akan memberikan serial number kepada pemohonnya.
Cara kerja Keygen untuk software macam 3Ds Max, adalah dengan cara menerima kode khusus dari si software tersebut dan kemudian mengolahnya menjadi serial number yang valid. Jadi untuk menghasilkan serial number, keygen tidak asal menggenerate. Ada kunci khusus yang di butuhkan untuk melakukan perhitungan, tanpa itu keygen tidak bisa bekerja.
Pada prinsipnya keygen mengalihkan tugas produsen software untuk mengolah kode khusus yang di terimanya dari pengguna. Sehingga pengguna tidak perlu mensubmit kode khusus ke produsen software, tapi cukup disubmit ke keygen, dan dihasilkan serial number yang valid. Tentunya dengan mendapatkan serial number dari keygen, pengguna software tidak perlu mengorbankan 3 tahun gajinya bukan? dengan kata lain tidak dibutuhkan biaya sepeserpun, mungkin biaya hanya untuk membayar koneksi internet supaya bisa mendownload si keygen. Wow tampaknya menyenangkan!
Oh...ya masih ada macam keygen yang memerlukan input khusus, tapi input khusus itu bukanlah kode khusus dari si software. Lanjut aja ya...
Banyak software berbayar yang ketika instalasi meminta nama pengguna, organisasi dan serial number. Untuk mendapatkan serial number tersebut, pengguna software harus melakukan registrasi ke pihak pengembang software, setelah registrasi dan masalah pembayaran sudah tuntas maka pengguna akan di beri user name dan serial number. User name dan serial number itulah yang akan di masukan ke form username dan serial number di software tersebut. Dan hasilnya software akan menjadi full version.
Keygen untuk sistem proteksi model ini menggunakan username sebagai dasar perhitungan nomor serial yang valid. Jadi pengguna hanya perlu memasukan username yang dikehendaki dan menekan tombol penggenerate, maka serial number yang valid akan di tampilkan. Dan nomor serial dan username tersebut tinggal di inputkan ke software, dan hasilnya di dapatkan software full version tanpa biaya.
Mungkin diluar sana masih banyak variasi jenis keygen yang memang disesuaikan dengan sistem proteksi software yang bisa di bajaknya. Tipe keygen yang sudah saya jelaskan diatas tidak mencakup semua jenis keygen. Karena memang jenis keygen yang eksis lebih banyak dari waktu saya yang tersedia untuk belajar, sehingga disini saya hanya menjelaskan apa yang saya tahu saja.
Kayaknya dah cukup nih pembahasan soal keygen....tapi pembahasan soal pembajak software masih belum selesai so...tunggu artikel selanjutnya.(AHP 26 Juni 2008 15:51)