Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010

ASUMA 1.5 +Fitur-fitur baru

Setelah mempublikasikan software kecil buatan saya, Asuma 1.2. Akhirnya, setelah ada niat meneruskan mengembangkan asuma kembali, Asuma 1.5 dapat diluncurkan.
Asuma 1.5 ini memiliki cukup banyak perbedaan di banding versi terakhir, terutama tentang perbaikan interface dan penambahan fitur. Mulai dari user interface, Asuma 1.5 sudah di lengkapi dengan splash screen, tidak ada fungsi apa-apa sih, hanya terlihat lebih keren, lainnya hanya berkutat soal penyesuaian pilihan menu dengan penambahan fitur. 
Soal penambahan fitur baru, ada beberapa kemampuan Asuma yang di tambahkan.
  • Menghitung Faktorial
  • Permutasi dan Kombinasi
  • CDF Fungsi Distribusi Poisson
Oke, mungkin yang terakhir agak asing bagi beberapa orang. Distribusi Poisson adalah salah satu materi di mata kuliah Teori Probabilitas di kampus saya. Sebenarnya tidak hanya Poisson, masih banyak fungsi di distribusi lain yang bisa di masukan ke sini, tapi karena keterbatasan waku, masih belum di tambahkan. Hanya 3 itu? Ya..

Itu saja saya bikin dalam jangka hampir seminggu, karena memang bikinnya tidak full time. Niat mengembangkan Asuma kembali ini bermula waktu memasuki materi Distribusi Poisson, iseng-iseng saya bikin kode pendek untuk menghitungnya, ternyata berhasil. Lalu, kemudian saya coba tambahkan ke Asuma, dan di tambah dengan Faktorial dan kombinatorika. 
Salah satu yang membuat lama adalah debugingnya, menulis kodenya mungkin hanya 2 hari part time, tapi sisanya untuk memperbaiki error di sana-sini. Mulai dari perhitungan yang tidak sesuai hingga kesalahan syntax. Terutama karena saya baru pertama kalinya menggunakan unit, jadi kadang masih banyak kesalahan di sana-sini. tapi kode program menjadi lebih terstruktur.
Selain fitur baru, ada juga perbaikan yang di lakukan di Asuma, terutama berkaitan dengan error handling untuk input. Pada Asuma versi lalu, apabila kita memasukan selain angka untuk di proses, program akan error dan keluar akibat tipe datanya tidak sesuai, namun di versi baru ini, apabila kita memasukan huruf, maka akan di tampilkan pesan "format input salah". Selain itu, di tiap menu dan modul Asuma, kita bisa kembali ke menu sebelumnya hanya dengan mengetik "exit".
Yang saya perlu bahas mungkin hanya untuk fungsi Permutasi dan Kombinasi, disana untuk menghitung permutasi dapat dengan mengetikan P(XX,XX), dimana XX adalah angka yang akan di hitung. Untuk kombinasi dapat dengan C(XX,XX). Apabila format salah, maka akan ditampilkan pesan peringatan. 
Asuma dapat mengenali format input itu dan dapat memutuskan apakah akan menghitung permutasi atau kombinasi sekaligus mengenali angka mana saja yang harus di hitungnya. Jadi input angka yang akan di hitung lebih mudah kan?  
Seperti Asuma 1.2, Asuma 1.5 ini mungkin memang tidak begitu banyak berguna apabila di bandingkan dengan software lain, tapi masa bodoh apa kata orang. Yang penting kepuasan saya sendiri setelah melakukan sesuatu. 
Ok, mungkin sekian saja post singkat kali ini, 
Oya, bagi yang ingin mendownload atau malah ikut berkontribusi untuk asuma, projectnya bisa di lihat di Sourceforge.com, di sana sudah ada executable file dan source codenya.


Dan berikur ini screenshotnya.






(AHP, 08 Mei 2010, 22.40)


Jumat, 12 Februari 2010

Opera 10.50 Beta, Browser tercepat di muka bumi

Browser tercepat di muka bumi, itu adalah klaim dari Opera yang ada di website Opera Next. Memang baru-baru ini, Opera meluncurkan Opera 10.50 beta, pengembangan terbaru dari Browser Opera. Opera 10.50 memiliki banyak fitur-fitur baru dan perubahan di banding sebelumnya, mulai dari tampilan, perbaikan kompabilitas, hingga kinerja. Jika meliha t browser saingan lainnya  Apa benar Klaim opera ini? Mari kita buktikan....

Tampilan Baru
User Interface Baru

Opera kini menjadi lebih minimalis, mengikuti tren aplikasi windows saat ini, yang mana Toolbar, dan menu bar sudah mulai di tinggalkan. Di Opera, tidak terlihat lagi menu bar, seperti file, history, download dan lainnya. Sebagai gantinya, ada tombol merah dengan logo opera yang ada di pojok kiri atas. Disitu, fitur-fitur Opera yang tadinya terdapat di menu bar diakses. Dengan begini Tampilan Opera menjadi lebih simpel, dan enak di pandang
Artinya saat ini, browser terkenal yang masih mengadopsi tema klasik, hanyalah Firefox. Di Firefox masih terdapat menubar dan toolbar. Dimulai dari Google Chrome, Safari, IE dan kini Opera, sudah mengaplikasikan tampilan yang simple itu, yang membuat jendela halaman web menjadi lebih lapang. Untuk Firefox, kabarnya versi 4 nya akan meninggalkan tampilan klasik juga, meski rilis stabil firefox terakhir masih menggunakan tampilan klasik.
Selain tampilan Opera, Opera juga menyertakan dukungan terhadap fitur aero peek di windows 7. Apabila Opera membuka lebih dari satu tab, maka tiap tabnya akan ditampiilkan di thumbnail yang berbeda seperti ini: Fitur ini tidak ada di browser lain, kecuali tabnya berada di jendela yang berbeda.

Tiap tab ditampilkan dalam thumbnail yang berbeda


Perbaikan Kinerja
Nah, mari kita uji apakah klaim Opera bahwa Opera 10.50 beta adalah yang tercepat itu benar. Dari informasi yang saya dapat, kinerja Opera ini jauh meningkat dibanding Opera sebelumnya. Peningkatan kerja itu berkat adanya mesin Javascript terbaru Opera, Carakan, engine rendering Presto 2.5 terbaru yang kini mendukung CSS3 transition dan Transform dan penambahan dukungan terhadap HTML5. Selain itu, di Opera 10.50 juga terdapat Vega. Vega merupakan Vector Graphic Library baru milik Opera. Fungsinya sepertinya untuk merender tampilan vektor, jelasnya saya kurang tahu.
Oke, dengan fitur terbaru itu apakah klaim Opera itu benar?
Untuk mengujinya, saya menggunakan Peacekeeper, sebuah benchmark browser buatan futuremark. Selain Opera 10.50, browser lain yang saya uji sebagai perbandingan adalah Google Chrome 4, Opera 10.10 dan IE8(Yang ini hanya sekedar pelengkap saja, karena score IE8 bisa dibilang sangat rendah. Sekaligus untuk memberitahu betapa buruknya browser yang satu ini). Saya mengujinya di Windows 7 Ultimate, dengan Prosesor Intel Pentium E5300. Untuk OS dan Jenis Prosesor yang lain, mungkin hasilnya akan berbeda.
Baiklah, langsung saja ke hasil akhirnya...




Bisa dilihat, score yang tertinggi di peroleh Oleh Opera 10.50, berbeda sedikit dengan Google Chrome dan 2 kali lipat lebih tinggi di banding Opera 10.10 . Jelas terdapat peningkatan kinerja yang sangat besar di Opera ini, dan di pengujian ini Google Chrome yang dianggap browser terbaik pun mampu dikalahkan.
Tapi tunggu dulu, apa benar Google Chrome dikalahkan? Perhatikan Screenshot ini :


Dari pengujian yang dilakukan pengguna lain peacekeeper, tercatat Google Chrome tetap yang tertinggi. Jadi mana yang benar?
Seperti yang saya bilang tadi, hardware dan os yang bebeda dapat membuat hasil uji yang berbeda. Jadi di hardware ini, bisa saja Opera 10.50 yang terbaik, tapi bisa berbeda di hardware lainnya. Terlepas dari benar tidaknya klaim Opera, Opera terbaru ini sudah menunjukan peningkatan kinerja yang sangat jauh dibanding Opera sebelumnya, Bahkan mampu menyaingi Firefox, Safari dan IE sekaligus
Fitur-fitur opera juga banyak yang berguna bagi pengguna biasa, seperti Opera Turbo, Opera Unite, Feed Reader, Opera Link. Dan rata-rata fitur tersebut tidak ada di browser lain, kecuali Opera lInk, yang memiliki fungsi yang sama dengan Google Bookmark Sync.
Bila ingin mendownload browser ini atau ingin mengetahui fitur baru lainnya, kunjungi
 

UPdate:
Sekarang Opera sudah meluncurkan versi final opera 10.50, tidak jauh berbeda sih, namun dengan perbaikan-perbaikan bugs yang muncul di versi betanya. Silahkan bila mau mendownloa, bisa langsung ke :
(AHP 12 February 2010 16:17)

Senin, 01 Februari 2010

Google Chrome 4 Stabil Dirilis





Setelah beberapa waktu lalu, Google Chrome 4 masih berupa tahap beta. Akhirnya pada tanggal 25 January Kemarin, Google Chrome 4 lepas dari tahap beta. Salah satu fitur baru yang menjadi istimewa di Google Chrome sejak versi betanya kemarin adalah penambahan fungsi ekstension. Ada sekitar 1500 ekstension yang siap pakai untuk Chrome 4 ini, mulai dari ekstensi yang fungsinya untuk main-main, hingga fungsi penting seperti blokir iklan.
Sejak dulu, kelemahan Google Chrome adalah tidak adanya fungsi ekstensi ini. Sehingga fitur-fitur Google Chrome sulit untuk di tambahkan. Dan ini pula yang biasanya di banding-bandingkan oleh penulis yang mereview Google Chrome dengan browser saingan. Misalnya Google Chrome versi 3 kebawah tidak bisa di tambahkan ekstension, namun Firefox sejak dulu sudah bisa melakukannya. Fitur baru ini seakan menjadi jawaban tegas dari pengembang Chrome. 1500 ekstension itu dapat di temukan di https://chrome.google.com/extensions, Asalkan terhubung ke internet, instalasi ekstension akan berlangsung sangat mudah.

memanage ekstension di Google Chrome 4

Selain Ekstension, ada satu fitur baru yaitu Bookmark sync, yang berfungsi untuk menghubungkan bookmark Google Chrome di computer satu dengan komputer lainnya. Misalnya antara komputer desktop dan laptop, Kedua komputer tersebut dapat saling berbagi Bookmark Google Chrome, ini akan berguna terutama apabila kita memakai 2 komputer secara bergantian untuk terhubung ke internet, panduannya dapat dilihat di Blog Resmi Google Chrome
bookmark sync

Selain fitur-fitur baru, kemampuan Google Chrome juga di tingkatkan, terutama yang berhubungan dengan rendering halaman web yang lebih cepat dan dukungan terhadap html5 yang makin di sempurnakan.

Yang Salah Dari Pengembang Chrome
Sekedar uneg-uneg saja, meski secara teori kemampuan rendering Google Chrome relatif lebih baik dari browser pada umumnya, namun nampaknya pengembang Chrome melupakan satu masalah penting. Yaitu penggunaan resource komputer yang lebih tinggi di banding browser lainnya, terutama RAM. Hal ini sangat terasa ketika membuka banyak tab atau halaman web yang berat-berat. Seperti Facebook, Google Wave, atau lainnya. Dalam hal ini, Firefox dan Opera masih unggul di banding Chrome. DUlu saya pernah menceritakan pengalaman saya dengan google Chrome, mengenai Google Chrome yang tiba-tiba rakus resource. Mungkin memang itu yang menjadi kelemahan Google Chrome saat ini. Sering saya mencoba Google Chrome di komputer dengan Ram pas-pasan, kurang dari 512 MB. Dan rasanya menyiksa sekali.....
Perbandingan Memory Chrome dan Firefox ketika membuka tab yang sama

Oya, bila mau download Google Chrome Online bisa langsung ke



(AHP, 01 February 2010 18:15)





Jumat, 08 Januari 2010

Berkomunikasi Dan Kolaborasi Dengan Google Wave


Google Wave merupakan layanan baru dari google yang inovatif. Pertama diluncurkan pada 27 Mei 2009, Google wave di buat sebagai layanan web yang menawarkan komunikasi dan kolaborasi. Cara komunikasi yang ditawarkan google Wave adalah penggabungan antara email, instant massaging, wiki, file sharing dan social networking. Secara singkat, Google Wave adalah platform untuk berkomunikasi secara real time.

Saat artikel ini ditulis Google Wave masih dalam tahap Preview, untuk menggunakannya, kita tidak bisa asal mendaftar, tapi harus di undang dulu oleh teman lain, atau mengajukan diri langsung ke Google. Saat saya menggunakan Google Wave, kadang masih ada error dan harus di refresh, namun itu jarang. Saya tidak tahu kapan Google Wave akan dirilis secara resmi.


Komunikasi Dengan Wave

Bentuk komunikasi yang dilakukan google wave berbeda dengan layanan yang ada saat ini, jika dibilang mirip email, memang mirip, namun yang dilakukannya lebih dari itu, Seperti yang sudah dikatakan tadi Google Wave merupakan penggabungan antara email, instant massaging, wiki, file sharing dan social networking. Sulit terbayang? Memang apabila belum menggunakan langsung, memang sulit dibayangkan.

Wave adalah sebuah ruang yang dapat diisi oleh orang-orang yang bisa saling berkolaborasi mengerjakan atau diskusi tentang sesuatu. Disana tiap pengguna dapat membagi filenya kepada pengguna yang lain yang ada di ruang itu, dapat saling mengomentari, mengoreksi bahkan mengedit tulisan pengguna lain.

Baik, untuk membayangkan bagaimana antar pengguna berkomunikasi, kita pakai contoh. Misalnya seseorang bernama Paidu bersama anggota kelompoknya ingin mengerjakan tugas kelompok dari dosen. Sayangnya hari itu hujan lebat, sehingga mereka tidak bisa berkumpul. Karena itu, Paidu memutuskan menggunakan Google Wave. Pertama, dia membuat wave baru, dan mengundang semua anggota kelompoknya. Di Wave itu paidu memberikan draft tugas yang masih mentah, disitu teman-temannya dapat mengedit dan menambahkan sesuatu ke draft tugas secara realtime, mereka juga dapat berdiskusi mengenai tugas secara realtime, memberikan gambar, bahkan bermain game bersama-sama ketika tugasnya sudah kelar.


User Interface Google Wave

Kegiatan paidu diatas adalah salah satu contoh penggunaan google wave dalam kegiatan sehari-hari. Masih banyak lagi hal yang dapat dilakukan dengan Google Wave, mulai dari Rapat penting, brainstorming hingga sekedar bermain game bersama-sama.

Cara komunikasi yang dilakukan Google Wave merupakan revolusi dengan sistem yang ada saat ini. Mungkin saat ini kita masih terbiasa komunikasi dengan e-mail, instant massaging dan alat komunikasi tradisional lainnya, namun Google wave memberikan pengalaman yang berbeda saat berkomunikasi dengan orang lain.

Google Wave tidak di buat untuk menyamai Facebook, Twitter atupun layanan sejenis lainnya, Google Wave dibuat dengan fungsi yang berbeda. Tidak ada layanan seperti pamer foto atau saling komentar status di Google Wave, karena memang dibuat bukan untuk itu. Google Wave di buat sebagai platform komunikasi dan kolaborasi untuk semua orang. Meskipun begitu, kita kan masih menemukan fitur-fitur facebook atau twitter, bahkan Google Wave bisa di kolaborasikan dengan 2 layanan itu.


Masih Kurang?

Baiklah, saya tahu. Di postingan selanjutnya, saya akan fokus ke Google Wave menjelaskan apa yang menjadi istimewa di google Wave, apa itu ekstension, gadget dan robot. Postingan ini fokus ke apa fungsi dasar dari google wave terlebih dahulu. So tunggu saja dan tetap perhatikan blog ini, atau akan ketinggalan.

(AHP, 09 Januari 2009 11:30)

Sabtu, 02 Januari 2010

Teracopy: Kopi data dengan mudah

Tiap hari, berapa sering anda menyalin file? Sering bukan. Entah itu menyalin file-file kecil, besar, sedikit ataupun banyak. Ketika menyalin file dalam ukuran kecil dalam jumlah sedikit mungkin tidak ada masalah yang timbul, semuanya berjalan lancar. Tapi bagaimana apabila yang di salin adalah file dengan ukuran jumbo atau jumlahnya banyak. Dengan fasilitas standar windows, kadang banyak masalah yang timbul, seperti lamanya waktu penyalinan, kegagalan proses, ketidakkonsistenan perkiraan waktu selesai dan sebagainya.


Jendela Teracopy saat sedang menyalin
Lupakan semua itu dengan Teracopy. Teracopy akan menggantikan fasilitas salin file standar milik windows. Dengan Teracopy, apabila pengguna menyalin file, jendela yang muncul bukan jendela milik windows, melainkan jendela Teracopy. Tentunya apa yang ditampilkan Teracopy lebih komplit daripada milik windows. Proses penyalinan file ditampilkan lebih detail, sangat berguna ketika sedang menyalin file besar atau dalam jumlah banyak.

Banyak hal yang membedakan tampilan jendela status penyalinan milik Teracopy dengan milik windows. Seperti dua buah progress bar yang menunjukan sejauh mana proses penyalinan sudah dilakukan. Disekitar progress bar dilengkapi dengan kecepatan transfer data, total ukuran file, dan jumlah file yang dicopy. Selain itu, Teracopy juga menampilkan list file-file yang akan di salin, lengkap dengan status dan detailnya. Apakah file tersebut sudah di copy atau belum, bisa di ketahui lewat list tersebut.

Apabila ada kegagalan pada proses penyalinan satu file, proses tidak akan di hentikan, tapi file tersebut bisa di skip, dan dilanjutkan menyalin file lainnya. Bagaimana apabila di lokasi folder tujuan ada nama file yang sama? Di Teracopy, ada empat pilihan apa bila itu terjadi, meliputi overwrite, rename, skip dan cancel. Ingin mengerjakan tugas lain di tengah-tengah proses penyalinan file? Gampang, tekan saja tombol pause, proses penyalinan akan dihentikan sementara. Selain penyalinan file, Teracopy juga mendukung proses penghapusan dan pemindahan file.

Kamis, 31 Desember 2009

Revo Uninstaller: Uninstall Aplikasi Sampai Tuntas

Nafsu besar untuk menginstall berbagai aplikasi di komputer terkadang berakibat buruk. Apalagi apabila sebenarnya aplikasi tersebut tidak begitu diperlukan. Nilai produktifitasnya tidak sebanding dengan beban yang harus di terima oleh komputer. Setiap install aplikasi, aplikasi tersebut akan menambahkan atau mengubah file-file dan entry registry di komputer. Apabila aplikasi itu tidak digunakan, akan percuma file-file dan entry registry tersebut. Keduanya hanya menambah beban kerja komputer.
Biasanya untuk mengatasi aplikasi-aplikasi yang tidak digunakan tersebut adalah dengan menguninstallnya. Dengan uninstall, data-data aplikasi tersebut akan dihapus, entry registry yang berkaitan dengan aplikasi tersebut juga di bersihkan. Untuk menguninstall aplikasi di komputer Windows relatif mudah. Tiap aplikasi terinstall biasanya memiliki uninstallernya sendiri. Biasanya filenya terletak di direktori instalasi aplikasi tersebut. Dan umumnya nama filenya adalah uninstall.exe, unins000.exe atau lainnya, tergantung dari selera pembuat aplikasinya. Yang pasti, file uninstallernya berekstensi executable(exe).
Dengan mengklik ganda file tersebut, jendela uninstall akan ditampilkan. Dan dari situlah proses uninstall dapat dilakukan. Windows menyediakan sebuah fasilitas untuk lebih memudahkan proses uninstall aplikasi. Yaitu add or remove programs, yang bisa di akses melalui control panel lalu pilih add or remove program.
Ketika di buka , Add or remove programs akan menyajikan daftar aplikasi yang sudah terinstall di komputer, lengkap dengan informasi-informasi lainnya yang dibutuhkan. Untuk menguninstall aplikasi, tinggal pilih aplikasi yang ingin di uninstall lalu pilih remove. Ketika tombol remove di klik, windows akan menjalankan uninstaller dari aplikasi tersebut. Dan proses uninstall dapat dilakukan. Jadi Add or Remove program —dalam konteks sebagai uninstaler, berfungsi sebagai shortcut untuk membuka file uninstaller dari aplikasi yang dipilih.Ya, hanya itu.
Kabar buruknya, file uninstaller aplikasi umumnya tidak menghapus bersih semua file atau entry registry yang berhubungan dengan aplikasi yang di uninstall. Jadi ada beberapa file atau entry registry yang disisakan. Dan tentu saja, keduanya sudah tidak terpakai lagi. Apabila banyak aplikasi yang di uninstall, maka akan semakin banyak file dan entry registry tak terpakai yang menumpuk dan mengganggu kerja komputer.



Jendela utama Revo


Dengan Revo Uninstaller, aplikasi akan di uninstall sampai benar-benar tuntas. File dan entry registry yang dibuat ketika aplikasi diinstall dan disisakan oleh uninstaller standar aplikasi akan dilacak dan di hapus sampai bersih. Jadi, tidak ada file-file sisa dan entry registry sampah yang menumpuk apabila menguninstall aplikasi menggunakan Revo Uninstaller.
Langsung saja, uninstall aplikasi sampai bersih dengan menggunakan Revo Uninstaller caranya adalah:

  1. Langkah pertama, tentu saja mendapatkan installer Revo Uninstaller dulu. Revo bisa di download situ


    ukuran filenya sebesar 1 MB. Versi Revo yang digunakan disini adalah versi 1.83.


  2. Setelah sukses di download, install seperti biasa. Setelah instalasi berlangsung sukses, buka Revo. Setelah dibuka, akan tampil jendela utama Revo. Di situ akan muncul list aplikasi-aplikasi yang terinstal di komputer. Pilih aplikasi yang hendak di uninstall. Lalu klik icon [uninstall]. Sebagai contoh, software yang hendak Saya uninstall adalah aplikasi PerfectDisc 2008 Professional.
  3. Akan muncul jendela konfirmasi yang menanyakan apakah sudah yakin akan menguninstall program yang dipilih. Apabila sudah yakin, klik [Yes]. Setelah itu akan muncul jendela uninstall mode. Ada empat mode yang di sediakan disini, secara default opsi yang dipilih adalah moderate. Opsi ini bisa di ganti sesuai keperluan. Disini Saya mengambil opsi default, yaitu moderate. Bila sudah, klik [next].
  4. Selanjutnya, Revo akan memulai proses uninstall. Pertama, dia akan membuat Restore Point baru sebagai tindakan antisipasi jikalau terjadi sesuatu ketika proses uninstall. Langkah kedua, Revo akan menganalisa data-data yang berhubungan dengan Aplikasi yang akan di uninstall. Langkah ketiga, Revo akan menjalankan uninstaller bawaan aplikasi tersebut. Di langkah ini, uninstallah aplikasi seperti biasa. Seperti ketika menguninstall aplikasi lewat add or remove program.
  5. Setelah selesai di uninstall dengan cara standar, Revo tinggal mencari file-file dan entry registry yang tertinggal. Pada langkah keempat, klik [next]. Selanjutnya, proses scanning file-file dan entry registry yang tertinggal akan dilakukan, tunggu sejenak hingga proses selesai.
  6. Setelah selesai scaning, Revo akan menampilkan hasilnya. Di jendela Found Leftover Registry Item akan ditampilkan entry-entry registry milik aplikasi yang tersisa. Beri centang hanya pada key registry yang hurufnya di tebalkan. Bila sudah, klik [delete[. Bila sudah sukses di delete, klik [next]. Jendela selanjutnya akan ditampilkan daftar file yang disisakan oleh uninstaller aplikasi, beri centang pada file-file yang hendak di hapus. Lalu klik [delete]. Kedua jendela tersebut akan muncul apabila ada entry registry atau file sisa yang ditemukan, apabila tidak ditemukan, jendela tidak muncul.
  7. Setelah itu, proses uninstall selesai. Langkah terakhir, klik [finish] untuk kembali ke jendela utama Revo.

Hunter Mode

Selain menguninstall dengan mengandalkan list aplikasi di jendela utama Revo, uninstall juga bisa dilakukan dengan Hunter Mode. Ya seperti namanya, aplikasi akan diburu dulu untuk di uninstall. Hunter Mode bisa di aktifkan dengan mengklik tombol [Hunter Mode]. Jendela utama Revo akan mampir ke system tray dan muncul penunjuk target untuk memburu aplikasi. Untuk menggunakannya cukup mudah, hanya drag target tersebut ke jendela atau pesan dari aplikasi yang diinginkan. Bila sudah akan muncul beberapa pilihan tindakan yang ingin dilakukan terhadap aplikasi tersebut.
Ada juga Drag and Drop Mode, bisa diaktifkan dengan klik kanan pada target, dan pilih [Drag and Drop Mode]. Bila menggunakan mode ini, target akan berubah menjadi seperti tempat pembakaran dengan animasi api yang menyala. Cara menggunakannya tinggal drag jendela aplikasi ke tempat pembakaran itu.
Kedua Mode ini berguna ila tidak ingin di repotkan dengan list aplikasi yang harus mencari-cari dulu aplikasi mana yang ingin di uninstall, apalagi bila tidak tahu nama aplikasinya.



Fitur Lain Revo
Selain sebagai uninstaller, Revo juga mempunyai fungsi tambahan lain yang lumayan berguna. Fungsi tambahan ini bisa ditemui dengan mengklik tombol [Tools]. Ada dua kategori tool yang ada di Revo ini, yaitu Optimization dan Tracks Cleaner. Optimization berisi tiga tool, yaitu Autorun Manager, berfungsi untuk mengatur aplikasi apa saja yang dijalankan pada saat start up. Fungsinya mirip seperti MSConfig milik Windows. Kemudian adalah Windows Tools, berfungsi sebagai shortcut untuk mengakses tool-tool penting windows. Yang terakhir adalah junk files Cleaner, dari namanya sudah diketahui kalau fungsinya adalah untuk membersihkan file-file sampah.

Fitur Lain Revo


Di kategori Tracks Cleaner ada Browser Cleaner, Microsoft Office Cleaner, Windows Cleaner, Evidence Remover dan Unrecoverable Delete. Untuk browser Cleaner, Microsoft Office Cleaner dan Windows Cleaner berungsi sebagai pembersih. Sedangkan Evidence Remover berfungsi untuk membuat data yang sudah di hapus tidak bisa di kembalikan lagi. Unrecoverable Delete berfungsi sebagai file shredder, yaitu untuk menghapus file hingga tidak bisa di kembalikan lagi. Antara Evidence Remover dan Unrecoverable Delete memang agak mirip fungsinya, bedanya Evidence Remover bekerja pada data yang sudah di hapus, sedangkan Unrecoverable Delete bekerja pada data yang akan dihapus.

Sabtu, 21 November 2009

Aplikasi Pencari Pembagi

Pernahkah kesulitan mencari bilangan mana saja yang dapat membagi bulat-bulat suatu bilangan, atau bingung menentukan suatu bilangan itu bilangan prima atau bukan. Oke, mungkin apabila bilangan itu kecil, misal 12. Gampang saja mencari bilangan bulat mana saja yang dapat membagi 12, yaitu 2, ,3 ,4 dan 12. Atau menentukan 31 adalah bilangan prima atau bukan. Tapi, coba apabila bilangan itu adalah 987654322, secara manual akan sangat sulit dilakukan.
Nah disinilah guna aplikasi Pencari Pembagi. Aplikasi ini merupakan aplikasi sederhana buatan saya sendiri. Saya tulis dengan bahasa pascal, karena hanya bahasa itulah yang paling saya kuasai. DI tulis sebanyak 126 baris kode, aplikasi ini berjalan ada mode dos, jadi user interfacenya mungkin tidak terlalu menarik. Sebenarnya dasar kode aplikasi ini merupakan pengembangan dari kode yang sudah saya susun sewaktu mengerjakan soal bonus saat praktikum Algoritma dan pemprogram di kampus. Saya tulis ulang kembali agar dapat digunakan dengan mudah.
Cara kerja Aplikasi ini sederhana, yaitu dengan mengecek satu persatu bilangan, apakah bisa membagi bilangan yang dimaksud. Jadi misalnya bilangan 987654322, maka aplikasi akan membagi bilangan tersebut dengan angka 1 hingga 987654322 dan menentukan mana saja yang sisa baginya nol. Jadi pada bilangan itu, aplikasi melakukan hampir 1milyar perulangan. Meski begitu, aplikasi itu berjalan cepat untuk melakukan perulangan sebanyak itu. Apabila pembagi yang mungkin hanyalah 1 dan bilangan itu sendiri, maka bilangan itu adalah prima. Simpel kan…

Apabila 987654322 di inputkan ke aplikasi, maka akan di hasilkan :

Pembagi dari 987654322:
--------------------
2 --> 987654322/2= 493827161
701 --> 987654322/701= 1408922
1402 --> 987654322/1402= 704461
704461 --> 987654322/704461= 1402
1408922 --> 987654322/1408922= 701
493827161--> 987654322/493827161= 2
987654322 --> 987654322/987654322= 1


Bilangan yang sebelah kiri itu adalah hasilnya.

Untuk penggunaanya relatif mudah, pastikan dulu di folder yang sama dengan file aplikasinya, ada file teks bernama output.txt. Tanpa itu aplikasi tidak akan bisa berjalan. Nantinya, hasil output aplikasi juga akan di tulis di file tersebut. Dengan begitu, hasil outputnya dapat lebih mudah untuk digunakan.
Bila sudah ada, langsung jalankan file pembagi.exe, maka akan muncul jendela seperti ini.

User Interface Pencari Pembagi


Masukan saja bilangan yang akan di cek, dan dalam sekejap, hasil akan ditampilkan. Untuk mempermudah akses, sebaiknya gunakan saja file output.txt untuk melihat hasilnya. Hasil akan secara otomatis di tulis kesitu.

Tapi tetap saja banyak keterbatasan disini, aplikasi hanya dapat menangani bilangan hingga sekitar 2 milyar saja, karena itulah batas dari tipe data longint. Lebih dari itu, aplikasi tidak bisa menangani.
Oke, mungkin kalau dilihat dari sisi fungsionalitasnya, aplikasi ini sangat kalah dengan sebagian besar aplikasi yang beredar saat ini. Tapi sebagai pembuat, ada kepuasan tersendiri ketika melihat aplikasi yang di buat dengan buah pikiran sendiri dimanfaatkan oleh orang lain, walaupun itu aplikasi kecil dan sederhana.

Oya aplikasi ini bisa di download di di bawah ini

Download Pembagi.Zip

disitu ada 3 file, yaitu file programnya, output.txt dan source codenya. Silahkan di manfaatkan.

Sebelumnya mohon maaf buat seluruh pengunjung Komputok, karena sudah sekian bulan ini saya vakum. Banyak juga yang bertanya ke saya, kok berhenti ngeblog. Sebenarnya sih bukan berhenti, hanya vakum sementara saja, karena saya akhir-akhir ini sibuk kuliah. Semoga postingan ini bisa mengobati kangen pengunjung setia komputok(halah gayanya)….trims sebesar-besarnya buat penikmat Komputok yang peduli…..(AHP 21 November 2009 19:38)

Sabtu, 04 Juli 2009

Software-Software Yang Sering Saya Gunakan

Ketika berkomputer, sebenarnya apa yang kita lakukan disitu hanyalah menjalankan software. Entah mengetik, mendengarkan musik, browsing ata kegiatan yang lebih sederhana: menghapus file, semuanya menggunakan software yang berdiri sendiri dan berjalan diatas OS. Mengetik misalnya, yang dibutuhkan adalah Word Proccesor, dan tentu itu sebuah software……
Tiap orang bisa menggunakan software yang berbeda untuk mengerjakan tugas yang sama. Seperti mendengarkan musik, ada yang menggunakan WinAmp namun tetangganya menggunakan Windows Media Player. Bagi yang sudah sering menggunakan komputer, biasanya sudah memiliki pilihan mengenai software mana yang mereka digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu. Misalnya, untuk mengetik dia menggunakan Open Office. Untuk Browser, menggunakan Firefox. Meskipun dalam kategori yang sama, ada software lain yang mungkin bagi orang lain lebih baik. Hal ini disebabkan pemilihan software sifatnya sangat personal. Seperti pengguna komputer lain, saya juga mempunyai pilihan tentang software-software yang sering saya digunakan sehari-hari. Meliputi beberapa ketegori software, langsung saja software-software itu adalah :


Office 2007

Untuk urusan ketik mengetik, hitung menghitung, dan presentasi saya menggunakan Software ini. Oke, mungkin memang software ini sudah banyak digunakan orang. Karena memang sudah sangat familiar, pesaing terdekatnya, Open Office masih belum mampu mengimbangi Office 2007, apalagi di Indonesia. Di Sekolah-sekolah umum saja kurikulumnya tentang MS Office, saat saya pertama mengenal komputer saja software yang pertama dikenalkan adalah MS Office. Waktu itu versi officenya kalau tidak salah Office 97. Tampilannya masih tidak se-elegan Office 2007 memang.
Saat pertama menggunakan Office 2007, memang perlu penyesuaian dulu. Karena versi office yang saya gunakan sebelumnya sangat berbeda tampilannya dengan Office 2007. Tapi meskipun berbeda, saya lebih nyaman dengan tampilan Office 2007, karena grouping menunya yang lebih teratur dan susunannya rapi membuatnya lebih enak dipandang. Pokoknya saat ini office 2007 belum tergantikan oleh paket Office lain.


Foxit reader

Sebelumnya saya menggunakan Adobe reader untuk membuka file-file PDF. Tapi begitu mencoba Foxit, Adobe Reader langsung saya tinggalkan. Ada Alasan mengapa demikian, Feature Foxit sudah sangat mencukupi untuk sekedar membaca file PDF dengan nyaman, ukurannya kecil, installernya tidak sampai 3 MB dan waktu loadingnya cepat, jauh lebih cepat dari Adobe Reader. Bandingkan dengan Adobe Reader yang instalernya mencapai puluhan MB, dengan waktu loading yang untuk beberapa komputer sangat lama. Jauh lebih lama dibandingkan Foxit Reader. Foxit juga mendukung multi tab, jadi kita bisa membuka lebih dari satu file PDF dalam satu jendela Foxit Selain Foxit dan Adobe Reader, ada juga pembaca pdf lainnya seperti SumatraPDF atau PrimoPDF. Tapi saya lebih memilih Foxit. Ini hanya masalah kecocokan saja.



Notepad

Aplikasi bawaan windows ini memang sering saya gunakan. Fungsinya luas, bukan hanya untuk mengedit atau membuat file text saja. Programmer menggunakan Notepad untuk membuat program kecil dalam bahasa scripting. Oke, mungkin saya tidak sampai begitu. Notepad biasanya saya gunakan untuk membuat catatan kecil. Biasanya saya menggunakannya ketika mau pergi ke warnet. Saya membuat catatan tentang apa saja yang harus di buka ketika berada di warnet. Karena biasanya saat Online saya sering lupa harus membuka situs apa saja. Dengan catatan itu, agenda untuk online bisa lebih teratur ….
Selain membuat catatan, masih banyak hal lain yang saya lakukan dengan notepad. Seperti membuat tulisan kecil untuk di post. Tulisan itu tidak butuh layout yang bagus-bagus dengan MS Word, yang penting text yang ada disitu bisa terbaca. Lagipula, membuka text dengan notepad jauh lebih cepat daripada dengan MS Word. Beberapa file-file readme juga biasanya menggunakan notepad sebagai pembukanya, karena sifat filenya (txt) yang universal. Artinya, dikomputer manapun bisa di buka. Beberapa hal lain yang biasa saya lakukan dengan notepad adalah, eksperimen layout untuk blog(edit html), eksperimen registry, membuat file *.bat dan masih banyak lainnya……


Task Manager

Task Manager lebih saya fungsikan untuk memonitor kerja CPU. Apabila task manager di buka, di System Tray akan muncul icon task manager yang menggambarkan tingkat penggunaan CPU dalam persen. Jadi apabila tiba-tiba respon komputer menjadi lambat, saya akan memeriksa icon task manager itu, apakah CPUnya full load atau tidak. Apabila full load, task manager saya buka, lalu mencari proses apa yang menghabiskan kerja procesor. Begitu sudah ditemukan, saya memikirkan tindakan apa yang tepat untuk proses tersebut, entah di hentikan paksa atau yang lain.
Selain kerja procesor, Task manager juga bisa digunakan untuk memonitor penggunaan memory masing-masing proses dan penggunaan page file dan memory secara keseluruhan. Dengan task manager, saya jadi hapal proses mana saja yang berjalan di komputer sekaligus karakteristiknya. Jadi apabila ada yang beda dengan daftar proses di task manager, saya akan tahu. Misalnya jika ada virus, asalkan namanya tidak mirip-mirip dengan proses inti windows, saya masih bisa mengenalinya. Itu kalau task manager masih bisa di buka.


Media monkey 3.0

Untuk kategori musik Player, saya menggunakan Media Monkey. Ulasan tentang Media monkey sudah pernah saya bahas di postingan yang ini. Selain sebagai musik player, Media Monkey bisa digunakan sebagai musik manager, CD Burner, Audio Converter, CD Ripping dan masih banyak fungsi lainnya. Yang saya suka dengan Media Monkey adalah fungsi musik managernya. Saat awal instalasi, media monkey akan mengindex semua file musik yang ada di harddisk. Dengan index ini, saya bisa mencari musik apa saja yang ada di harddisk dengan mudah. Tinggal mengetikan nama penyanyi, album, folder atau informasi lainnya, lagu yang terdaftar akan di tampilkan dan langsung bisa dimainkan. Selain fitur search, pembuatan playlist juga sangat memudahkan untuk mengatur lagu-lagu di komputer. Ada satu fitur menarik di Media Monkey yang belum pernah saya gunakan, yaitu Podcast Subscription, semacam Feed reader untuk podcast. Belum pernah saya gunakan karena tidak ada akses internet di rumah…..


about Media monkey

Google Chrome 2.0

Untuk urusan Browsing halaman web yang tersimpan di harddisk saya menggunakan Google Chrome. Sebenarnya ada 4 browser yang diinstall di komputer saya, Google Chrome, Firefox, Opera dan Safari. Dan IE tidak saya anggap ada. 4 Browser itu memang tidak digunakan sekaligus, hanya digunakan sesekali untuk keperluan bahan menulis artikel atau untuk membandingkan kinerjanya. Dan Chrome saya gunakan sebagai Browser default untuk membuka file HTML. Kenapa bukan Browser lainnya? Sekali lagi ini masalah kecocokan saja, terutama tampilan Chrome yang sederhana namun elegan. Selain itu, bila didasarkan pada uji test majalah-majalah komputer, kinerjanya dinilai bagus dibandingkan browser lainnya. Apalagi bila dilihat dari sudut teknis, cara kerja Chrome dalam mengelola Tab sangat berbeda dari browser lainnya. Membuatnya menjadi lebih efisien menggunakan memory komputer, lebih aman dan lebih stabil. Namun, bila untuk browsing internet, tidak ada browser yang khusus, tergantung dari kondisi warnetnya. Bisa saja saya pakai Opera, firefox, Safari atau Chrome.


ACDSee 9

Untuk urusan editing gambar sederhana, saya menggunakan ACDSee. Memang selain editing, fungsi ACDsee juga sebagai picture manager dan image viewer. Tapi dua fungsi itu saya kompensasi dengan Picasa. Untuk urusan editing, ACDSee memang sudah mapan, banyak sekali fungsi-fungsi editing profesional yang dapat dengan mudah digunakan disini, seperti Cropping, Level, Resize sampai dengan efek-efek manipulasi gambar yang lengkap dan mudah digunakan. Format gambar yang didukung juga lengkap, bahkan beberapa file video bisa dimainkan disini.


Picasa 3

Nah, Picasa memang sudah disinggung tadi sebagai picture manager, video manager(untuk beberapa format video) dan image viewer. Picasa di kembangkan oleh Google. Memang untuk urusan editing picasa masih kalah jauh dibandingkan ACDSee, namun untuk urusan picture manager dan viewer, saya lebih nyaman menggunakan Picasa. Picture manager milik picasa tampilannya rapi tidak berantakan seperti ACDSee, responsif dan yang paling elegan adalah efek transisi antar jendela yang halus, seperti serasa menggunakan Mac disini. Gambar-gambar dan video yang terindex dikelompokan dalam bentuk album, dengan akses yang sangat mudah. Bahkan Picasa bisa mengindex gambar yang mungkin kita sendiri tidak tahu kalau gambar itu ada di komputer. Seperti aplikasi Google yang lain, fitur pencariannya sangat cepat. Ketika saya melakukan pencarian dengan keyword tertentu, picasa mampu menampilkan 5200 gambar dalam 986 Album dalam waktu 1,2 Detik!!




Salah satu hal istimewa Picasa adalah Image Viewernya. Tampilannya sangat sederhana dan elegan, navigasi terhadap gambar yang ditampilkan juga sangat fleksibel. Sangat berbeda dengan Image viewer lain seperti ACDSee atau irfan view. Jadi bila ingin merasakan sesuatu yang baru ketika berurusan dengan gambar, gunakanlah Picasa.


Adobe Photoshop CS

Nah kalau ini saya gunakan untuk urusan editing gambar yang rumit. Memang, setiap pengguna komputer pasti sudah mengenal software ini. Baik yang mahir menggunakannya ataupun yang tidak bisa sama sekali. Karena itu, nampaknya sudah cukup jelas soal photoshop ini, jadi saya tidak perlu melanjutkan.


Norton Antivirus 2009

Untuk urusan pertahanan, saya menggunakan Norton versi terbaru ini. Image tentang produk Symantec yang lambat dan berat memang dihapuskan melalui produk ini. Saya dulu enggan menggunakan Norton karena sangat memberatkan komputer, sebagai gantinya saya pernah menggunakan AVG, Avast, Ansav, Avira, CLAMav. Tapi dari semua itu tidak ada yang benar-benar memuaskan. Hanya AVG yang mempunyai kinerja terbaik. Tapi kini norton sudah berubah, komsumsi RAM sangat rendah, pada kondisi idle atau nganggur konsumsi RAM hanya sekitar 2 MB sangat jauh dibandingkan Antivirus lain yang bisa mencapai puluhan MB pada kondisi yang sama. Kinerjanya juga bagus, saat menemukan virus, Norton akan menghapusnya tanpa konfirmasi yang macam-macam. Kita tinggal menonton saja kerja Norton saat menghapus virus, walaupun di diabaikan oleh pengguna sekalipun, norton tetap ampuh bekerja. Jadi saat ini, bila ada yang minta saran tentang antivirus, saya akan merekomendasikan Norton.

Jendela Utama Norton

Memang norton bukan barang gratis, software berbayar. Karena alasan hemat biaya, saya mengakali masa trialnya dengan membekukan masa trial. Masa trial yang 15 hari, dirubah menjadi 90 hari dan tidak berkurang sampai kapanpun. Hehehe…memang dalam hal ini saya abu-abu…


K-Lite Mega Codec

Software ini merupakan pack berbagai codec untuk bermacam format video. Media Player Classic dipaketkan dalam instalasinya. Inilah yang saya gunakan untuk memutar video. Hampir semua format video yang tersedia bebas bisa dimainkan disini. Entah itu FLV, WMV, AVI, 3GP, MPG, RM, MP4 bisa dimainkan dengan lancar. Itu yang saya suka, tidak perlu menginstal player untuk masing-masing format tersebut. Karena semuanya sudah tersedia di K-lite Mega Codec.


Fast Stone Capture

Karena sering menulis artikel soal software, saya harus menyediakan screenshot yang ideal tentang software yang saya bahas. Untuk kebutuhan itu,saya menggunakan Fast Stone Capture. Software ini cukup ideal untuk mencapture layar dengan kondisi sulit sekalipun. Kita bisa memilih, harus mengcapture seluruh tampilan monitor, jendela tertentu atau sebagian dari jendela tersebut. Ada juga fungsi tambahan lainnya seperti Screen Magnifier dan color picker. Sebagian besar screenshot yang ada di blog ini adalah hasil karya saya dan Fast Stone Capture.


IZarc

Izarc merupakan software archiever, fungsinya mirip seperti Winzip atau Winrar. Namun dengan nilai tambah bila dibandingkan keduanya. Terutama dengan format file yang didukungnya, ada 72 format file kompuresi yang didukung Izarc. Izarc juga memiliki apa yang dimiliki software archiever lainnya secara umum.



Mungkin bagi beberapa orang, software yang saya gunakan diatas bukanlah yang terbaik di kategorinya. Namun bagi saya, menggunakan software tersebut memberikan rasa nyaman. Mungkin karena sudah familiar dan terbiasa. Namun, tentu saja tidak mutlak. Jika kini saya memakai itu, besoknya belum tentu saya terus menggunakannya. Perkembangan software sangat cepat, bisa saja nantinya ada yang menurut rasa saya lebih baik dari yang sekarang, siapa tahu. Selain yang saya sebutkan diatas tentu saja masih ada sofware-software lain yang juga sering digunakan meski tidak sesering software yang disebutkan disini(AHP, 1 Juli 2009, 12:43)




Senin, 12 Januari 2009

Yang Baru Di Windows 7

27 Desember lalu, microsoft secara resmi meluncurkan OS Windows 7 beta, yang bebas untuk di coba . Tidak seperti selisih peluncuran antara XP dan Vista yang membutuhkan waktu hampir 5 tahun, Windows terbaru ini diluncurkan tidak terlalu lama setelah peluncuran Vista.
Windows 7, pada awal pengembangannya di beri kode BlackComb dan direncanakan sebagai pengganti XP dan Windows Server 2003. Namun kemudian Microsoft lebih memprioritaskan pengembangan Longhorn dan Service Pack untuk XP dan Windows Server 2003 . Beberapa Fitur Longhorn ( sekarang adalah Vista) yang ada sekarang mulanya ditujukan untuk BlackComb.
Pengembangan proyek BlackComb kemudian dilanjutkan setelah peluncuran Vista. Sekitar awal 2006 Blackcomb ganti nama menjadi Vienna, lalu di tahun 2007 berubah nama lagi menjadi Windows 7. Yang kemudian di tahun 2008, nama Windows pengganti Vista resmi bernama Windows 7.
Bicara soal nama, saya lebih suka Windows terbaru ini bernama Vienna. Lebih enak di dengar, dan lebih bersifat universal. Misalnya windows Vista dan XP, antara daerah 1 dengan lainnya akan tetap berbunyi hampir sama. Orang Inggris maupun orang Jawa akan menyebut Vista dengan lafal yang hampir sama. Tapi coba saja bila menyebut Windows 7, orang Australia melafalkan ‘Windows Seven’, tapi orang arab akan melafalkan ‘Windows sab’ah’. Ini namanya perpecahan bahasa. Selain itu, bila bernama Vienna, mungkin Microsoft akan memberi nama Viesta untuk Windows selanjutnya, hasil gabungan antara Vienna dan Vista. Sebentar, Viesta bukannya nama makanan?

Oke…maaf nglantur…..

Pengembangan Windows 7 di fokuskan sebagai versi perbaikan dari Vista. Kritikan dari para pengguna Vista yang mengeluh soal kebutuhan hardware Vista yang tinggi dan kadang membuat mogok kerja PC lama mereka rupanya menjadi cambuk bagi microsoft untuk membuat OS yang lebih ringan. Beberapa perubahan yang bisa memperingan kerja Windows 7 adalah optimalisasi kerja OS pada prosesor multi core, peningkatan performa boot dan perbaikan kernel.
Selain perbaikan kinerja, ada beberapa perubahan-perubahan lain yang lebih mengarah ke fungsionalitas. Ditambahkan juga beberapa fitur baru yang tidak di temui di windows sebelumnya.

User Interface


Salah satu komponen OS yang paling sering berinteraksi dengan pengguna adalah GUI. Lewat GUI, pengguna bisa mengatur dan memanfaatkan kerja OS. Daya tarik OS juga terdapat pada GUI-nya, bila GUI OS tampilannya cantik dan memberi kemudahan, maka akan banyak orang yang tertarik dengan OS tersebut. Akhir-akhir ini windows baru Microsoft selalu mengalami perubahan susunan GUI, seperti perubahan Tema klasik windows 2000 menjadi tema Luna XP. Begitu juga ketika Vista diluncurkan, tampilan GUI-nya membuat XP tampak sangat kuno.
Windows 7 pun begitu, ada perubahan GUI yang terjadi disana. Meski tidak seekstrim perubahan XP ke Vista, perubahan tetaplah perubahan.



Gui Windows 7


Ada yang berbeda di tampilan Taskbar di Windows 7 bila dibandingkan dengan windows Vista. Taskbar hanya menampilkan icon aplikasi yang aktif. Tidak seperti Windows sebelumnya yang lengkap dengan nama aplikasinya. Agar icon aplikasi bisa lebih jelas dilihat, taskbar di Windows 7 sekitar 10 pixel lebih tinggi. Dengan begitu icon aplikasi bisa ditampilkan dalam ukuran yang lebih. besar.
Memang, pada Windows terdahulu, ketika membuka jendela aplikasi dalam jumlah banyak, nama aplikasinya akan bertumpuk, sangat memboroskan ruang. Yang menonjol hanyalah iconnya, sementara nama aplikasinya tidak dicantumkan secara penuh. Jelas, kondisi seperti seperti ini sangat tidak enak dilihat. Dengan di anulirnya nama program, taskbar akan terlihat rapi meski sedang membuka puluhan jendela aplikasi sekaligus.
Taskbar di Windows 7 terkesan lebih datar bila dibandingkan Vista. Pada Vista, ada gradiasi warna yang membuat Taskbar terkesan timbul, sementara Windows 7 tidak ada gradiasi warna yang menimbulkan kesan timbul. Hanya saja, taskbar Windows 7 tampil semi transparan, membuatnya lebih cantik ketika dilihat.
Sementara tombol start berbentuk bulat yang ada di Vista tetap dipertahankan di Windows 7. Tampilannya memang lebih elegan dibandingkan tombol start milik XP.

Fitur Baru



Jump List
Jump List yang ada di Start Menu merupakan pengganti Recent Documents. Bila Recent menampilkan daftar file apa saja yang terakhir di buka, Jump List menampilkan file di aplikasi tertentu saja yang terakhir dibuka. Misalnya, ketika di start menu ada icon Microsoft Excel, dan kemudian di sorot, maka akan ditampilkan dokumen microsot excel mana saja yang terakhir di buka. Bila aplikasi itu adalah WMP, akan ditampilkan file media mana saja yang terakhir dibuka.
Yang seperti ini memang lebih efisien daripada Recent Document. Pencarian data yang terakhir dibuka akan lebih terfokus, dan tentunya aksesnya menjadi lebih cepat.
Jump List pada windows 7
Jump List



Library
Konsep library yang merupakan implementasi dari WinFS membuat navigasi untuk menemukan file tertentu menjadi lebih mudah. Pada library, akan dikelompokan file di sebuah folder virtual berdasarkan tipe filenya. File-file dengan tipe yang sama akan dimasukan kedalam virtual folder, biarpun lokasi filenya bisa berbeda-beda. Misalnya semua file Musik yang ada di penjuru harddisk dengan lokasi file yang berbeda-beda akan di kelompokan kedalam satu folder virtual. Library ini akan membuat pencarian dan manajemen file menjadi lebih mudah.
Library pada windows 7
Library di Windows 7


Aero Snap
Ini adalah fitur baru di Windows Aero™. Aero Snap adalah fitur yang memudahkan pengguna untuk mengatur posisi jendela aplikasi. Windows terdahulu, mungkin kita agak kesulitan ketika mengatur posisi jendela aplikasi dalam jumlah banyak, seperti meminimize, restore, resize dan maximize. Di situ disediakan 3 tombol navigasi di pojok kanan atas dan resize jendela dengan mengklik di pinggiran jendela, itu saja masih tidak cukup mudah dilakukan.
Nah..dengan Aero Snap, navigasi seperti itu akan jauh lebih mudah. Aero Snap memberikan cara baru dalam mengatur posisi dan ukuran jendela aplikasi. Pada Aero Snap, disediakan beberapa shortcut untuk mengatur posisi jendela aplikasi, misalnya WIN KEY + UP ARROW untuk maximize jendela, WIN KEY + LEFT ARROW untuk menggeser jendela ke kiri atau WINKEY + LEFT ARROW untuk menggeser jendela ke kanan.
Aero Peek
Memposisikan Windows Dengan mudah dengan aero snap


Aero Peek
Ini salah satu fitur yang paling membuat pengguna windows penasaran. Dengan Aero Peek, ketika kursor mouse di arahkan ke salah satu aplikasi di taskbar, akan muncul thumbnail dari aplikasi tersebut, dan bila kursor mouse di arahkan ke thumbnail, jendela aplikasi selain jendela yang dipilih akan berubah menjadi transparan. Jadi yang terlihat hanyalah jendela aplikasi di thumbnailnya, hal ini akan memudahkan pengguna ketika ingin melihat jendela aplikasi tertentu tanpa harus mengklik icon aplikasi di taskbar. Selain jendela aplikasi, Gadget dan desktop juga bisa di intip tanpa harus meminimize semua jendela aplikasi yang aktif.
Mungkin belum ada gambaran tentang Aero Peek hanya dengan membaca dan melihat screenshotnya. Memang sebelum melihat secara langsung, sulit untuk membayangkan bagaimana Aero Peek dilakukan. Saya sendiri belum melihat secara langsung, hanya melihat videonya di YouTube.

Peeking untuk menampilkan gadget



Yang Berubah



Banyak perubahan fitur yang dilakukan Microsoft di Windows 7. Seperti program Wordpad dan Windows Paint yang mengadopsi interface Ribbon, mirip seperti Office 2007. Meski dilihat dari kemampuannya, keduanya tidak banyak berubah, namun perubahan interface tersebut memberi daya tarik tersendiri.


Beberapa Perubahan Lainnya :

Power Calculator
Ini adalah pengembangan program kalkulator yang sudah ada di Windows sebelumnya. Power Calculator menggunakan interface baru dengan beberapa fitur tambahan.


System Tray Lebih Fleksibel
System Tray kadang memberi masalah tersendiri bagi pengguna windows. Ketika banyak sekali program yang ada di system tray, barisan icon program berderet membentuk barisan panjang, yang tentunya cukup mengganggu. Di Windows 7 ada konfigurasi yang membuat masalah tersebut bisa berkurang. Disitu bisa diatur mana icon yang pantas muncul dan yang tidak.

Konfigurasi Tema
Di Windows 7 tidak ditemukan lagi jendela Desktop Properties seperti yang ada di Vista dan XP. Konfigurasi tema, display setting dan wallpaper di rancang ulang. Susunannya sangat berbeda dengan yang ada di Windows sebelumnya.

Kedalaman Warna
Windows 7 mendukung warna 30 dan 48 bit. Yang akan membuat jumlah warna yang ditampilkan semakin banyak. Gradiasi warna akan semakin halus.

Keamanan
Windows Security Center sudah tidak ada lagi di Windows 7, diganti dengan Windows Action Center. Windows Action Center yang tidak hanya mengurusi masalah keamanan saja, tapi juga masalah pemeliharaan komputer.

Gadget
Windows Gadget sekarang tidak lagi terletak di side bar. Fitur side bar di hilangkan, jadi gadget bisa di letakan di sembarang lokasi di desktop. Memang side bar Vista yang ada di sebelah kanan justru lebih banyak menggangu daripada membantu, karena lumayan memakan tempat.

DirectX 11
DirectX terbaru ini akan disertakan secara default di Windows 7.

Mungkin itu sebagian sesuatu yang baru di windows 7. Di luar itu masih banyak fitur baru lagi yang belum di bahas di sini. Bila ingin tahu lebih jauh, tunggu saja rilis finalnya dan siapkan PC untuk instalasi Windows 7, dan rasakan sendiri pengalaman menggunakan fitur-fitur baru di Windows 7. Bagaimana dengan kebutuhan hardwarenya. Sederhana, bila PC itu bisa menjalankan Vista dengan lancar, Pasti Windows 7 juga bisa jalan dengan lancar. System Requirement Windows 7 tidak berbeda jauh dengan Vista Ultimate Yaitu :

1GHz prosessor (32- atau 64-bit)
1GB RAM
16GB Sisa Harddisk
Mendukung DX9 Graphics dengan memory 128MB (Untuk Tampilan Aero)
drive DVD-R/W


Untuk pengguna Vista, tidak perlu menyiapkan hardware baru terlebih dahulu, hanya untuk upgrade ke Windows 7. Tanpa Upgrade, Windows 7 akan berjalan dengan lancar, bahkan lebih lancar dari Vista. Oya..sambil menunggu rilis finalnya, biasakan dulu interface Windows 7, dengan menggunakan Tema Windows 7 di Vista, paket temanya bisa di download di Sini. (AHP 12 Januari 2009 9:10)

Jumat, 15 Agustus 2008

Google Earth

Sejak kehadiran alat transportasi modern beberapa abad yang lalu orang makin menyadari kalau bumi tidak seluas yang dibayangkan, jarak yang jauh bisa bisa di tempuh dengan lebih singkat daripada dengan tanpa kendaraan, perjalanan keliling dunia bukan hal yang sulit. Tapi diabad 21 ini kita tidak butuh kendaraan mutakhir, waktu dan tebal dompet hanya untuk perjalanan keliling dunia. Kita hanya butuh komputer, koneksi internet, sedikit waktu luang, dan mungkin secangkir kopi hangat buatan sendiri. Ya....yang saya maksud tentu bukan terbang keliling dunia seperti Superman dengan menenteng komputer dan kopi hangat. Yang saya maksud adalah keliling dunia dengan Google Earth. Memang bukan keliling dunia dalam arti sebenarnya, namun cukup untuk menyaksikan hampir ke seluruh tempat didunia dengan biaya minim(dengan kata lain=Gratis!). Sehebat itukah makhluk yang bernama Google Earth ini? Ingin tahu? Oke lanjut.....
Sekilas Google Earth

Google Earth merupakan software yang bisa menampilkan peta fotografi yang mencakup seluruh dunia dalam bentuk 3D secara online. Sebenarnya tidak hanya foto saja yang bisa di tampilkan oleh Google Earth, Selain foto ada informasi geografis, kondisi politik, kepadatan dan informasi-informasi lainnya yang menjadi satu paket dengan foto-foto permukaan bumi. Semua itu tersimpan dalam server-server milik google dengan satuan terabyte. untuk yang belum tahu, 1 terabyte itu kira-kira senilai dengan 1000GB.


GUI Aplikasi Google Earth
Awalnya aplikasi Google Earth bernama Earth Viewer yang di kembangkan oleh Keyhole Inc. sejak tahun 2001. Kemudian pada tahun 2004 Keyhole inc di akuisisi oleh google. Dan pada tahun 2005 Google mengganti nama Earth Viewer menjadi Google Earth. Hingga sekarang Google Earth terus dikembangkan oleh pihak Google.
Ketika kita menjalankan aplikasi Google Earth di komputer yang terkoneksi ke Internet, maka secara otomatis Google Earth terhubung ke server-server milik google. Aplikasi Google Earth berfungsi untuk menampilkan data yang berasal dari server milik google kepada pengguna. Karena data yang dikirimkan itu berupa foto dengan resolusi lumayan tinggi, maka koneksi internet cepat mutlak di perlukan.
Jangan harap bisa melihat daerah Silicon Valley dengan koneksi yang hanya 56 Kbps. Bila kecepatannya hanya 56Kbps maka segera lupakan Google Earth, tapi kalau memang sudah berniat untuk melatih kesabaran tingkat tinggi, 56Kbps sudah sangat memadai. Jadi bila ingin menggunakan Google Earth secara normal (bukan untuk melatih kesabaran) kecepatan koneksinya paling tidak sebesar 128Kbps, semakin besar semakin baik.
Versi
Google tidak hanya mengeluarkan versi gratis untuk google earth, ada juga versi berbayarnya. Yaitu Google earth Plus dengan biaya langganan $20 pertahun, Google Earth Pro yang ditujukan untuk kalangan profesional dan komersial dan yang terakhir adalah Google Earth Enterprise, versi ini sangat tidak disarankan untuk pengguna rumahan.
Tentunya versi-versi itu memang ditujukan untuk kalangan tertentu yang memang membutuhkan yang lebih dari sekedar versi gratisnya. Versi berbayarnya memang dilengkapi dengan fitur-fitur yang lebih lengkap yang sudah diseuaikan dengan segmen pembelinya. Tapi tidak semua fitur itu diperlukan oleh pengguna rumahan, jadi kalau hanya ingin melihat-lihat atap rumah, kita atau tempat-tempat terkenal didunia, Google Earth versi gratis sudah lebih dari cukup.
Sumber Data
Sekarang bagaimana cara Google mendapatkan data peta fotografi yang begitu banyaknya? Pihak google menggunakan 2 sumber primer, yaitu dari satelit dan foto dari pesawat terbang. Tentunya banyak pihak yang menyediakan peta fotografi, karena pihak itu memang mengkhususkan diri untuk membuat peta fofografi. Nah Google menggunakan jasa mereka untuk mendapatkan peta fotografi. Karena data-data itu diambil dari banyak sumber, terdapat perbedaan resolusi antara daerah satu dengan daerah lainnya. Mungkin ada daerah yang resolusinya rendah sampai-sampai jalan tidak bisa terlihat dengan jelas. Tapi ada juga daerah yang ditampilkan dengan resolusi tinggi, hingga nampak jelas orang sedang berjalan di jalanan. Perbedaan tersebut biasanya terkait dengan lokasi wilayah tersebut. Resolusi daerah washington tentunya lebih baik daripada resolusi di daerah Purwokerto.
Selain peta fotografi, google earth juga mendapatkan data dari yang disebut sebagai Digital elevation Model(DEM). Data ini diambil oleh Shuttle Radar Topography Mission milik NASA. DEM merupakan data yang mempresentasikan bentuk permukaan bumi. Bila data DEM tersebut disatukan dengan peta fotografi, maka akan tercipta permukaan bumi dalam bentuk 3 Dimensi. Sebenarnya intinya adalah Peta fotografi di jadikan sebagai tekstur data DEM yang dalam bentuk 3 dimensi.

Inilah salah satu kehebatan Google Earth, dengan sedikit mengatur kemiringan pandangan, pengguna bisa melihat gunung-gunung secara tiga dimensi dengan tekstur yang sangat nyata (karena teksturnya merupakan peta fotografi) , bukan hanya berupa foto lagi. Pengguna bisa menelusuri gunung, bukit, pegunungan dan gedung layaknya Superman yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi.


Rumahku hoi.....Rumahku!!!!
Menuai Kritik
Dengan Google earth, siapapun bisa mengakses seluruh tempat didunia dengan hanya duduk didepan komputer. hal inilah yang dikhawatirkan banyak kalangan, terutama dinas pertahanan(pihak militer) di USA. Mereka khawatir Google Earth di salahgunakan oleh teroris untuk mengintai lokasi-lokasi penting di USA dan kemudian melakukan penyerangan. Tapi itulah teknologi yang bersifat netral. Solusi terbaik adalah bukan dengan cara menghentikan pemakaian teknologi tersebut tapi dengan cara memberi batasan-batasan yang tentunya masih dianggap wajar.
Terlepas dari itu, banyak orang yang sangat terbantu dengan adanya Google Earth. Google Earth diperlukan oleh banyak bidang ilmu, bahkan cukup berguna untuk kehidupan sehari-hari dan mereka yang hobi melancong. Dengan Google earth kita bisa melihat lokasi-lokasi yang memang sulit dijangkau oleh masyarakat umum, seperti pulau-pulau terpencil atau lokasi-lokasi berbahaya.
Google Earth merupakan terobosan teknologi yang cukup revolusioner, suatu saat mungkin tidak ada orang yang melakukan perjalanan jauh dengan membawa peta atau atlas. Tapi cukup sebuah komputer, koneksi Wi-fi, sebuah aplikasi gratis bernama Google Earth dan mungkin secangkir kopi panas. Ohya untuk informasi lebih lanjut soal Google Earth bisa langsung browsing ke sini.(AHP, 15 Agustus 2008 21:22)