Selasa, 26 Mei 2009

Facebook Haram?

Kalau dipikir-pikir, ulama-ulama kita banyak mengeluarkan fatwa-fatwa yang kontroversial akhir-akhir ini. Ada fatwa yang menyatakan golput pada pemilu itu haram. Namun tetap saja fatwa tersebut tidak berpengaruh. Pemilu kemarin justru yang menang itu partai Golput, bukan demokrat. Karena hampir 50 juta pemilih golput, nah lho.
Yang paling baru adalah adanya fatwa dari ulama-ulama di Jatim yang menyatakan bahwa social networking yang sekarang ini lagi ngetren, facebook itu HARAM. Saya sebagai pengguna facebook bertanya-tanya, lho kok bisa? Kalau memang haram, berarti sebanyak apa dosa saya sekarang ini? Ampunilah hambamu ini ya Allah……..
Oke….Lupakan itu, saya bukan tipe orang yang percaya mentah-mentah dengan informasi yang ada.
Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran Ulama-ulama tersebut. Tapi memang tidak bisa di bantah, mereka pasti bukan sembarang orang. Orang-orang yang memang sudah menguasai ilmu Islam secara mendalam. Berarti ada alasan logis untuk menjawab pertanyaan “mengapa kok bisa haram?”. Mungkin mereka beranggapan banyak hal-hal yang bersifat haram dalam dunia facebook. Memang jelas yang seperti itu tetap ada, bahkan ada dimana-mana bukan hanya di facebook. Namun, apakah ini alasan rasional untuk mengharamkan facebook?
Facebook mungkin bisa di ibaratkan sebagai rumah. Dimana halaman profil bisa disebut etalase di rumah kita yang berisi informasi tentang pemilik rumah. Rumah yang memiliki alamat, daftar alamat rumah lain (friend), saling berkunjung antar rumah, saling ngobrol, membagi gagasan dll. Sama seperti rumah yang ada di dunia nyata.
Di rumah-rumah dunia nyata orang bisa membangun keluarga yang sakinah, penuh kebaikan, kehangatan. Namun bisa juga sebaliknya, membentuk keluarga amburadul yang penuh dengan dosa. Sama seperti Facebook.
Apa yang dilakukan pengelola Facebook hanya memberi kapling rumah untuk disewakan secara gratis. Setelah itu pengelolaan rumah di tangani oleh penyewa, dalam hal ini pengguna facebook. Mau rumah itu di jadikan alat bisnis, tempat pamer foto, dakwah, atau yang lain. Itu terserah pengguna kan?
Yang dilakukan Ulama tersebut itu sama saja mengharamkan kita untuk membuat atau memiliki rumah. Karena mereka beranggapan banyak rumah-rumah dibangun untuk dosa. Bukankah itu tidak rasional?
Saya baca berita yang lain, disitu ulama menyatakan Facebook diharamkan untuk tujuan maksiat dan dosa.
Ada yang janggal dengan itu? Kalau itu ditanyakan ke saya mungkin akan saya jawab begini
“Oke…bapak mungkin memang lebih tahu agama dari kami. Namun kami tidak bodoh-bodoh amat. Kami tahu, meskipun mungkin kami belajar hanya dari buku pelajaran atau buku saku kecil bukan seperti bapak yang belajar dari ensiklopedi Islam yang tebalnya cukup untuk membuat rak buku ambruk. Kami tahu maksiat itu memang dilarang, dengan cara apapun, dimanapun. Kami juga tahu bergunjing itu tidak baik. Kami sudah tahu sebelum bapak mengeluarkan fatwa itu. Jika kami sudah tahu, untuk apa dikeluarkan fatwa itu? Yang sebelumnya sudah diketahui jelas-jelas haram.”
Yang salah disini adalah, facebook untuk maksiat atau bergunjing memang haram, tapi yang haram adalah maksiat dan bergunjingnya, bukan facebooknya. Suatu kesalahan besar menyatakan facebook itu haram.
Facebook hanyalah sarana, sama seperti organ tubuh kita yang bisa digunakan untuk berbuat pahala atau dosa. Bila bergunjing dilarang, apakah mempunyai mulut itu juga haram? Saya yakin, semua orang bisa menjawabnya.
Daripada hanya mengeluarkan fatwa itu, mari para ulama dan tokoh-tokoh Islam dalam negeri bersatu untuk memanfaatkan facebook untuk sarana dakwah. Pengguna facebook diindonesia akhir-akhir ini meningkat, itu pasar yang potensial untuk di dakwahi. Mengajak agar mereka terhindar dari perbuatan dosa. Ini akan lebih baik daripada sekedar mengeluarkan fatwa-fatwa yang kontroversial. Yang justru menurunkan wibawa mereka.
Saya disini hanya menyampaikan uneg-uneg, pendapat, suara hati dan suara-suara lainnya. Bukan maksud untuk merendahkan mereka atau menggurui mereka. Saya menghormati mereka dan jelas mereka tidak pantas untuk digurui, apalagi oleh saya, semua tahu itu. Karena itu, mohon maaf kalau ada kata-kata saya kurang berkenan. Saya hanya ingin agar semua menjadi lebih baik. Meski kadang yang terjadi tidak begitu.
(AHP, 25 Mei 2009 19:30)

Kamis, 21 Mei 2009

Mempercepat Firefox

Sebenarnya trik ini sudah sering di tulis di blog-blog atau dimajalah komputer lain. Tapi sepertinya tidak masalah kalau yang seperti ini di posting di sini. Hitung-hitung untuk melengkapi blog ini. Dan meskipun saya seorang Chrome dan Opera Lover, tidak ada salahnya menulis tips ini. Toh kadang saya menggunakan firefox juga.
Cara mempercepat firefox disini adalah dengan mengoptimalkan konfigurasi dasar firefox yang ada di about:config. Atau istilah kerennya adalah tweaking. Jangan tanya saya arti tweaking itu, tolong.
Langsung saja, tidak usah kebanyakan basa-basi. Meski saya orang jawa yang terkenal dengan basa-basinya, dalam hal ini saya tidak mau kebanyakan basa-basi.
Langkah pertama tentu saja buka firefox dulu, kalau belum punya bisa minta instalernya dari teman atau download sendiri. Versi firefox yang saya gunakan disini adalah Firefox 3.1 Beta 3. Trik ini juga berlaku untuk firefox versi lainnya.
Kemudian pada address bar, ketikan about:config, ini akan membawa kita ke settingan dasar yang tersembunyi di firefox. Akan muncul halaman peringatan yang meminta kita untuk berhati-hati. Memang, mengganti settingan yang disini secara sembarangan akan membahayakan kelangsungan hidup aplikasi ini. Jadi disini, jangan terlalu banyak berimprovisasi jika tidak terlalu paham. Untuk masuk ke settingan tersembunyi itu, tekan saja tombol “I’ll be careful, I promise”. Dengan menekan tombol kita sudah berjanji untuk berhati-hati.
Mengedit Preference
Nah…sekarang kita berhadapan dengan ratusan Preference yang mengatur jalannya firefox ini. Beberapa preference yang perlu di ubah adalah:
(untuk menemukan preference yang dimaksud diantara ratusan preference lainnya, gunakan filter yang ada persis di sebelah bawah Tab, ketikan preference yang dikehendaki di kolom pencariannya)
Network.http.pipelining : Secara default, nilai dari preference ini adalah false. Untuk optimalnya, ganti valuenya dengan True. Caranya, klik ganda saja preference tersebut sampai nilai pada kolom value menjadi true. Dengan begini, Firefox akan memanfaatkan fitur HTTP Pipelining yang didukung oleh beberapa server. Ini membuat waktu loading akan meningkat drastis.
Network.http.pipelining.maxrequests: Secara default valuenya berisi angka 4, ganti dengan 8. Caranya sama, yaitu dengan klik ganda. Angka yang ada disitu menunjukan jumlah requesr maksimal yang dikirim saat menggunakan http pipelining.
Network.dns.disableIPv6: defaultnya bernilai false. Yang artinya IPv6 didukung sini. Namun saat ini IPv6 kebanyakan masih belum didukung oleh ISP. Jadi ganti nilainya dengan True.
Network.http.proxy.pipelining: Hampir sama dengan Network.http.pipelining, hanya saja pipelining kali ini dipakai untuk mengakses proxy server. Ganti nilainya dengan True.
Network.protocol-handler.external.ms-help : Ubah nilainya dengan true. Fungsinya? Ok…saya sendiri tidak tahu.
Network.prefecth-next : Nilai defaultny a adalah true. Dengan nilai ini firefox akan meload halaman yang di perkirakan akan dibuka oleh pengguna. Supaya nantinya ketika benar-benar dibuka, load halamannya bagi pengguna terasa lebih cepat. Misalnya firefox meload urutan halaman teratas di pencarian google, karena diperkirakan pengguna akan membuka halaman tersebut. Namun belum tentu yang diperkirakan nantinya akan dibuka. Yang ada hanya pemborosan bandwidth. Karena itu, ubah nilainya menjadi false.
Buat Preference Baru
Selain mengedit preference yang sudah ada, kita juga bisa membuat preference baru agar Firefox makin cepat.
Untuk membuatnya, klik kanan(dimana saja, asal masih di daerah preference) dan pilih New, Integer. Di jendela yang muncul, ketik nglayout.initialpaint.delay. Klik ok. Muncul jendela lagi, isi dengan angka 0
Lalu, buat preference lagi, caranya sama. Klik kanan pilih new, integer. Beri nama dengan content.notify.backoffcount. Isi valuenya dengan angka 5.
Terakhir, buat satu preference lagi. Caranya masih sama, Klik kanan, new, integer. Isi dengan ui.submenuDelay. Beri nilai 0 .

Nah selesai, langkah terakhir, restart firefox. Dan rasakan bedanya.
Oya jika terjadi masalah setelah penyetingan ini, seperti tidak bisa terbukanya website tertentu atau masalah lain yang tidak ada sebelumnya, kembalikan saja nilai preference ke nilai semula atau hapus kembali preference yang tadi dibuat. Sekian Semoga berguna (AHP, 21 Mei 2009, 8:11)


Minggu, 17 Mei 2009

Google Mobilizer

Berinternet tidak harus lewat PC, lewat HP pun bisa. Asal ada dukungan perangkat, operator dan tentu saja pulsa. Apalagi dengan hadirnya browser mini untuk perangkat mobile, seperti opera mini. Dengan itu, website yang biasa dibuka di PC bisa di akses lewat HP dengan tampilan yang sama.
Namun, tetap ada masalah dengan itu, tentunya selain kecilnya layar yaitu masalah biaya. Biasanya operator selular mematok tarif dengan hitungan per KB. Jadi semakin besar ukuran data yang diambil, semakin banyak pulsa yang disedot. Apalagi bila mengakses website yang biasa dibuka di PC, yang biasanya ukuran file-file yang dibutuhkan lumayan besar untuk ukuran HP. Meski bila menggunakan Opera Mini atau browser lainnya website tersebut akan di kompres, tetap saja ada website tertentu yang masih ukuran datanya masih dalam kategori besar.
Untuk mengatasi hal yang seperti itu, Google menyediakan layanan yang ia sebut Google Mobilizer.
Secara kasat mata Google mobilizer akan mengubah layout website menjadi seperti website yang diperuntukan untuk HP. Hal ini akan membuat ukuran website menjadi cukup kecil, karena kode-kode CSS tidak di load disitu.
Untuk menggunakannya pertama buka dulu Google mobilizer yang beralamat di www.google.com/gwt/n. Tampilannya memang sederhana, disitu akan ada form tempat memasukan alamat website. Ketik alamat website yang akan dibuka disitu. Lalu langsung saja klik “GO”.


Very-very-very...simple

Sebenarnya layanan google ini tidak harus digunakan di HP, di PC pun bisa. Saat koneksi internet sedang sangat pelan, kita gunakan Mobilizer ini. Waktu loading bisa dipercepat.
Ini adalah screenshot Komputok ketika menggunakan Google Mobilizer di PC…..

Senin, 11 Mei 2009

Merecovery Data Dengan Recuva

Pada artikel ini, Saya membahas soal cara kerja software recovery data. Memang disitu hanya ada soal teorinya, soal prakteknya? Nah makanya saya tulis disini, hitung-hitung untuk melengkapi artikel itu….pada waktu itu memang saya masih belum menemukan software recovery yang cocok, masih sekedar coba-coba. Nah karena masih coba-coba itulah, saya tidak berani menyarankan software recovery tertentu. Masa buat pembaca Komputok kok coba-coba (lho mirip iklan apa ya?)
Oke… Mungkin saat ini berbeda…ada software recovery yang kebetulan(mungkin tidak kebetulan) kinerjanya bagus dan nampaknya cocok untuk dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Dari judul artikel ini bisa di ketahui kalau software itu bernama Recuva. Software ini ditulis oleh tim dari Piriform. Logonya berupa gambar harddisk dan topi proyek. Ada yang sedikit mengganjal mengenai logo itu, apa hubungannnya harddisk dan recovery dengan topi proyek?? Kalau itu topi pemadam kebakaran mungkin masih nyambung. Tapi biarlah, saya tidak mau ambil pusing. Beberapa yang menjadi kelebihannya : Mudah, Cepat, murah(gratis), Ringan, Akurat… ah..pokoknya power full
Oke…kita bahas kelebihannya itu satu persatu

Mudah
Saat software ini pertama kali dijalankan, yang tampil adalah wizard yang memudahkan penggunanya ketika mau mengembalikan datanya yang rusak. Jendela pertama berisi ucapan selamat datang. Bila sudah cukup merasa tersanjung dengan ucapan itu, tekan next saja atau bila tidak ingin mengikuti wizard itu, tekan saja cancel, maka jendela utama recuva akan tampil. Keseluruhan, ada 4 jendela wizard yang harus dilewati untuk memulai merecover. Di jendela-jendela itu recuva menanyakan detail spesifik mengenai file yang ingin di recover.

Jreng-jreng-jreng...selamat datang!

Apabila pada saat tampil jendela selamat datang kita menekan cancel, akan terbuka jendela utama Recuva, tanpa wizard. Disini pun pengguna akan dimudahkan, untuk memulai recovering, tinggal pilih drive yang diinginkan, kemudian tekan scan. Tunggu scan hingga selesai. Setelah selesai, tinggal centang file hilang yang berhasil di temukan Recuva, dan recover.
Memang disini saya tidak menjelaskan detail soal penggunaan Recuva, karena selain penggunaannya relatif mudah, tipe artikel ini juga bukanlah tutorial tapi review, jadi wajar saja….

jendela utama Recuva

Cepat
Nah…ini yang saya suka dari Recuva. Sebelum mengenal Recuva, saya sudah banyak mencoba software recovery lain. Rata-rata software itu kinerjanya relatif lambat, baik saat recovery ataupun saat scanning. Tapi recover dengan Recuva, jreng…tiba-tiba saja sudah selesai.
Pada saat saya coba, Recuva mencatat waktu 15 detik pada saat scanning flashdisk saya yang berkapasitas 2 GB, scanning dilakukan pada mode biasa bukan pada mode deep scan. Hasil scanning tersebut ditemukan 4521 file dengan berbagai kondisi . Sedangkan pada kondisi deep scan membutuhkan waktu sekitar 4 menit, jumlah file yang ditemukan sebanyak 4852 file.
Pada proses recovering, dari uji coba merecover beberapa file yang berbeda menunjukan adanya variasi kecepatan yang signifikan. Saat di coba melakukan recover file berukuran 50 MB dengan kondisi poor, membutuhkan waktu 26 detik atau sekitar 2 MB/s . Kemudian saat di coba merecover file berukuran 6 MB hanya membutuhkan waktu 1 detik. Saat di coba di file lainnya, ternyata hasilnya berbeda-beda. Namun kebanyakan proses recovering memiliki kecepatan kira-kira 2 MB/s. Semua itu tergantung dari kondisi dan letak file, kemampuan komputer serta jenis medianya.

Waktu yang dibutuhkan....3 file itu totalnya sekitar 10 MB

Murah
Ya…software ini sifatnya freeware…alias GRATIS..tis

Ringan
Oke…mungkin dalam hal ini sifatnya relatif. Bisa saja di komputer saya Recuva berjalan dengan ringannya, tapi di komputer lain yang sudah waktunya pensiun Recuva berjalan dengan sangat lambat, hingga perlu direstart berkali-kali.
Tapi memang catatan mengenai konsumsi memory dan processor dari Task Manager tidak menunjukan Recuva sebagai software yang rakus. Konsumsi memory Recuva pada saat idle hanya sekitar 1 MB, sedangkan saat proses scanning, konsumsi memory melonjak hingga 50 MB. Tapi setelah selesai scanning, penggunaan memory kembali menurun.

Akurat
Dalam hal ini, Informasi yang disediakan Recuva mengenai informasi file yang ditemukan sangat lengkap, dan inilah yang membuat Recuva akurat. Informasi tersebut mengenai kondisi file, apakah masih bagus, buruk, sangat buruk atau malah sudah wassalam alias sudah tidak bisa diselamatkan sama sekali. Selain itu, yang membuat Recuva semakin akurat , ada informasi mengenai file mana yang telah menimpa file yang hendak di recovery. File yang menimpa itulah yang membuat file yang sudah dihapus sulit di recover dengan sempurna.


Informasi mengenai kondisi file yang terhapus, lengkap dengan alasannya

Selain mode scanning biasa, ada juga mode deep scan. Proses scanningnya jauh lebih lama dari mode biasa. Mengenai mekanisme kerjanya, jangan tanya saya, coba hubungi saja pembuatnya. Yang jelas, pada mode deep scan banyak file yang sebelumnya tidak ditemukan pada mode biasa berhasil di temukan saat deep scan. File yang ditemukan di mode deep scan umumnya berada dalam kondisi bagus dan dapat direcover dengan sempurna.



Nah…sekarang kita punya alasan masuk akal mengapa harus menggunakan Recuva.Lagipula kemampuan Recuva bukan hanya merecover file yang hilang, Recuva bisa digunakan untuk menghapus secara permanen data, sehingga tidak dapat direcover kembali. Yaitu dengan memanfaatkan perintah “Secure Delete cheked” atau “secure delete highlighted” . Bagaimana? Tertarik? Baik… bila ingin memiliki segera download softwarenya
, Ukurannya hanya sekitar 2 MB.(AHP,11 Mei 2009 7:40)

Kembali Ngeblog’s (jreng)

Ujian Nasional, Sekolah dan praktek akhirnya selesai juga…...rangkaian ujian itu persiapannya benar-benar menyita waktu dan tenaga saya saat itu. Dan mengenai kesan saya soal ujian-ujian tersebut, hanya dua kata : no comment. Sudahlah, saya enggan membicarakannya. Tinggal berdoa untuk tanggal 13 Juni nanti, semoga diberi kebahagiaan, dalam arti diberi KeLULUSan dengan nilai yang cukup membanggakan, semoga. Toh saya sudah berusaha dan berdoa, tinggal sekarang tawakal.
Saat ini bisa dikatakan saya sedang libur dan saat menulis ini, masih ada satu ujian praktek yang tertinggal yaitu Ujian Praktek Olahraga, dilaksanakan hari Rabu 13 Mei.
Tapi nampaknya ada sesuatu yang hilang saat ini. Selama 3 bulan ini saya sudah terbiasa belajar, utak-atik soal dll, tapi begitu selesai Ujian, semua kebiasaan itu tiba-tiba hilang. Mungkin itu yang telah hilang. Makanya hari-hari pertama liburan panjang ini, saya merasa bosan di rumah. Sebelumnya tidak pernah saya bosan dirumah saat libur, selalu ada yang dapat dikerjakan, tapi hari ini, rasanya berbeda. Semoga saja nantinya saya kembali terbiasa dengan pola hidup yang lama. Khususnya saat liburan, dulu meskipun tidur-tiduran seharian, sama sekali tidak ada rasa bosan.
Kemudian, saya coba untuk kembali mencurahkan pikiran untuk blog ini. Sebagai ganti telah mentelantarkan selama 3 bulanan. Selain itu, mungkin karena jarang posting, traffic blog ini menurun sekitar 20 persen di bulan April. Memang ada benarnya pendapat atau mungkin riset dari rekan blogger, frekuensi posting akan mempengaruhi posisi di google. Sebagian besar pengunjung komputok memang datang dari pintu itu (google).
Tidak hanya traffic yang turun, peringkat alexa turun drastis ke angka 2 juta! Gila, benar-benar penurunan yang sangat sadis, padahal sebelumnya peringkat Komputok ada di ksaran 1 jutaan.
Semoga dengan semakin aktif kembali di Blog, traffic Komputok kembali meningkat pengunjung pun semakin puas dan Rejeki menjadi semakin lancar (Nah…ini yang penting!)..

Jumat, 01 Mei 2009

Memprediksi Komputer Masa Depan

Kita memang tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti, mereka para peramal-peramal juga tidak tahu persis, kebanyakan dari mereka hanya memprediksi. Prediksi itu didasarkan pada keadaan-keadaan yang ada di saat ini. Mereka yang punya kemampuan lebih bisa membaca keadaan-keadaan itu untuk menyimpulkan tentang masa depan. Kadang memang tepat, kadang ada juga yang meleset. Namanya juga prediksi…..
Disini saya bukan mau meramal tentang masa depan, tapi mencoba meprediksi perkembangan perangkat komputer berdasarkan perkembangan dan tren-tren yang terjadi saat ini. Bukan maksud untuk menyamakan diri dengan mama lauren atau Jayabaya.
Karena kemampuan saya terbatas, yang saya prediksi masa depan di kurun waktu 5-10 tahun mendatang. Tidak usah terlelu kedepan ah, yang ini saja belum tentu sesuai. Kalau masalah sesuai atau tidak, temui saya 5-10 tahun mendatang!
Oke selamat menikmati……….

Hilangnya Mouse Keyboard
Mouse dan keyboard yang hingga sekarang masih menjadi salah satu alat wajib pada komputer akan tergantikan. Kelak, keduanya akan digantikan oleh sesuatu yang lebih terintegerasi dan multifungsi. apa itu? Oke..mungkin sudah bisa di tebak, layar sentuh. Tanda-tanda akan di gusurnya mouse dan keyboard sudah bisa dirasakan akhir-akhir ini.
Saat ini memang Layar sentuh belum menggantikan keyboard dan mouse secara total. Layar sentuh saat ini masih terbatas pada perangkat genggam tertentu, yang pada umumnya masih mahal. Perangkat komputerpun yang saat ini beredar masih belum ada yang mengimplementasikan teknologi ini. Selain pasar masih terbiasa dengan keyboard dan mouse, biaya produksi layar sentuh juga masih mahal. Tentunya tidak ekonomis bila diproduksi untuk komputer desktop yang layarnya relatif besar.
Tapi bukan berarti dengung layar sentuh sebagai keyboard killer jalan ditempat, hingga saat ini perangkat Layar sentuh masih terus dikembangkan. Misalnya beberapa tahun yang lalu Micrososft memperkenalkan Surface Computer. Alat input yang ada disitu adalah layar sentuh multitouch yang bisa dimanfaatkan dengan jari. Surface Computer mampu mendeteksi beberapa pergerakan sekaligus untuk memilih, memindahkan dan memutarbalikan obyek yang ada disitu. Namun harganya itu yang mungkin membuatnya kurang laku, sekitar 50-100 jutaan. Tentunya bila melihat harganya, komputer ini tidak ditujukan untuk pengguna rumahan, Surface Computer memang didesain untuk toko-toko besar yang berinteraksi langsung dengan pengunjungnya. Selain itu Windows terbaru Microsoft , Windows 7, dikabarkan akan mendukung penggunaan touchscreen.
Yang terbayang dikepala saya, layar sentuh yang akan digunakan pada komputer generasi mendatang bukan seperti touchscreen yang seperti digunakan oleh PDA atau Smartphone sekarang yang masih menggunakan stylus. Yang ketika digunakan, dari jauh akan terlihat seperti sedang menyodok-nyodok tangan. Kalau seperti itu, masih lebih enak menggunakan keyboard dan mouse. Layar sentuh itu dioperasikan dengan jari dan mendukung multitouch. Artinya komputer dapat mengenali beberapa sentuhan sekaligus. Dengan multitouch, penggunanya bisa mentranformasikan satu atau lebih obyek dengan bebasnya. Misalnya kita sedang berurusan dengan dua jendela aplikasi yang letaknya tidak bersahabat dan sangat ingin merapikannya, kita cukup menyentuh masing-masing jendela tersebut dengan telunjuk kanan dan kiri dan menggesernya ketempat yang diinginkan secara bersamaan. Bila menggunakan mouse, jendela harus dipindahkan satu persatu. Lebih praktis bukan….
Salah satu produk multitouch yang bisa dinikmati oleh pengguna biasa adalah IPhone. Ponsel fenonemal dari Apple ini memang didesain untuk dikagumi, karena memang hanya Apple yang bisa memberikan sesuatu yang mungkin tidak pernah di bayangkan oleh orang banyak. Multitouch yang ada di IPhone ini membuat penggunanya seakan benar-benar menyentuh obyek yang ada dilayar, halus dan sangat responsif. Untuk mengganti posisi menu utama, kita hanya perlu menyentuh dan menggesernya kekiri atau kekanan, pergerakan menu akan mengikuti pergerakan jari kita. Untuk memperbesar gambar, yang perlu dilakukan hanyalah menyentuh gambar dengan 2 jari dan menjauhkan atau mendekatkan dua jari untuk memperbesar dan memperkecil gambar. Sebuah pendeteksi gerak bernama accelerometer yang ditanam di tubuh IPhone juga menambah pengalaman pengguna ketika bermain game atau navigasi lainnya.
Sayangnya harga IPhone dIndonesia relatif lebih tinggi daripada di negara asalnya, hampir setara dengan Notebook kelas menengah. Sebagai alternatif yang lebih murah, ada Ipod Touch. Produk ini secara fisik dan fitur hampir sama dengan IPhone, hanya saja seperti Ipod yang lain, jaringan selular tidak didukung disini.
Sebagai informasi, Apple adalah perusahaan yang pertama kali menyertakan mouse pada komputer produksinya, Macintosh, bersamaan pengenalan sistem operasi berbasis GUI. Yang pada saat itu menjadi produk yang dikagumi . Microsoft pun disebut-sebut meniru GUI Apple ketika menciptakan Windows. Yang jadi pertanyaan akankah sang inovator ini mengulang kesuksesan yang sama dengan ketika memperkenalkan mouse? Siapa Tahu……
Mungkin untuk saat ini kebanyakan pengguna masih lebih nyaman dengan keyboard dan mouse. Perlu diingat, 40-an tahun yang lalu orang yang sudah nyaman dengan punch card pada akhirnya beralih juga ke keyboard. Seperti saat ini, teknologi akan menyisihkan mereka yang enggan dengan perubahan tentunya banyak orang yang enggan tersisih, jadi mau tidak mau mouse dan keyboard akan segera tersisih. Hanya saja mungkin masih butuh proses yang lama untuk masa transisi, bagaimanapun perubahan ini cukup radikal.
Ya…siapa tahu 5-10 tahun mendatang, tidak ada suara ketikan keyboard yang kadang bising atau cahaya led merah menyilaukan dari mouse ….yang ada hanyalah orang yang menggerakan jari-jarinya di layar komputernya….siapa tahu.

Integerasi Komponen
Maksudnya adalah komponen-komponen komputer yang menjadi satu dalam desain yang kompak. Mungkin saat ini sudah tercermin dari desain notebook dan netbook yang sudah ada sekarang. Ukuran yang kecil membuat keduanya memiliki mobilitas yang tinggi, itulah yang banyak dibutuhkan orang di jaman ini. Selain itu, dengan kinerja yang sama, konsumsi daya notebook jauh lebih rendah daripada PC Desktop. Sangat cocok disaat sedang krisis energi seperti sekarang ini.
Akhir-akhir ini peminat notebook juga semakin banyak, yang perlahan-lahan menggantikan PC Desktop. Meski dengan spesifikasi yang sama notebook jauh lebih mahal. Ditambah lagi dengan tren netbook yang jauh lebih ringkas dan murah. Semakin membuat pangsa pasar PC Desktop menurun.
Hanya saja ada beberapa kelemahan notebook seperti lebih sulitnya perawatan, upgrade dan perbaikan dibandingkan PC Desktop. Besarnya ukuran PC desktop memberi keuntungan tersendiri bila ingin menambah atau mengganti komponen sendiri. Berbeda dengan notebook, ruang yang sempit dan komponen yang khusus membuat Notebook lebih sulit dilakukan upgrade dan perbaikan. Tapi kalau masalah upgrade, apabila apa yang dimiliki oleh notebook tersebut sudah lengkap dan cukup untuk pengguna, untuk apa di upgrade lagi bukan? Hanya saja memang apabila terjadi kerusakan, akan lebih sulit menanganinya.
Isu yang cukup sensitif mengenai notebook adalah masalah harga. Memang, harga notebook jauh lebih mahal. Tapi sisi baiknya, apabila peminat notebook semakin banyak, ada kemungkinan harga notebook terus menurun. Saat ini juga ada netbook yang mempunyai harga lebih murah dari notebook meski dengan kinerja yang hanya cukup untuk browsing dan mengetik.
Nah tren Notebook yang terus berkembang ini kemungkinan akan berdampak pada arah perkembangan PC kedepan. Banyaknya minat pasar terhadap notebook membuat produsen makin terpacu untuk membuat desain yang lebih baik. Yang mungkin akan mengurucut pada model yang saya bayangkan. Tahu tentang UMPC (Ultra Mobile PC)? PC kecil yang punya kemampuan setengah-setengah yang membuatnya tidak terlalu populer. Bayangkan bila UMPC itu diperbesar hingga seukuran notebook sekarang, dipertipis hingga lebih tipis dari macbook air (itu mungkin! karena tanpa keyboard) dan berkinerja tinggi, mungkin itulah gambaran PC 5-10 tahun mendatang. Yang tentunya dibekali Layar sentuh yang multi touch tanpa keyboard ataupun mouse. Namun dengan kemampuan multimedia seperti musik, video dan gaming yang diatas rata-rata PC Sekarang…. siapa tahu…..

Selamat Tinggal Kabel
Kebangkitan dunia wireless tidak terjadi baru-baru ini. GPRS, WiFi, Bluetooth, irDa dll sudah dikembangkan sejak lama namun semuanya masih belum menggantikan kabel secara penuh. Sampai saat ini kabel masih menjadi andalan. Karena kecepatan transfer melalui kabel umumnya lebih tinggi dan biaya produksinya lebih murah. Tapi cepat atau lambat, kabel pasti tergantikan oleh wireless. Kabel mempunyai mempunyai banyak kelemahan, mobilitasnya kurang dan bisa menjadi semrawut apabila terlalu banyak. Apalagi kabel dijaringan, cukup banyak administrator yang stress hanya karena kabel.
Banyak bagian yang saat ini sudah masuki oleh dunia wireless. Misalnya Wifi, saat ini sudah banyak ditemukan hotspot diindonesia, ada di kafe-kafe, Universitas, Sekolah, bahkan di jalanan. Wimax juga mulai di implementasikan di kota-kota besar. Dengan wimax, satu kota dan pinggiran-pinggirannya bisa menjadi sebuah jaringan raksasa hanya dengan 1 pemancar. Speaker yang dijual bebas pun sudah banyak yang menggunakan teknologi wireless.
Singkat kata, dunia akan indah tanpa ada kabel yang melintang disana-sini. Oleh karena itu, wireless akan terus dikembangkan hingga mampu menggantikan kabel secara penuh. Memang saat ini fungsi kabel masih dominan, karena memang lebih murah dan ketidakpraktisannya masih bisa ditolerir, tapi, siapa tahu 5-10 tahun mendatang tidak ditemukan kabel lagi di perangkat elektronik, bahkan listrik pun wireless……siapa tahu



Secara utuh, PC yang saya gambarkan di sini berupa mirip dengan UMPC dengan ukuran yang lebih besar, lebih tipis, sedikit/tanpa tombol, dioperasikan dengan tangan, unggul dalam multimedia dan gaming, dicintai oleh desainer grafis, mempunyai kinerja tinggi(dibandingkan PC sekarang), mendukung banyak koneksi wireles, sedikit slot tambahan, elegan, dihubungkan dengan listrik wireles, mempunyai toleransi yang tinggi terhadap benturan, kemudahan transfer data, dilengkapi accelerometer. Siapa tahu seperti itu…..
Apa yang saya ulas disini merupakan gabungan apa yang sudah terjadi sekarang dan apa yang saya imajinasikan, jadi bukan merupakan prediksi murni. Saya hanya menyampaikan apa yang saya pikirkan, jadi kalau terjadi perbedaan pendapat, bukan hal yang aneh.
Dan apabila ada perbedaan pendapat, alangkah terhormatnya bila disampaikan lewat comment dengan bahasa yang halus dan sopan(maunya!)…(AHP, 1 Mei 2009 19:50)