Tampilkan postingan dengan label Tutor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Mei 2010

Malas Mengetik? Pakai OCR Saja...

Mendapat pekerjaan untuk mengetik Buku, Laporan atau dokumen lainnya? Selesaikan lebih cepat dengan menggunakan OCR. 



OCR (Optical Character Recognition) merupakan sebuah teknologi yang dapat membaca dan mengenali teks dari suatu gambar. Gambar yang dimaksud biasanya berupa hasil scan yang mengandung teks, tentunya teks di dalamnya tidak bisa di olah atau di edit karena masih berupa format gambar. Dengan OCR, teks dalam gambar tersebut dapat di ubah menjadi teks yang bisa di olah kembali.


Dengan OCR, pekerjaan mengetik dokumen dapat benar-benar di mudahkan. Cukup scan dokumen yang tadinya mau di ketik lalu buka hasil scan dengan software OCR. Dan teks di dalamnya langsung dapat digunakan, entah untuk di edit atau di olah kembali tanpa harus mengetik dari awal sampai akhir.
Salah satu software OCR yang lumayan bagus adalah Simple OCR, software inilah yang digunakan dalam artikel Komputok kali ini. Meskipun keakuratan pengenalan karakternya bukan yang terbaik, namun fasilitas editing yang disediakan olehnya sangat membantu untuk mengoreksi kata-kata yang salah secara manual.
Selain itu, Simple OCR juga dilengkapi dengan kamus kata, dia akan menebak kata yang agak sulit di baca dengan kata yang paling mendekati di kamusnya. Namun, hanya efektif untuk tulisan yang berbahasa inggris, karena isi kamusnya masih berbahasa inggris.
Langsung saja, langkah demi langkah cara menggunakan Simple OCR

Senin, 08 Maret 2010

Membuat Logo Komputok Dengan Photoshop

Mohon maaf kalau sudah lama ngga posting lagi, memang agak sulit untuk posting di kondisi saya yang seperti ini. Bukan tidak mau untuk posting, tapi lebih karena kesibukan aktifitas saya akhir-akir ini, baik itu tugas, Praktikum dan tetek bengek yang lain. Agak kesal juga dengan semua itu, aktifitas menulis saya jadi sangat terganggu. Tapi, memang semuanya mempunyai skala prioritas, dan blog ini saya tempatkan di prioritas ke dua setelah kuliah. Tentu saja kuliah lebih penting.
Oke, lanjut ke topik utama, di postingan kali ini saya menyajikan artikel yang agak berbeda dari artikel sebelumnya, yaitu tutorial Photoshop. Tutorial ini mungkin baru satu-satunya di Komputok, dan tidak tanggung-tanggung, tutorial yang dibahas disini adalah cara untuk membuat logo Komputok. Oke, langsung saja.

Logo Komputok menggunakan beberapa lingkaran, gradiasi warna, sedikit pengaturan pada blending option dan yang terakhir huruf K ditempatkan ditengah logo yang menjadi inti dari logo Komputok. Efek gradiasi dan blending option yang disini akan menghasilkan efek glossy alias berkilau seperti bola kaca. Baiklah, langsung saja langkah-langkahnya :
Buka dulu program photoshop, buatlah sebuah file baru dengan klik menu [file]>[new]. Pada jendela New, isikan angka 500 untuk kolom width dan height. Bila sudah, tekan OK.

Langkah pertama, kita akan membuat bordernya dulu. Pada tool box, klik “Eliptical Marquee tool” atau bisa juga dengan menekan tombol M pada keyboard. Kemudian buatlah sebuah seleksi elips dengan tool tersebut.

Setelah seleksi berhasil dibuat, bukalah jendela Gradient Editor.  Lalu atur color stop seperti yang terlihat pada gambar berikut.


Warna abu-abu yang digunakan memiliki kode warna #E6E6E6 dan warna yang di kedua sisi adalah warna hitam. Setelah itu, tarik pointer melintang pada seleksi elips.


Duplikasi layer elips tadi dengan menekan CTRL+J. Pada layer hasil duplikasi, tekan CTRL+T untuk melakukan transformasi. Klik kanan pada lingkaran, dan pilih “Rotate 90 CW”. Kemudian, perkecil ukuran lingkaran hasil duplikasi tersebut hingga mencapai ukuran yang ideal. Hasil akhir akan terlihat seperti ini :


Buatlah seleksi lingkaran lagi di dalam border. Kali ini, lingkaran yang di buat adalah lingkaran sempurna, karena itu, tekan tombol Shift saat membuat seleksi. Setelah seleksi di buat, buatlah sebuah layer baru, beri nama dengan “Pusat”.


Nah, selanjutnya adalah pewarnaan seleksi lingkaran tersebut. Buka kembali jendela gradient editor. Buatlah gradiasi warna dari warna gelap ke warna terang. 

Dapat menggunakan warna-warna yang sudah umum, seperti biru cerah ke biru gelap atau merah cerah ke merah gelap. Namun, Komputok menggunakan warna Hijau cerah ke hijau gelap. Kode warna untuk hijau tua adlaah #0B7706 dan #00FF00 untuk hijau terang. 

Bila sudah di buat tekan ok. Gantilah mode gradient dari Linear ke Radial. Setelah gradient siap, tarik pointer dari atas ke bawah pada seleksi.

Disini, kita akan bermain-main dengan Blending Option. Klik kanan layer Pusat, lalu pilih blending option. Pada jendela blending option, beri centang di Inner Shadow. Lalu atur parameter inner shadow sebagai berikut : Blend Mode: Multiply, Opacity: 64%, Angle: 166, Distance: 10, Choke:7% dan Size: 40. Nah, dengan begitu layer Pusat akan terkesan memiliki kedalaman.


Langkah selanjutnya, adalah membuat refleksi. Efek refleksi ini akan membuat lingkaran memiliki kesan sebagai obyek 3 dimensi yang mengkilat. Caranya mudah, buatlah seleksi elips kecil seperti pada gambar.


Lalu, buatlah layer baru dan beri nama “refleksi”. Pastikan terlebih dahulu warna foreground adalah putih, bila belum ubah dulu menjadi putih. Pilih [Gradient Tool] lalu pada jendela gradient editor pilih [foreground to transparent]. Mode gradiennya adalah linear. 


Lalu, tarik pointer dari bawah keatas melintasi seleksi elips yang tadi di buat. Apabila hasilnya belum memuaskan, ulang hingga mendapatkan hasil yang bagus.


Terakhir, tempatkan huruf K di antara layer pusat dan layer refleksi agar huruf tersebut menyatu dengan logo. Sebenarnua tidak harus huruf K, bisa apapun, tergantung kreatifitas. Berkreasilah sendiri untuk melengkapi  logo tersebut agar menjadi unik dan cantik. 

Hasil Akhir

AHP 8 Maret 2010

Selasa, 02 Februari 2010

Petunjuk Instalasi Google Chrome OS Dengan Virtual Box

Google Chrome OS, mungkin banyak yang sudah mendengar OS dari Google ini. Untuk pengembangan Google Chrome OS tidak dibuat seperti OS yang sekarang ini kita kenal, seperti Windows atau Mac. Google Chrome OS ditargetkan untuk orang yang banyak menghabiskan waktunya di internet.
Google memulai merancang Chrome OS pada tahun 2009 karena terdorong oleh pertumbuhan Netbook yang sangat pesat. Jadi memang pangsa pasar Chrome OS untuk saat ini di tujukan kepada Netbook, dan bukan berarti Chrome OS akan menggantikan dominasi OS sekarang ini di lingkungan komputer desktop. Namun tidak menutup kemungkinan pengembangan selanjutnya akan menjadi lain.
Saat tulisan ini di buat, Chrome OS belum diluncurkan secara resmi. Dan rencananya, Chrome OS akan di bundle langsung dengan netbook yang dijual.
Apabila ingin mencoba secara langsung Google Chrome OS, tidak perlu menunggu rilisnya dan membeli netbook terlebih dahulu. Kita bisa mencoba Chrome OS yang masih dalam pengembangan ini dengan mesin virtual.
Mesin virtual yang saya pakai untuk tutorial kali ini adalah Virtual Box. Jadi pertama, apabila belum mempunyai Virtual Box minimal versi 3.0.12, Download Virtual Box versi terbaru terlebih dahulu di



Langkah kedua, download file vmdk dari Google Chrome OS.



Untuk dapat mendownloadnya, kita harus login atau mendaftar dulu disana. Jika belum punya akun gdgt, kita dapat menggunakan akun Facebook . Tinggal klik login, dan klik tombol connect with facebook. Untuk Akun facebook, pastinya sebagian besar orang sudah punya. Filenya sebesar 300 MB, cukup besar memang.
Selain melalui GDGT, bisa juga melalui torrent ini


Di torrent itu, kita akan mendapati file kompresinya adalah bz2. Bz2 merupakan format kompresi untuk Mac, bila menggunakan Windows, kita dapat menggunakan Izarc atau Winrar untuk mengestraknya. Hanya saja, saya belum mencoba download dari torrent tersebut.

Apabila keduanya sudah di download, install terlebih dahulu Virtual Box seperti biasa. Kemudian ekstrak file kompresi Google Chrome OS di folder tertentu, mana saja boleh. Dari hasil ekstraksi itu akan di dapat file dengan ekstensi .vmdk. Vmdk adalah file image harddisk mesin virtual untuk VMware. Jadi sebenarnya kita dapat menggunakan VMWare untuk menjalankan file tersebut. Namun untuk tutorial kali ini, saya menggunakan Virtual Box.

Jalankan Virtual Box, saat pertama kali buka, akan ada jendela registrasi. Apabila tidak ingin registrasi, abaikan saja tidak masalah. Oya, sebagai acuan saja, di tutorial ini saya menggunakan Virtual Box dalam bahasa Indonesia. Bila ingin mengganti bahasa, masuk ke menu [file] pilih [preferences] dan pada bagian [langungae] pilih bahasa Indonesia.
Di jendela Utama Virtual Box. Pilih tombol [baru], terletak di pojok kiri atas untuk memulai Wizard pembuatan mesin virtual.
Muncul jendela selamat datang. Pilih next

Welcome

Di jendela selanjutnya beri nama mesin virtual itu sesukanya. Sebagai contoh saya menggunakan nama 'Chrome OS'. Pilih Linux sebagai operating systemnya dan Ubuntu sebagai versionnya. Klik next.
Pilihlah

Selanjutnya, pengaturan besarnya alokasi Ram untuk Mesin Virtual. Besarnya tergantung dari Jumlah Ram Komputer kita. Semakin besar semakin baik, namun jangan sampai melebih setengah dari jumlah Ram komputer kita, karena nantinya akan membuat OS asli berjalan sangat lambat. Namun juga jangan terlalu pelit, atau Chrome Os yang berjalan lambat. Sebagai contoh, saya memasukan angka 384 MB. Klik Next.
makin besar makin baik bagi Chrome OS, tapi makin buruk bagi komputer asli

DI jendela Harddisk Virtual, pilih 'use existing harddisk'. Lalu klik icon folder dengan panah hijau, di sampingnya untuk membuka jendela Virtual Media Manager.

Yang ini belum tersetting dengan benar, klik tombol folder dengan panah hijau

Sampai disini kita berpisah sejenak dengan Wizard pembuatan Mesin virtual dan beralih ke pengaturan harddisk virtual. Di jendela Virtual Media manager pada tab Harddisk, pilih [tambah]. Lalu buka file vmdk Chrome OS yang tadi sudah di download dan di ekstrak.
Pilih file vmdknya

Dengan File itulah nantinya Google Chrome OS dapat Booting. Bila sudah, tekan ok. Lalu select file vmdk tadi dan tekan pilih.
Pilih File vmdk yang tadi dimasukan dan tekan [Pilih]

Kita akan kembali ke Wizard pembuatan Mesin virtual, dengan file vmdk Chrome OS yang terpilih di pilihan 'use existing harddisk, tekan next.

Pastikan file VMDK sudah terpilih seperti gambar di atas

Dan wizard selesai, Mesin virtual untuk Chrome OS sudah di buat. Tekan Finish.

klik finish

Kembali ke jendela utama Virtual Box, pilih Chrome OS dan klik tombol [Mulai].

Tekan tombol Mulai

Tunggu Hingga booting, proses booting berlangsung cepat, mungkin sekitar 10 detik. Bila sudah selesai boot, muncul jendela Login.

Login Di Chrome OS, Gunakan Akun Google

Gunakan akun google untuk login ke Chrome OS. Dan pastikan sudah terhubung ke internet. Langkah terakhir, Browsing lah dengan OS baru dari Google tersebut.

ScreenShot lainnya :

menu dalam Google Chrome OS, Semuanya adalah Aplikasi Online


Membuka akun Gmail dengan Chrome OS


About


Sedikit Review : Google Chrome OS
Sekilas saya mencoba-coba Chrome OS, agak bingung juga. Ini OS yang di buat browser atau Browser yang di buat OS. Karena Hanya ada browser di OS ini, yakni Chromium. Tampilannya sederhana, mirip dengan Browser Google Chrome (karena memang Google Chrome). Yang sedikit beda adalah tombol menu di pojok kiri atas dan indicator baterai di kanan atas. Aplikasi-aplikasi tambahan yang ada di sini juga semuanya di akses secara online. Seperti layanan Google Mail, Calendar, Reader, Docs, semuanya diakses secara online. Chrome OS tidak akan berfungsi apabila kita tidak terhubung ke internet.

Nampaknya Google mencoba mengganti paradigma pengguna komputer saat ini yang mengarah ke penggunaaan komputer berbasis Cloud. Dimana kita tidak perlu menyimpan apapun di Komputer kecuali OSnya. Semua aplikasi dan file di simpan di server-server Google. Memang hanya dari browsing, kita sudah bisa main game, menonton video, dan kegiatan komputerisasi yang lain. Bahkan jauh lebih banyak yang dapat dilakukan ketika kita online. Di Google Chrome OS, kita tidak perlu di pusingkan dengan antivirus, instalasi aplikasi, hang, blue screen, virus, update, file rusak dan pengalaman buruk dengan komputer lainnya.  Jadi untuk itulah mengapa Google Chrome OS 'hanya' di rancang untuk browsing.

Memang dari pengalaman saya sejak tersambung di internet, kegiatan berkomputer lebih banyak di habiskan di web browser. Mungkin bagi pengguna internet lain, browser adalah aplikasi yang paling sering di pakai. Asalkan terhubung internet, apapun bisa dilakukan dengan browser.

Sampai disini saya mulai membaca strategi Google untuk perkembangan tekonologi dunia ini, entah untuk tujuan mulia atau sebaliknya. Setiap langkah google dapat diambil benang merahnya. Mulai dari pembuatan aplikasi Google secara online, seperti Gmail, Docs, Youtube, dsb. Pembuatan Google Chrome browser dan selanjutnya pembuatan Google Chrome OS ini. Perkembangan internet ke arah ini, sangat di pengaruhi oleh sepak terjang Google saat ini.

Kabar buruknya, banyak warga dunia (apalagi Indonesia) yang belum siap dengan sistem seperti ini. Dimana kita harus terhubung Internet untuk menggunakan komputer. Mungkin sekarang tidak, siapa tahu beberapa tahun lagi……. (AHP 02 februari 2010 15:33)

Sabtu, 28 Maret 2009

Wallpaper Video A la Dreamscene Dengan VLC

Dreamscene adalah salah satu fitur yang ada di Windows Vista Ultimate Extras. Bila XP kesayangan kita hanya bisa menampilkan wallpaper berupa gambar diam, di Vista Ultimate, dengan dreamscenenya, sebuah video bisa dijadikan wallpaper. Iya benar saudara-saudara….wallpaper video.
Saya sendiri pernah (sekali) melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana video logo windows vista dilatar belakangi aurora yang bergerak di laptop vista milik teman saya. Terus terang, saya kagum melihatnya. Entah faktor fitur dreamscenenya atau videonya yang memang sangat cantik. Saya sendiri tahu diri, komputer saya tidak akan sanggup menjalankan vista, apalagi dreamscene.
Tapi bukan berarti komputer-komputer butut yang masih setia dengan XP seperti komputer saya tidak mampu menjalankan video yang ada di wallpaper seperti dreamscene. Kemampuan seperti dreamscene bisa didapatkan dari sotware VLC Media Player, sebuah video player yang memang sudah dikenal luas.
Saya sendiri tidak sengaja ketika menemukan fitur ini. Berawal dari file-file video yang saya download dari youtube dengan susah payah tidak bisa diputar oleh media player classic yang sepaket dengan software K-Lite Mega Codec. Awalnya saya kira file video itu rusak, tapi begitu coba putar video lainnya, ternyata sama saja. Berarti ada yang tidak beres dengan playernya. Kemudian saya coba cari player lainnya, siapa tahu tidak bermasalah. Dari beberapa player yang dicoba, hanya VLC yang bisa memainkan video itu, memang jalannya video tidak begitu lancar, tapi paling tidak masih ada gambar dan suaranya.
Mulai saat itulah saya mulai tertarik dengan VLC, sebelumnya saya belum pernah mencoba software ini. Seperti biasa, bila menemui software baru saya coba explore menu-menunya, fitur-fiturnya dan tetek bengeknya. Ada salah satu fitur yang menarik yang ada di software ini, yaitu DirectX Wallpaper. Fitur inilah yang membuat kita bisa menonton video di layar Desktop, sebagai wallpaper. Memang fungsinya sedikit berbeda dengan dreamscene, tapi kalau dilhat-lihat tampilannya hampir sama.
Untuk menikmati dreamscene palsu ini, yang pertama dan penting untuk dilakukan adalah mendapatkan program ini. Bila belum punya, download dulu VLC di sini. Bila sudah, instal seperti biasa dan jalankan. Disini versi VLC yang saya gunakan adalah versi 0.9.6.
Langkah awal, bukalah dulu salah satu video yang dimiliki, bisa video klip penyayi favorit atau video keponakan ketika tercebur got, semakin besar resolusi video, semakin baik dan juga semakin menguras kerja komputer. Kemudian jalankan video itu. Nah langkah penting lainnya adalah mengaktifkan mode DirectX Wallpaper dengan cara masuk ke menu Video, dan kliklah tulisan DirectX Wallpaper, maka disamping tulisan itu akan ada tanda centang, menandakan mode itu aktif.



Centanglah tulisan itu, bukan di coblos!

Maka seketika itu juga video yang tadi dijalankan sudah berubah posisi, dari jendela VLC ke desktop. Minimize semua jendela. Langkah Terakhir, nikmati videonya.
Video ini menggantikan wallpaper yang sebelumnya ada di desktop dan berjalan seperti layaknya berada di jendela playernya. Saat video ini berjalan, kita tetap bisa melakukan aktifitas komputer seperti biasa, seperti membuka jendela baru atau melihat-lihat jendela lainnya.
Sayangnya bila desktop di refresh dengan tombol sakti F5 atau klik kanan-> refresh, wallpaper akan berubah menjadi seperti semula dan video berhenti. Bila ingin menjalankannya kembali, harus dimainkan dari awal lagi.
Oya…wallpaper video ini agak sulit di capture, ketika dicapture daerah yang harusnya berisi video, justru hanya berisi area hitam. Hal menarik lainnya, ketika saya coba capture dengan FastStone capture, hasil capture video yang berada di editor ternyata masih tetap berjalan, jadi hasil capture itu bergerak! Biasanya yang ada di editor itu adalah hasil capture berupa gambar layar yang di capture. Namun, ketika di save di harddisk, yang muncul hanya kegelapan. Jadi screen capture ketika video itu dimainkan, tidak ada disini. (AHP 28 Maret 2009)

Sabtu, 17 Januari 2009

Mendapatkan Tampilan Windows 7 di XP

Seperti yang sudah saya tulis di artikel ini, akhir-akhir ini OS terbaru windows terus mengalami perubahan tema User Interface. Berawal dari perubahan Windows ME ke XP, tema Windows klasik yang dipertahankan sejak peluncuran Windows 95 harus di eliminasi oleh kehadiran Luna-nya XP. Pada saat awal peluncurannya, Luna banyak memikat banyak orang. Kemudian, vERSI Windows selanjutnya,Vista, dengan Aeronya telah sukses menggantikan Luna. Windows 7 pun juga telah dibekali dengan interface baru, yang tentunya berbeda dengan Vista, apalagi XP.

Meski tidak secara langsung meningkatkan produktifitas pengguna komputer, interface seperti itu bisa menjadi pemicu seseorang untuk segera upgrade OS. Kadang orang mengupgrade OSnya hanya untuk mengalami dengan mata kepala sendiri bagaimana bentuk rupa OS terbaru itu. Dan kemudian melupakan fitur-fitur baru yang lain.

Kalau hanya untuk merasakan interface Windows terbaru microsot, Windows 7, tidak perlu hingga susah payah mendownload versi beta Windows 7. Cukup gunakan tema windows 7 untuk XP dan Vista.

Di sini, pack tema yang digunakan bernama SevenVG, Buatan Vishal Gupta. Dia juga pembut VistaVG yang pernah saya bahas disini.

Pertama, download dulu program UXTheme Patcher disini untuk pengguna XP SP2, dan disini untuk pengguna XP SP3, fungsinya adalah supaya Windows mengijinkan penggunaan Tema dari pihak ketiga.

Kedua, download pack temanya disini, ukurannya sekitar 5 MB dalam format zip. Nah, setelah selesai di download, ekstrak dulu paket temanya.
Dibandingkan VistaVG, pack tema SevenVG lebih lengkap dan lebih mudah untuk dinstal, langkah-langkah instalasi SevenVG akan lebih sederhana di bandingkan instalasi VistaVG

Di hasil ekstraksinya, akan ada 3 folder. Langkah awal, pilih Theme. Disitu ada file bernama Theme.exe, klik ganda file itu. Di jendela yang muncul, tekan instal. Nah…langkah awal selesai.

Langkah selanjutnya, masih di hasil ekstraksi, masuk ke folder Styler Toolbar. Disitu ada dua file bernama “first instal me.msi” dan “then run me.exe”, jalankan sesuai urutannya. Penamaan seperti ini, mungkin dimaksudkan untuk memudahkan instalasi, salut untuk Gupta.

File “first instal me.msi” adalah program Styler yang sudah pernah saya singgung di sini. Fungsinya untuk menambahkan toolbar baru di Windows explorer, toolbar yang mirip dengan Windows 7. Untuk penggunaan yang lebih detail, silahkan baca di sini .

Sedangkan “then run me.exe” adalah self extractor untuk file pendukung Styler, yang berisi gambar toolbar Windows 7.
Kemudian, cari folder bernama “fonts” di hasil ekstraksi. Copy paste font yang ada disitu ke direktori C:/windows/fonts.

Setelah selesai semuanya, jalankan Desktop Properties, masuk ke tab Application, kemudian pilih Tema SevenVG2, tekan OK. Sampai disini, Start Menu, Windows explorer, dan Taskbar akan berubah mirip dengan Windows 7. Lalu, jalankan program Styler, atur sesuai dengan intruksi yang ada sini.

Pada Windows 7, Di Taskbar, aplikasi yang ada disitu hanya ditampilkan iconnya, tanpa nama aplikasinya. Nah, agar tema semakin mirip dengan windows 7, hapus saja nama aplikasi. Jadi yang di tampilkan hanyalah Iconnya. Caranya? Hanya sedikit modifikasi registry. Copy dan paste script registry ini kedalam notepad


Windows Registry Editor Version 5.00


[HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\WindowMetrics]
"MinWidth"="-255"

, dan save dengan nama  icontaskbar,reg,  Jangan lupa, pada kolom save as type, pilih all files. Lalu klik ganda filenya, pada jendela konfirmasi, pilih merge.


Selesai….Langkah terakhir, restart Komputer dan nikmati tampilan ala windows 7 di XP(AHP 17 Januari 2009 8:25)

Screenshot dari KOmputok


Screenshot dari VG

Kamis, 01 Januari 2009

Transparansi Title Bar Vista Di XP

Melanjutkan artikel sebelumnya, soal XP menjadi mirip Vista. Setelah tema dan toolbarnya menjadi mirip Vista, kurang rasanya bila tidak menambahkan lagi fitur Vista di XP. Di artikel ini, fitur vista yang akan ditambahkan adalah Transparansi title bar, yang menjadi salah satu daya tarik Vista . Transparansi itu adalah bagian dari Aero vista yang membuat jendela aplikasi tampak indah dan elegan. Bisakah transparansi seperti itu ditampilkan di XP? Tentu bisa… lihat screenshot di samping, perhatikan title barnya. Ya, title bar itu transparan. Asal tahu saja, screenshot itu diambil di Windows XP, bukan Vista. Oke…bila ingin XP menjadi seperti itu…baca terus.
Banyak software yang menawarkan fungsi transparansi, Glass2k dan Power Menu adalah diantaranya. Namun keduanya berfungsi untuk membuat transparan seluruh jendela aplikasi. Padahal di Vista, hanya title bar yang transparan. Artinya kedua software itu kurang cocok untuk transparansi seperti yang dilakukan Vista.
Software yang cocok untuk itu adalah TrueTransparency. Program inilah yang benar-benar bisa membuat title bar transparan. Langkah awal, download dulu programnya disini. Setelah berhasil didownload, ekstrak dulu filenya di folder mana saja. Setelah itu jalankan programnya. Selesai, program ini akan membuat title bar hampir semua aplikasi menjadi transparan mirip Vista. Ya..semudah itu.
Selama software ini berjalan, iconnya ini akan muncul di system tray. Bila icon itu diklik kanan, akan muncul beberapa pilihan, diantaranya Run at Startup: Centang opsi ini agar software otomatis dijalankan ketika start up, Skin: Berisi beberapa mode tampilan title bar, pilih yang paling elegan, languages: Pilihan bahasa, Exit: Tekan untuk keluar.
Software ini bekerja dengan mengganti title bar standar XP dengan beberapa gambar berformat png (portable network graphic). Gambar itulah yang mencitrakan bentuk title bar aplikasi, termasuk efek transparannya. Gambar format png memang dikenal bisa membuat gambar yang transparan. Simple kan…
Hal ini membuat TrueTransparency tidak begitu memberatkan kerja komputer. Tercatat di task manager, RAM yang di konsumsinya hanya sekitar 5 MB. Saat itu, windows sedang membuka 11 Jendela aplikasi.
Memang sih, transparansi yang dihasilkan software ini tidak sesempurna Vista. Tapi cukup membuat interface XP menjadi lebih segar sekaligus membuat kagum teman. Ada beberapa masalah ketika title bar aplikasi tidak menggunakan title bar standar windows, dari yang efek transparannya tidak muncul, sampai tampilannya yang justru menjadi kacau.
Beberapa Screenshotnya:

Klik Untuk Memperbesar









Cacat di Office 2007

Senin, 29 Desember 2008

Ubah XP Menjadi Mirip Vista

Interface Windows Vista memang sangat berbeda dengan XP, lebih cantik, jernih dan sederhana. Untuk anda yang belum menggunakan Vista pasti penasaran ingin mencobanya. Namun dengan alasan tertentu, menginstal Vista belum memungkinkan. Sebenarnya bila hanya ingin merasakan nuansa interface Vista, tidak perlu mengorbankan biaya untuk upgrade hardware komputer. Cukup dengan windows XP yang sudah dimodifikasi.
Coba perhatikan screenshot diatas, bagus kan? Tapi jangan tertipu, itu bukan Vista, tapi XP. Hanya saja sudah di modifikasi toolbar dan theme-nya menjadi mirip Vista. Mendapatkan nuansa seperti itu tidak harus upgrade ke Vista. Oke…bila ingin XP kesayangan menjadi seperti itu, baca terus!


Sebenarnya banyak cara untuk menjadikan XP menjadi mirip vista. Saya hanya membahas salah satunya. Disini kita gunakan pack tema yang bernama VistaVG buatan Vishal Gubta, Download dulu packnya disini, filenya berukuran sekitar 4 MB.
Kemudian download lagi program yang bernama Styler, disini. Program ini berfungsi untuk membuat toolbar di windows explorer menjadi mirip Vista.Ya, hanya mirip.


Tema Vista
Langkah pertama, ekstrak dulu pack VistaVG yang tadi didownload. Setelah di ekstrak, masuk ke folder ekstraksinya. Di situ, cari folder yang bernama ‘Theme’. Copy isi folder tersebut ke direktori C:\windows\resources\Themes.
Setelah itu, masuk ke desktop properties dengan cara klik kanan desktop, pilih properties. Disitu pilih tab ’appearance’. Pada kolom ’Windows and Button’, pilih VistaVG. Kemudian pada ’Color Scheme’, pilih saja ’Basic32’. Nah setelah itu tekan OK. Tunggu hingga prosesnya selesai. Nah, sekarang wajah XP anda akan berubah menjadi lebih mirip Vista.

Mengganti Tema


Toolbar Ala Vista
Setelah tema sudah berganti menjadi mirip vista, gunakan program Styler untuk merubah toolbar XP menjadi seperti Vista. Pertama ekstrak dulu file kompresi program Styler. Dihasil ekstraksi,disitu akan ada 2 file dan1 folder. Klik ganda file instalasi Styler, dan instal seperti biasa.
Setelah diinstal, Copy folder yang bernama Vista Styler yang ada di hasil ekstraksi ke C:\Program Files\Styler\TB\skins\Styler's. Setelah itu jalankan program itu.

Program Styler akan mampir ke System Tray, Klik ganda icon Styler yang ada di System Tray untuk menampilkan jendela utama program Styler. Setelah terbuka, buka tab toolbar. Di situ, pilih Toolbar yang akan digunakan. Jika sudah, tutup jendela tersebut.

memilih toolbar


Sekarang tinggal pengaturan di windows explorer. Di jendela windows explorer pilih menu View, sorot toolbar. Disitu hilangkan centang Address Bar dan Standard Buttons, dan centanglah opsi Styler Toolbar. Sekarang tinggal atur posisi toolbarnya hingga lebih enak dilihat. Langkah terakhir, nikmati tampilan baru XP anda. Memang, tidak semua fasilitas toolbar vista ada di toolbar Styler ini. Seperti kolom search, mungkin sekilas itu adalah kolom pencarian, tapi sebenarnya hanyalah tombol search.

Selain toolbar, Styler juga bisa menambahkan beberapa efek-efek Vista. Seperti Drop Shadow, Cursor Shadow dll. Hanya saja untuk menikmati efek-efek itu, diperlukan hardware yang mumpuni. Asal tahu saja efek Drop Shadow tidak mampu di tampilkan dengan baik di Komputer saya. Pengaturan efek-efek tersebut bisa ditemui di tab Desktop.

Nah..dengan begitu tampilan Vista bisa dinikmati di windows XP. Untuk VistaVG memang tidak termasuk pack Icon, jadi iconnya masih seperti windows XP standar. Bila iconnya ingin seperti vista, salah satu caranya adalah menggunakan software Desktop Enchantments seperti Brico Pack Vista Inspirat atau Vista Transformation Pack. Berbeda dengan VistaVG yang hanya berupa pack Tema. Brico Pack Vista Inspirat atau Vista Transformation Pack sudah termasuk tema, icon, welcome screen dll. Keduanya akan membuat tampilan XP menjadi berubah total, bahkan bisa dirasakan sejak booting pertama. Hanya saja dibutuhkan hardware yang mumpuni untuk bisa menikmatinya. Akhir kata, semoga berguna.(AHP, 29 Desember 2008 20:22)

Membuat File Executable Baru


Perhatikan Screenshot di disamping, apakah ada yang janggal dari situ? Sudah bisa di tebak itu adalah file software, dua diantaranya merupakan instaler. Tipe filenya application. Tapi coba lihat ekstensi filenya, hmmm….ekstensinya .ahp . Tunggu….bukannya ekstensi untuk file program adalah .exe, lho mengapa disitu ekstensinya .ahp. Asal tahu saja, ketiga program itu masih bisa dijalankan dengan normal. Nah..disini akan dibahas bagaimana cara membuat yang seperti itu, membuat sebuah ekstensi executable baru.

Selama ini kita mengenal .exe, .scr, .pif, dan .com adalah jenis file executable di OS windows. Bisakah kita menambahkan ekstensi executable baru selain ke-empat tipe file tersebut? Dengan sedikit modifikasi registry, pasti sebuah file executable baru bisa di buat. Dengan membuat file executable baru, kita tidak perlu terikat dengan file .exe ketika menjalankan sebuah program. Misalnya kita membuat sebuah executable baru yang berekstensi .ahp. Maka jika file program yang berekstensi .exe dirubah ekstensinya menjadi .ahp, file program itu tetap bisa berjalan layaknya file .exe biasa.
Namun ketika file tersebut di jalankan di komputer lain, file itu tidak akan bisa berjalan disitu. Karena ekstensi .ahp belum didaftarkan sebagai file executable. Untuk menjalankannya, file tersebut harus diiubah dulu menjadi .exe.


Beberapa Fungsi dari Penambahan Ekstensi Baru :


Melindungi file exe dari virus
Beberapa virus menyebar dengan menumpang ke file .exe (program). Dengan merubah ekstensinya menjadi ekstensi lain yang sudah executable, maka file program tersebut akan terhindar dari virus seperti itu. Namun file tersebut masih dapat dijalankan seperti biasa


Memproteksi File Program Dari Orang Lain
File .ahp yang sebelumnya merupakan file exe tidak akan bisa berjalan di komputer lain. Dengan begitu orang lain akan lebih kesulitan menggunakan file .ahp tersebut di komputernya.


Pamer Kepada Teman
Perlihatkan pada teman anda bahwa komputer anda berbeda dengan yang lain.


Oke..setelah tahu manfaatnya sekarang masuk ke tutorialnya. Langkah pertama salin kode dibawah ini ke notepad.



Windows Registry Editor Version 5.00


[HKEY_CLASSES_ROOT\.ahp]
@="exefile"



Kode di atas berfungsi untuk mendaftarkan ekstensi baru di registry. Ekstensi itu bernama .ahp. kode @=”exefile” berfungsi untuk membuat file ekstensi .ahp berlaku seperi file .exe. Yang artinya file program dengan ekstensi .ahp akan berjalan seperti file .exe biasa. Ekstensi .ahp tersebut bisa di rubah sesuai selera.

Setelah di salin, save dengan nama “filebaru.reg”. Jangan lupa di jendela save as, pada kolom ‘save as type’ pilih ‘all files’, ini penting. Kemudian klik ganda file ‘filebaru.reg’ tersebut. Akan muncul pesan, klik saja Yes.
Setelah itu, efek langsung bisa di rasakan. Untuk membuktikannya, cari sebuah file program berekstensi .exe. Kemudian rename ekstensinya menjadi .ahp. Bila kesulitan untuk mengubah ekstensi, silahkan baca postingan saya yang ini. Bila sudah di rename, klik ganda file tersebut. Bila berhasil, file tersebut akan bisa berjalan seperti biasa.


Masih ada yang kurang?
Meskipun file .ahp tersebut bisa dijalankan dengan normal, namun file tersebut masih polos. Tanpa icon dan tanpa embel-embel lain yang menunjukan file tersebut adalah file program. Untuk mengatasinya gunakan script registry di bawah ini…


Windows Registry Editor Version 5.00


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile]
@="Application"
"EditFlags"=hex:38,07,00,00
"TileInfo"="prop:FileDescription;Company;FileVersion"
"InfoTip"="prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\DefaultIcon]
@="%1"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell\open]
"EditFlags"=hex:00,00,00,00


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell\runas]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell\runas\command]
@="\"%1\" %*"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex\DropHandler]
@="{86C86720-42A0-1069-A2E8-08002B30309D}"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex\PropertySheetHandlers]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex\PropertySheetHandlers\PifProps]
@="{86F19A00-42A0-1069-A2E9-08002B30309D}"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex\PropertySheetHandlers\ShimLayer Property Page]
@="{513D916F-2A8E-4F51-AEAB-0CBC76FB1AF8}"



Untuk menggunakannya, caranya sama dengan kode sebelumnya. Yang perlu diperhatikan adalah kata ‘ahpfile’ yang bertebaran di kode tersebut. ‘ahp’ disitu menunjukan ekstensi yang dipakai. Bila ekstensi yang sudah dirubah menjadi executable bukan .ahp, maka ‘ahpfile’ harus dirubah dulu sesuai dengan ekstensi yang di pakai. Misalnya ekstensinya adalah ‘.gan’. maka kode di atas harus dirubah menjadi


Windows Registry Editor Version 5.00


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile]
@="Ganteng"
"EditFlags"=hex:38,07,00,00
"TileInfo"="prop:FileDescription;Company;FileVersion"
"InfoTip"="prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\DefaultIcon]
@="%1"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell\open]
"EditFlags"=hex:00,00,00,00


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell\runas]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell\runas\command]
@="\"%1\" %*"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex\DropHandler]
@="{86C86720-42A0-1069-A2E8-08002B30309D}"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex\PropertySheetHandlers]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex\PropertySheetHandlers\PifProps]
@="{86F19A00-42A0-1069-A2E9-08002B30309D}"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex\PropertySheetHandlers\ShimLayer Property Page]
@="{513D916F-2A8E-4F51-AEAB-0CBC76FB1AF8}"

Atau dengan kata lain kode ‘ahpfile’ dirubah menjadi ‘ganfile’ sesuai dengan ekstensi yang digunakan.

Setelah semua sudah selesai, restart Komputer. Dan nikmati hasilnya.

Catatan: Ekstensi yang akan dibuat menjadi executable harus belum pernah didaftarkan di registry sebelumnya. Misalnya ekstensi yang didaftarkan adalah .jpg. Padahal .jpg adalah file gambar yang sudah di daftar sebelumnya. Bila di paksa, nanti file-file gambar berekstensi .jpg bukannya di buka di image viewer malah nanti dijalankan layaknya file .exe. Untuk menghindari hal ini terjadi, gunakan ekstensi yang belum didaftarkan, seperti .xxx, .qqq, asd, qwer dll.

Penting: Kerusakan software atau OS yang terjadi ketika menerapkan artikel ini tidak ditanggung penulis. Kode diatas sudah di coba di beberapa komputer ber-OS Win XP, dan tidak ada masalah yang timbul. Namun disarankan membackup registry dulu sebelum melakukan modifikasi.(AHP 27 Desember 2008 14:23)

Rabu, 26 November 2008

Icon Shortcut Di Desktop Menjadi Tanpa Nama

Sebelumnya saya minta maaf karena sudah lama tidak posting-posting, maklum habis mid semesteran. Dan Alhamdullilah sebagian sukses (dan sebagian lagi tidak). Baru saja selesai mid semester, 4 Desember nanti, sudah dilaksanakan Ulangan umum. Setelah ulangan umum, Ujian Praktikum. Beban hidup ditambah dengan tugas-tugas yang datang silih berganti, menerjang tanpa pandang bulu. Wow…kepala serasa mau meledak. Minta doanya saja agar semuanya berjalan dengan lancar…..
Oke cukup curhatnya, masuk ke topik utama. Disini saya hanya berbagi hanya tips ringan dan sederhana, semoga saja bisa berguna.

Di desktop, Normalnya disitu ada beberapa shorcut yang menuju ke program atau tujuan lain. Icon-icon tersebut dilengkapi dengan nama programnya atau tujuan shorcutnya. Misalnya shortcut My Computer, maka icon disitu adalah icon My Computer lengkap dengan kata ‘My Computer’ di bawah icon tersebut. Nah..masalahnya kebanyakan pengguna komputer lebih memperhatikan iconnya daripada nama iconnya. Hal itu menjadikan nama icon terkadang menjadi mubazir.
Sudah mubazir begitu, nama icon justru cenderung membuat susunan icon di desktop terkesan berantakan. Dan semua orang tahu, berantakan bukan suatu hal yang menyenangkan. Apalagi bila nama iconnya panjangnya bukan main, semakin membuat frustasi orang yang melihatnya.
Lalu bagaimana mengurangi kadar berantakannya itu? Apakah dengan cara menghapus semua icon di desktop. Saya rasa itu bukan tindakan yang bijaksana. Mengingat banyak kemudahan yang diberikan oleh icon-icon itu. Salah satu tindakan yang lebih berkelas adalah menghapus nama icon tersebut. Dengan begitu yang terlihat di desktop adalah iconnya saja, tanpa nama. Yang jadi pertanyaan, bagaimana caranya?
Saya yakin, mengosongkan nama icon ketika direname tidak akan menghilangkan nama icon. Kalau itu tidak bisa bagaimana? Bisa digunakan karakter ASCII ke-255, tak lain adalah spasi. Dengan spasi, meski mengandung karakter, nama icon tidak akan terlihat. Namun mengetikan spasi dengan tombol terpanjang di keyboard memang tidak akan berhasil, efeknya mirip dengan ketika mengosongkan nama icon ketika direname. Hal ini bisa di akali dengan mengetikan nilai karakter spasi dalam tabel ASCII. Oke Baca penjelasannya.
Langkah pertama, siapkan dulu icon yang akan dihilangkan namanya. Kemudian, klik kanan pilih rename. Tanpa mengklik apapun, ketik angka 255 sambil menekan tombol Alt. Sudah begitu, lepaskan tombol Alt-nya, dan jreng…icon dengan nama ‘ ‘ (spasi maksudnya) telah dibuat. Karena spasi tidak bisa dideteksi oleh panca indera manusia, maka kita menganggapnya sebagai tanpa nama.
Bila ingin membuat beberapa icon tanpa nama, yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh ada dua nama file yang sama dalam satu desktop. Bila sebelumnya sudah ada nama file bernama ‘ ‘ (maksudnya spasi), maka icon lainnya tidak boleh bernama ‘ ‘. Harus dibuat nama lain, bisa digunakan menekan Alt-255 dua kali, maka nama file menjadi ‘ ‘ (spasinya ada dua). Begitu juga icon ketiga dan seterusnya.

Sebelum


Sesudah


Trik ini juga bisa diaplikasikan pada file lain, tidak terbatas pada shortcut desktop saja. Misalnya folder atau file. Dan caranya persis sama. Sekian saja tutor singkat ini semoga bisa berguna (AHP 22 November 2008 8:38)

Rabu, 05 November 2008

Google Chrome E-Book


Pyuh..kelar juga Ebook kedua Komputok ini. Sebenarnya awalnya tidak ada rencana untuk bikin Ebook. Rencana awalnya memang cuman nulis tentang tips Google Chrome, tapi pertimbangan nulis tips seperti itu butuh gambar yang banyak dan untuk urusan gambar editor, blogger sangat tidak bersahabat maka saya buat saja E-booknya, ngga nanggung.

Ebook ini hanya terdiri dari 18 Halaman. 1 halaman untuk cover, satu halaman belakang untuk perkenalan penulis, di halaman itu entah kenapa saya malah jadi terkesan agak narsis. Kemudian sisanya adalah pembahasan tentang Google Chrome yang tersusun dari 6 Bab, yaitu Pengantar, Tentang Google Chrome, GUI Google Chrome, Fitur-Fitur Menarik, Tips Browsing, dan yang terakhir Kustomisasi Chrome. Bila berminat download silahkan klik saja di:

Akhir kata selamat membaca, semoga berguna.(AHP 03 November 2008)

Rabu, 18 Juni 2008

Nambahin Background di Flashdisk

Uoh..akhirnya posting juga...sori yah buat pembaca, saya agak telat postingnya. Marah yah..iya kan bener kan bener donk (halah..korban TV), ngga dink, bercanda. Awalnya, saya kira habis ulsem(Ulangan Semester—red) bakalan bisa santai ngenet dan nulis artikel. Ow...ternyata yang harusnya nikmatin hari-hari santai, malah harus bolak-balik ke sekolah ngurusin penerbitan buletin buat anak-anak kelas X yang baru. Dan waktu saya sedang nulis artikel ini, proposalnya baru kelar. Selain proposal, ngurusin artikel yang mau dimuat di buletin juga ngga kalah bikin pusing. Belum lay-outnya, dana, dan tetek bengeknya yang jelas bisa bikin bulu ketek rontok (ekstrim!). Tapi saya tetap nyempatin waktu buat bikin artikel ini just for KOMPUTOK readers.
Lho..kok malah jadi curhat yah. Ah..langsung aja ke topik utama.
Sebenernya banyak banget cara buat bikin Background di jendela windows explorer. Ada temen saya yang pake Background Maker. Semacam program yang bisa bikin background di jendela windows exlorer, ukuran filenya kecil, ngga nyampe 1 MB, ber-icon mirip gambar globe, lengkap dengan peta-petanya dan bersifat portable alias tanpa instal. Tapi terus terang saya belum pernah pake itu program, jadi belum tau cara pakenya.
Oke, lupakan Background Maker, sekarang kita buat background tersebut dengan hanya aplikasi notepad. Yups, program ini hampir selalu ada di setiap komputer windows. Caranya gimana? Baca terus donk!
Pertama tentu saja siapkan file gambarnya dulu, file formatnya bisa saja jpg atau png, untuk gif terus terang saya belum pernah nyoba. Kalo sudah disiapin, perhatikan resolusi gambarnya dulu. Soalnya kalo resolusinya kekecilan, bakal jadi kayak gini:

Jelek kan, Makanya resolusi gambarnya harus di sesuaikan sama jendela windows explorer. Berapa ukuran jendela windows explorernya? Kalo resolusi layarnya 1024x768, kira-kira ukuran jendela windows explorer yang ada taskpane-nya (itu lho, kumpulan perintah yang ada di sebelah kiri windows explorer) sekitar 830X623. Jadi gambarnya paling ngga berukuran segitu. Untuk ngrubah resolusi gambarnya bisa pake photoshop, Irfan View atau program editor yang lainnya. Kalo udah, copy ke root drive flashdisk. (Root: maksudnya bagian atas sendiri dari drive flashdisk atau bagian drive sebelum memasuki folder-folder)
kemudian buka Notepadnya, caranya? Wuih..ada banyak. Salah satunya : klik start, klik Run kemudian ketik “notepad” trus tekan enter.
Nah..setelah terbuka, sebagai langkah awal copy paste kode dibawah ini di notepad.

[{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}]
IconArea_Image=kembang.jpg
IconArea_Text=0x00FFFF


Udah..sekarang penjelasannya yah

Baris Pertama
Ini ga jelas kode apaan, yang jelas tanpa kode ini, script ga bakal berfungsi. Jadi jangan di ubah-ubah

Baris Kedua
Kode ini menunjukan lokasi gambar yang di pake script “kembang.jpg” merupakan nama file gambar yang akan di jadiin latar. Jadi bisa di ganti sesuai dengan nama file gambar yang sudah disiapkan.

Baris Ketiga
Kalo yang ini warna huruf yang ada di jendela itu dalam kode heksa, 0x00FFFF berarti warna kuning. Kalo pingin pake warna lainnya, tinggal di ganti aja kode heksanya.

Kalo udah dimodifikasi, save di root drive flashdisk. Beri nama “desktop.ini”. Jangan lupa pada kolom ‘save as type’ dari text document di ganti menjadi all files. Refresh, dan jreng..muncul lah sudah backgroundnya. ini contohnya :


Tapi sayangnya kode itu hanya berlaku pada root drive. Kalo di letakinnya di dalam folder, jadinya ga ngefek. Tapi tenang saja, kalo pingin didalam folder flashdisk ada backgroundnya, pakenya kode yang dibawah ini:

[ExtShellFolderViews]
{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}={BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}
[{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}]
IconArea_Image=chikenisme.jpg
IconArea_Text=0x00FFFF



dan untuk cara penggunaannya, sama persis dengan kode yang diatas. Untuk file gambarnya sebaiknya diletakin di folder yang sama dengan file desktop.ini-nya.

Berhubung masih banyak kerjaan (tepatnya :ngantuk) udah dulu ya tutornya, makasih udah mbaca. Semoga berguna, bye..(AHP 18 Juni 2008 19:44)