Minggu, 29 Juni 2008

Antara Virus dan Worm

Kalo bicara soal virus, pasti yang terbayang adalah program perusak yang menyebalkan. Meski pembuat virusnya sering di sumpah-sumpahin mati muda oleh orang yang terkena virus buatannya. Tapi ternyata hal itu ngga mbuat pembuat virus kapok. Buktinya sekarang sekarang banyak banget virus-virus baru yang muncul, apalagi virus buatan lokal yang makin lama makin canggih.
Tapi jarang orang yang tau kalo kebanyakan program perusak buatan lokal itu bukanlah virus, lha terus apa? Worm...alias cacing. Masih terasa asing? Wajar. Atau malah udah tau? Bagus, itu juga wajar. Emang banyak orang yang menyebut worm itu virus, padahal sebenarnya worm dan virus itu beda. Bedanya mirip-mirip antara cacing kremi sama virus H5N2 di dunia nyata. Jadi apa dong bedanya? Pingin tau? Baca terus!

Virus
Virus masuk golongan malware (malicius software, yah..kalo di artiin software yang merugikan, bener ga sih?) setara sama jenis-jenis malware lainnya seperti worm, trojan, atau spyware.
Sebelum mbahas cara kerjanya, saya bahas dulu cara kerja virus biologis beneran, biar bisa buat perbandingan.
Virus biologis akan mempertahankan eksistensi jenisnya dengan cara “berkembang biak” melalui sel-sel tubuh makhluk hidup, bisa hewan, tumbuhan atau malah bakteri. Pertama virus akan menentukan target sel yang akan dijadikan tempat berkembang biaknya. Setelah dirasa cocok, badan virus menempelkan diri ke dinding sel target. Dengan penyuntik DNA-nya, virus akan menyuntikan DNA-nya ke dalam sel. DNA yang sudah ada di dalam tubuh selnya kemudian menggabungkan diri dengan DNA milik sel inangnya. Sehingga kini DNA sel malang itu sudah bercampur dengan DNA virus.
Begitu sudah tercampur, DNA virus pun kini punya akses ke sumber daya sel inangnya. Yah..mirip-mirip cracker yang mengambil alih fungsi admin situs. Dengan akses admin-nya itu DNA virus membuat puluhan replika anggota tubuhnya dengan menggunakan sumber daya yang ada di sel inang. Setelah replika virus itu telah lengkap dan bisa di fungsikan, virus yang berjumlah cukup banyak itu berbondong-bondong keluar dari tubuh sel inang dan sel itu pun mati. Virus yang baru keluar itu akan menginfeksi sel-sel lainnya yang ada di sekitarnya.
Itu sedikit cuplikan cara kerja virus beneran, mungkin kurang lengkap yah? Wajar aja lah, kita kan bukan mau mbahas pelajaran biologi.
Oke...sekarang ke virus komputer
Virus komputer cara penyebarannya mirip-mirip sama virus biologis beneran. Jadi gini virus akan menyuntikan dirinya sendiri ke dalam file target yang akan diserang, file target itu biasanya adalah file .exe, doc, xls, atau bahkan jpg. Karena biasanya ke-empat jenis file itu paling banyak ditemukan di kebanyakan komputer, coba sih kalo virus dirancang menginfeksi file .TAR (ini sejenis file kompresi, ya..semacam .zip) padahal file itu jarang ada, ya..sudah pasti virusnya sulit nyebar.
Oke..masih bingung soal virus yang menginjeksi file?
Misalnya ada sebuah virus yang telah menginfeksi sebuah komputer dan telah aktif, virus itu di rancang untuk menginfeksi semua file .exe yang ada di flashdisk. Kebetulan ada seorang pengguna komputer mau nancepin flashdisknya ke komputer itu, di dalam flashdisknya itu terdapat file exe dengan nama file ‘dagelan.exe’ berukuran 244 KB.
Begitu flashdisk sudah terbaca oleh komputer, virus yang sudah aktif itu akan membaca seluruh isi flashdisk untuk mencari file exe. Oww..ternyata virus menemukan file benama ‘dagelan.exe’, virus itu akan mencari tahu apakah file itu telah di infeksi olehnya atau belum. Bila sudah, maka seluruh isi programnya akan digabungkan ke dalam file ‘dagelan.exe’. Sehingga file ‘dagelan.exe’ kini sudah disusupi oleh virus. dan biasanya file yang terinfeksi tersebut bertambah ukurannya. Setelah diperiksa, wow ternyata dagelan.exe kini berukuran 267 KB. Artinya tambahan ukuran file sebesar 23 KB tersebut berasal dari file virus.
Bila masih belum jelas, coba perhatikan virus biologis beneran. Mereka menggabungkan DNA-nya ke dalam DNA sel inang. Virus komputer pun begitu, hanya bedanya yang digabungkan bukan DNA tapi berupa kode-kode biner milik virus yang di gabungkan dengan kode biner milik file ‘dagelan.exe’.
Apa yang terjadi bila file‘dagelan.exe’ yang sudah terinfeksi itu di aktifkan? Pertama kumpulan kode biner milik virus akan di eksekusi terlebih dahulu, dan itu artinya virus aktif. Kemudian virus yang aktif itu akan menjalankan kode biner milik file ‘dagelan.exe’. Sehingga dari luar file ‘dagelan.exe’ terlihat seperti biasa, tanpa menyadari kalau virus sudah aktif. Disini ngerinya, kita bisa sama sekali tidak menyadari telah mengaktifkan virus itu, karena segalanya terlihat berjalan seperti biasa, tanpa perubahan.
Tidak hanya file .exe yang bisa diinfeksi oleh virus. Bisa saja file .doc, xls atau yang lainnya tergantung selera pembuat virusnya. Tapi yang paling berbahaya adalah virus yang menginfeksi file .exe mengapa? Karena file exe yang terinfeksi hampir sama sekali tidak mengalami perubahan apapun kecuali ukuran file, itupun jarang di perhatikan oleh pengguna komputer. Jadi dengan tangan kosong, hampir mustahil mengenali perbedaan antara file yang terinfeksi dengan yang tidak, tanpa mengetahui ukuran file-nya, baik sebelum maupun sesudah terinfeksi
Berbeda dengan selain file .exe. Misalnya ketika ada virus yang menginfeksi file .doc, maka ketika file tersebut di infeksi, virus akan mengubah ekstensi filenya dari doc menjadi exe. Karena bila tetap pada ekstensi doc, virus tidak di eksekusi, namun dibuka lewat microsoft word dan virus pun tidak aktif. Karena itu, file doc yang sudah diinfeksi virus cenderung mudah dibedakan, lihat saja ektensinya. Bila file doc berubah jadi exe, tersangkanya pasti virus. Tapi pembuat virus ngga sebodoh itu, dengan memanfaatkan kelengahan pengguna, file doc yang telah berubah menjadi exe itu tetap ber-icon MS word. Dan banyakan pengguna ngga begitu merhatiin ekstensi file, sehingga tanpa curiga file tersebut di klik ganda.
Oke..apa yang terjadi ketika virus itu diklik ganda?
Pertama kode biner virus akan aktif terlebih dahulu, kemudian virus yang aktif itu membaca isi file yang dinfeksinya. Kemudian virus akan memerintahkan program word proocessor seperti microsoft word untuk membuka isi file tersebut, sehingga isi dokumen tersebut di tampilkan oleh MS word seperti biasa. Pengguna yang ngga begitu tahu bakal ngira kalo file tersebut oke-oke saja, dan tetap menjalani hari-harinya dengan riang gembira.

WORM
Kata worm kalo diartiin berarti cacing. Ya, memang worm komputer cara kerjanya mirip worm beneran. Cacing yang ada di usus hewan atau manusia berasal dari telur-telur induknya yang memang sengaja dikeluarkan oleh induknya untuk melestarikan jenisnya. Di dalam usus itu cacing memakan sari-sari makanan atau darah milik tubuh inangnya, sehingga makhluk inangnya pelan-pelan kekurangan nutrisi.
Hampir mirip sama worm komputer, dalam penyebarannya worm mencopykan tubuhnya sendiri sebagai satu file utuh tanpa harus menempel ke file lainnya. Lha..inilah yang jadi perbedaan mendasar antara virus sama worm. worm merupakan satu file exe yang berdiri sendiri, tidak menumpang ke file lainnya. Sedangkan virus, menempel ke file lainnya.
Biasanya supaya pengguna komputer tidak curiga akan adanya file worm di flashdisknya, worm akan melakukan penyamaran. Untuk tren pembuat virus saat ini khususnya untuk worm lokal, worm menyamar sebagai folder. Biasanya ketika ditemukan sebuah folder di flashdisk, worm akan mengcopykan dirinya sendiri kedalam flashdisk tersebut dengan nama file seperti nama folder targetnya dan tentu saja iconnya merupakan icon folder, sedangkan folder target itu biasanya di superhiddenkan oleh worm itu. Sehingga pengguna komputer tanpa curiga mengklik ganda icon folder tersebut yang sebenarnya merupakan file worm, dan worm pun aktif.
Tidak hanya dengan melakukan penyamaran, ada juga worm yang manfaatin fitur autorun drive, jadi ketika flashdisk di tancapin, maka secara otomatis file worm aktif tanpa konfirmasi apapun.
Jadi bila ada yang liat sebuah file exe bericon folder, itu bukan virus tapi worm.
Namun penggolongan itu kadang ngga relevan lagi. Pernah baca di artikel mana gitu, disitu ditulis kalo ada virus yang juga punya sifat seperti worm (atau worm mirip virus..bodo ah, yang penting mudenk kan?). jadi virus itu pada kondisi tertentu bertingkah laku kayak virus, tapi kondisi lainnya mirip worm.
Tapi terlepas dari itu, paling ngga sudah ada gambaran mengenai kesalah kaprahan orang-orang tentang definisi virus dan worm, tapi itu masih wajar kok. Tapi kalo udah baca artikel ini berarti dah bisa mbedain mana yang virus mana yang worm. tahu yang seperti ini penting lho. Karena kedua jenis malware itu cara penanganannya beda banget. Masing-masing perlakuannya beda-beda. Namun umumnya malware yang jenisnya worm jauh lebih mudah ditangani, bahkan dengan tangan kosong pun bisa. Beda sama virus, nangani file bervirus jauh lebih sulit dari pada worm. Kesulitannya itu biasanya misahin antara file yang asli sama file virusnya. Jelas harus pake program khusus. Masih bingung?? Silahkan tanya saja lewat comment (AHP 29 Juni 2008 20:58, pyuh..akhirnya selesai juga. Maap yah kalo kepanjangen, ni otak sama tangan ga bisa berhenti ngetik. Jadi artikel ini mecahin rekor jadi artikel terpanjang di KOMPUTOK (1371 kata dan 9.328 karakter) Semoga berguna yah...)

Antara Shutdown, Hibernasi dan Stand By

Inilah jendela shutdownnya win xp dark edition, keren ga?

Microsoft lewat OS windowsnya menyediakan 3 mode untuk mengistirahatkan komputer. Yaitu Hibernasi, Stand By dan yang terakhir Shutdown. Tapi masih banyak pengguna komputer yang belum memanfaatkannya. Mereka lebih suka make mode Shutdown. Padahal 3 mode itu kalo di pake secara optimal, manfaatnya banyak banget. Mulai dari efisiensi waktu sampai menghemat energi listrik.
Tapi sebenarnya apa sih itu Hibernasi, stand by dan Shutdown. Bedanya apa? Pingin tahu? Baca terus!

Shutdown

Buat kebanyakan pengguna komputer pasti ngga asing lagi sama istilah ini. Perintah ini fungsinya dah tau kan? Ketika pengguna komputer memencet tombol ini, OS akan mematikan semua program yang aktif termasuk program yang nampak, program background, services windows, dan program inti milik windows sendiri. Tapi sebelum windows mematikan programnya sendiri, windows akan melakukan serangkaian prosedur seperti menghapus isi page file, menyimpan setingan account dan sebagainya.
Kemudian setelah semua prosedur sudah djalankan, windows akan mematikan semua programnya termasuk kernel windows itu sendiri dan kemudian aliran listrik di matikan. Processor mati, RAM mati sehingga data yang ada didalamnya hilang, semua komponen mati, komputer pun dinyatakan mati.
Untuk menshutdown komputer dah pada tau kan?

Hibernasi
Mungkin buat sebagian orang istilah ini masih terdengar asing. Istilah ini berasal dari tingkah laku beberapa jenis beruang. Selama musim dingin beruang akan tidur di gua-nya, lamanya bisa mencapai 3-5 bulan. Lha..ni disebut Hibernasi alias tidur panjang. Hebatnya selama 3-5 bulan itu beruang sama sekali ngga makan dan minum(yaiyalah, lha kan lagi tidur). Selain itu, ketika bangun beruang masih tetap gemuk. Coba bandingkan orang yang lagi koma nyampe 1 bulan dirumah sakit, pasti badannya jadi kurus kan?Soalnya kurang gerak dan ototnya nyusut. Kalo beruang ngga, meskipun selama tidur sama sekali ngga bergerak, ototnya masih utuh, ngga ada pengu...................

(hening)

Lho...ni mau mbahas Hibernasi apa beruang tidur?

Oke..maap, kembali ke hibernasi
Hibernasi komputer prinsipnya agak beda sama beruang. Ketika hibernasi, semua data yang ada di RAM akan ditransfer ke Harddisk. Mulai dari data program, file, nyampe setingan semuanya di transfer ke harddisk. Setelah di transfer, aliran listrik di matikan, komputer pun mati total.
Bedanya sama shutdown, ketika komputer dinyalakan setelah di hibernasikan, keadaan komputer bakal sama persis seperti waktu sebelum di hibernasi. Karena data dari RAM yang ada di harddisk akan di kembalikan ke RAM lagi ketika komputer nyala.
Keuntungan Hibernasi selain keadaan komputer ngga berubah adalah waktu booting yang lebih cepat. Soalnya komputer hanya perlu mentransfer data hibernasi dari harddisk ke RAM, tanpa perlu melakukan startup. Bandingkan! booting biasa bisa makan waktu sekitar 1 menit, sedangkan kalo di mode hbernasi waktu bootingnya ngga nyampe 20 detik.
Aplikasi penggunaan hibernasi adalah misalnya ketika kita lagi main game, trus tiba-tiba ada peringatan dari PLN kalo sebentar lagi ada pemadaman. Sementara bila komputer di matiin, level gamenya bakal ngulang lagi dari awal, padahal kita udah susah payah mempertaruhkan nyawa(ni game apa sih?) untuk nyampe ke level 21. Kalo ngga terima ngulang lagi dari awal, pake mode hibernasi aja. Meskipun mati, ketika dinyalain, keadaan komputer ngga berubah. Ketika komputer dinyalain game pun bisa di terusin tanpa harus ngulang dari awal.
Oh..ya data dari RAM yang ada di Harddisk bisa dilihat di root drive C atau drive system. Nama filenya hiberfil.sys. itulah data dari RAM yang di transfer ke harddisk.
Untuk menghibernasikan komputer caranya dikit beda sama standby atau shutdown. Terlebih dahulu mode hibernasi harus diaktifkan dulu dengan cara memberi tanda centang pada pilihan ‘enable hibernation’ di jendela power option yang bisa diakses melalui control panel.
Karena data pada RAM akan di transfer ke Harddisk, maka harus ada ruang kosong pada harddisk yang besarnya paling tidak sebesar kapasitas RAM yang terpasang. Misal komputer memiliki RAM sebesar 768 MB maka ruang kosong pada harddisk yang dibutuhkan sebesar 768 MB.
Bila sudah diaktifkan, pada jendela ‘Turn Off Computer’ tekan dan tahan tombol shift. Maka pilihan yang tadinya stand by akan berubah jadi Hibernate, klik tombol itu dan komputer pun berhibernasi ria.

Stand By
Beda sama hibernasi dan shutdown, pada kondisi stand by aliran listrik tidak di hentikan. Windows hanya mematikan beberapa hardware seperti monitor, harddisk dan processor. Jadi komputer tetap menyala hanya saja tidak bisa di fungsikan. Karena tetap mendapat asupan listrik, data yang ada di RAM tidak hilang, sehingga komputer bisa difungsikan kembali dalam waktu sekitar 1 detik. Untuk mengfungsikan komputer kembali dari mode stand by tinggal tekan tombol power yang ada di casing cpu seperti ketika menyalakan komputer dari keadaan mati.
Mode stand by dibutuhkan ketika komputer tidak sedang digunakan dalam waktu yang tidak begitu lama, tapi masih terlalu lama untuk dibiarkan menyala terus.

Nah setelah tahu perbedaan antara ketiganya tinggal dimanfaatin dengan se-efisien mungkin. Misalnya buat apa komputer di shutdown kalo komputer itu mau dipake sebentar lagi, lebih efisien kalo di stand by saja bukan? (AHP 28 Juni 2008 17:32)

Kamis, 26 Juni 2008

Technorati Profile

Welcome Opera 9.50!!whaha...ha...ha..

Berawal dari iseng-iseng buka websitenya opera. Pada saat halaman pertama, disitu berisi halaman yang isinya intinya ngasih tau sama pengunjung kalo opera 9.50 sudah di luncurkan. Sebagai penggemar opera, saya pun dengan penuh nafsu meng-klik link downloadnya. Dan setelah menunggu cukup lama (ada sekitar 34 menitan, maklum warnet penuh jadi koneksinya lambat) file installer berukuran 8,51 MB ini pun berhasil di download.
Sampai dirumah, langsung nyalain komputer, nancepin flashdisk, trus langsung install tu Opera. Selesai instal, shortcut opera saya klik ganda. Agak deg-degan juga waktu nunggu loadingnya, kira-kira kayak apa yah. Apa tetep kayak versi 9.26 atau malah berubah. Dan akhirnya Jreng....ternyata Interfacenya kayak gini :


Interface baru Opera. Mirip Muka siapa yah...

Gila berubah coy....
Stylenya jadi mirip sama style Vista...jernih
Sekarang emang lagi ngetren interface model kayak Vista, udah banyak software versi baru yang emang kompatible sama vista ngrubah interfacenya jadi bergaya vista, mungkin biar klop yah (tapi klo tampilannya masih XP digabung sama software baru yang tampilannya mirip vista jadinya malah ngga klop, dengan kata lain wagu!). Emang saya akui model style yang kayak gitu enak dipandang, seakan-akan ada lapisan kaca di tombolnya, apalagi kalo tombolnya lagi di sorot, wuiih ngga nahan.

Oke..kembali ke Opera..

Apa Yang Baru?
Perubahan yang paling terasa adalah interfacenya, meskipun tata letaknya masih tetap dalam arti ngga berubah, namun warna dan desain tombolnya jauh berubah. Yang tadinya warnanya dominasi abu-abu, kini menjadi berwarna gelap. Warna Tab yang tadinya biru, sekarang berubah menjadi gelap.
Selain itu tombol new tab yang ada disebelah kiri dihilangkan, fungsinya diganti dengan tombol bergambar tanda ples (+) yang ada disebelah kanan tab, bila mau nambah tab yang di klik ya tombol yang itu, jadi cara kerjanya mirip seperti IE 7.
Untuk tombol close yang ada di tiap tab diperkecil, dan di letakin di pojok kanan tab. Emang harus diakui tombol close Opera versi sebelumnya yang gedenya nyampe se-lebar tabnya kadang nyulitin pengguna. Pernah waktu saya lagi ngenet ngga sengaja ada satu tab yang ter-close, habis itu saya mikir, yang tadi di close tab apaan yah... ah bodo..semoga saja bukan tab yang penting.
Untuk desain tombol navigasi juga mengikuti desain vista, jernih. Yang tadinya tombol back, forward, reward dan fast forward yang tadinya berwarna hijau, dirubah menjadi tombol berwarna hitam dengan background abu-abu. Tombol home, refresh dan wand juga dirubah, yang jelas jadi lebih keren.
Untuk perubahan fitur-fitur yang lain belum saya teliti apakah ada yang baru atau tidak (Misalnya apa ada fitur baru di Mail Clientnya Opera), jadi baru bisa saya jelaskan apa yang nampak.

Lebih Cepat?
Kalo lebih cepat mbuka halaman web, terus terang belum saya uji. Tapi dari pengamatan saya, waktu mbuka halaman web secara offline Opera versi ini emang lebih cepat daripada versi 9.26. selain lebih cepat, Opera ini juga lebih low resource. Tapi ini baru pengamatan, belum saya uji dengan teliti.
Akhir Kata silahkan segera download dan nikmati Opera versi baru ini dengan riang gembira seperti ketika baru Upgrade komputer disini, selamat menikmati(kondangan pa?). (AHP 25 Juni 2008 16:52)

Selasa, 24 Juni 2008

Media Monkey


Judul diatas bukan untuk promosi kebun binatang baru atau nama taman konservasi gorila yang baru di buka. Emang sih ada unsur monkey (buat yang belum tau, monkey artinya itu monyet), tapi judul diatas sama sekali ngga ada hubungannya sama kebun binatang atau taman konservasi gorila. Trus apa dong? apa..apanya...dong..(korban tren lagu jadul). Ehem..
Media Monkey itu nama sebuah software Music Manager. Ya....fungsinya sebagian mirip sama Windows Media Player. Lah..kalo itu music manager trus kenapa? Nah..itu dia, sekarang pembaca sedang membaca artikel yang mengulas tentang sebuah software yang luar biasa ini!!

eits..ngga hiperbolis tuh?
Oh..ngga yah?

Media Monkey.......Apaan lagi tuh?
Seperti yang sudah disebutin diatas, Media Monkey merupakan kategori music manager sekaligus music player. tidak seperti WinAmp yang ‘hanya’ bisa memainkan file lagu saja. Media Monkey bisa lebih dari itu. Apa yang bisa dilakukan dengan monyet ini? oh..banyak sekali.
Sekilas Media Monkey
Media Monkey dibuat oleh Ventis Media inc, sebuah perusahaan software yang berlokasi di suatu tempat di dunia ini (jujur, saya ngga tahu. yang jelas letaknya di luar Indonesia). Media Monkey bersifat freeware, namun produsennya (si Ventis Media) mematikan beberapa fitur Media Monkey dan untuk menyalakan fitur tersebut, harus dilakukan upgrade ke Media Monkey Gold (bukan..bukan monyet emas, itu satu klausa) dan tentunya tidak gratis. Bila belum di upgrade dan maksa ngakses fitur yang terblok itu maka bakalan ada pesan yang intinya fitur ini hanya untuk yang sudah mengupgrade ke Media Monkey Gold, trus ada pilihan mau cancel atau mau upgrade. Mengenai perbedaan Media Monkey Gold sama yang biasa, bisa diliat di tabel bawah :

Hingga saat ini versi Media Monkey sudah mencapai versi 3.0, tapi berhubung saya belum berhasil mendownloadnya, screenshotnya masih pake yang versi 2.5.

Dukungan Format File
Karena merupakan music player, media monkey cuman bisa mainin file musik, jadi jangan harap video klip-nya Arial-Mutant (kayaknya baru pernah denger) bisa dimainin dengan sukses disini. Untuk format file yang didukungnya lumayan banyak, dari yang paling familiar sampai yang ngga jelas asal-usulnya. Format File yang didukung :Ape, apl, CDaudio, fla, flac, m3u, Mac, MP+, MP1, MP2, MP3, MPC, MPP, OGG, WAV dan WMA. Lumayan banyak kan? Emang beberapa format file ada yang terasa asing macam Ape atau apl, tapi gak masalah yang penting bisa mainin file MP3.

Ni dia format file yang didukung ama monyet ini

Apa Kelebihannya?
Oke..sebagai music manager, otomatis Media Monkey ini beda sama player musik lainnya, yang bedanya itu justru makin memudahkan pengguna untuk memakainya. Nah..kemudahan inilah yang jadi nilai lebih. Begitu selesai di instal, secara otomatis dia akan mengindex file musik yang ada di harddisk. Begitu selesai mengindex media monkey siap digunakan, dan lagunya Arial-Mutant pun berdendang di speaker.
Oke...apa saja fiturnya?

INDEXING
Ini dia fitur yang menurut saya paling membantu dalam mengorganisir lagu. Setelah terinstall media monkey akan langsung mengindex seluruh lagu yang ada di harddisk. Hampir semua informasi lagu terindex di database media monkey, mulai dari nama file, judul lagu, nama penyanyi, album, ukuran file, bitrate. Atau intinya semua tag yang ada di file musik akan terdata. Dengan index ini, kita bisa melakukan pencarian lagu sesuai dengan keywordnya. Jadi misalnya kita butuh lagu yang penyanyinya Arial-Mutant, tinggal ketik saja arial-mutant ke box search, maka seluruh lagu yang ada kata arial-mutant akan ditampilkan. Dan pencarian ngga hanya untuk nama penyanyi, bisa juga judul lagu, nama album, nama file dan lain sebagainya.
Fasilitas yang di butuhkan untuk merawat database lumayan lengkap seperti Maintain Library, scanning ulang, mendata lagu-lagu yang berpindah tempat atau bahkan menghapus database. Dan yang paling berguna adalah monitoring harddisk, dengan ini bila ada tambahan lagu diharddisk maka akan otomatis terindex didatabase Media Monkey. Tapi sayangnya fasilitas ini cuman ada di Media Monkey Gold.
Kemudian manajemen library. Secara default fitur ini terletak di samping kiri jendela Media Monkey di manajemen library ini, kita bisa melakukan filter terhadap lagu yang akan ditampilkan. Filter ini bisa didasarkan pada : lokasi file, genre, album, artist dan masih banyak lagi.

Musik File Converter
Nah ini adalah fitur yang paling menarik di Media Monkey. Dengan ini kita bisa mengganti tipe file musik satu ke tipe lainnya atau menurunkan bitrate file Mp3 untuk mengurangi ukurannya. Semua tipe file yang didukung oleh media monkey bisa di convert ke Mp3, OGG, WMA, FLAC atau WAV. Untuk menurunkan bitrate file Mp3, tinggal file Mp3 di convert ke Mp3 yang bitratenya sudah ditentuin sebelumnya.

Konversi File format

Sebenernya masih banyak lagi fitur-fitur yang disediakan oleh software ini seperti ripping CD audio, fasilitas burning lagu, sinkronisasi dengan portable music player dan masih banyak lagi lainnya. Tapi ga usah saya bahas.

Fasilitas Burning

Prestasi
Media Monkey bukan sembarang software music manager biasa. Banyak penghargaan yang sudah diraihnya, baik dari tanah air maupun dari luar negeri. Kalo dari tanah air yang saya tahu, Media Monkey masuk dalam kategori Best Freeware oleh majalah PCMedia tahun 2006 dan 2007. Untuk penghargaan dari luar tanah air bisa dilihat di websitenya. Memang setelah saya lihat di websitenya, tepatnya di halaman downloadnya, disitu di pajang berbagai penghargaan yang pernah diraihnya, bukan main.
Jadi melihat banyak kelebihan di Music manager ini, mengapa masih ragu? Segera download file installernya di sini , kalo mau tahu lebih jauh tentang software ini, langsung aja ke websitenya. (AHP 24 Juni 2008 15:41)